MANAGED BY:
SELASA
25 FEBRUARI
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | RADAR MUDA | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

HUKUM & PERISTIWA

Selasa, 31 Desember 2019 11:45
Lahan Terbakar Capai 7 Ribu Hektare, Karhutla Tahun Ini Lebih Luas Daripada Tahun Lalu

PROKAL.CO, BANJARMASIN – Luas hutan dan lahan yang terbakar saat Karthutla tahun ini ternyata lebih luas jika dibandingkan dengan tahun 2018 lalu. Tahun 2019 ini, hutan dan lahan yang terbakar mencapai 7.099,46 hektar. Sementara tahun lalu luasnya hanya 3.913,17 hektar.

Dampak musim kemarau yang cukup panjang salah satu faktor utama penyebab. Sehingga susahnya mencari air untuk melakukan pemadaman. “Tahun ini dipengaruhi fenomena La Nina Moderat. Sehingga lebih panas jika dibandingkan tahun lalu,” terang Kepala BPDB Kalsel, Wahyuddin di sela Rapat Evaluasi Penanganan Karhutla 2019 di Banjarbaru kemarin.

Dari sejumlah kasus tersebut, Kabupaten Tanah Laut paling luas lahannya terbakar, mencapai 1.317,75 hektare, disusul Kabupaten Banjar dengan luas lahan terbakar mencapai 1.228,55 hektare dan Kabupaten Tapin dengan luas 964,06 hektare.

Sementara, untuk luas kebakaran hutan, Kabupaten Barito Kuala menjadi penyumbang tertinggi, luas hutan yang terbakar mencapai 114,75 hektare disusul Kabupaten Banjar seluas 69 hektare dan Balangan seluas 63,72 hektare.

Fenomena La Nina moderat tahun ini sebut Wahyuddin, sangat berdampak dengan keringnya lahan. Sehingga sangat mudah terbakar. “Penanganan Karhuta tahun ini cukup susah. Sumber air juga kering. Petugas pun kesusahan,” tukasnya.

Saking susahnya mencari sumber air di area terdekat Karhutla. Pemprov melalui BPBD bahkan sampai meminta bantuan heli water boombing kepada BPNPB. Sebanyak 6 unit heli water boombing saat itu dikirimkan ke Kalsel termasuk 2 unit heli patroli. “Sudah sangat maksimal. Tapi keringnya lahan, membuat cepatnya terjadi Karhutla,” kata pria yang akrab disapa Ujud itu.

Meski ditopang dengan bantuan heli water boombing, tetap saja ada kendala lain saat penanganan Karhutla tahun ini. Seperti sulitnya akses, minimnya sarana, prasarana, tenaga dan dana, hingga luas kawasan yang terbakar tak sebanding dengan jumlah petugas.

Berbicara penegakan hukum bagi pelaku pembakar hutan dan lahan, sepanjang tahun ini ada sebanyak 58 kasus yang dilidik dan sudah tiga kasus yang masuk dalam tahap penyidikan.

Dari 58 kasus ini, paling tinggi temuan ada di Polres Banjar, sebanyak 20 kasus disusul Polres HSS 9 Kasus dan Polres Kotabaru, Tanah Laut, dan Hulu Sungai Tengah dan Hulu Sungai Utara masing-masing 5 kasus.

Sekdaprov Kalsel, Abdul Haris berharap, penanganan Karhutla tahun depan harus lebih matang. Dia menekankan, jangan sampai terlambat sehingga berdampak terhadap masyarakat. “Jangan sampai karena keterlambatan penanganan menimbulkan kerugian yang lebih besar,” tekan Haris.

Haris menyebut, dampak nyata Karhutla lalu adalah sangat banyak penerbangan yang tertunda, yakni hingga 76 penerbangan. Belum lagi soal kerusakan alam hingga gangguan kesehatan. “Harus diperbaiki lagi tahun depan. Pengalaman tahun ini harus menjadi catatan bersama,” tegasnya. (mof/ran/ema)


BACA JUGA

Jumat, 31 Januari 2020 11:41

Ditetapkan Jadi Tersangka Kasus Asusila, Mantan Ketua KPU Banjarmasin Digelandang Aparat

BANJARBARU - Gusti Makmur memenuhi panggilan penyidik Polres Banjarbaru, kemarin…

Jumat, 31 Januari 2020 11:27

Sengketa Warga Antar Baru vs PT Barito Putera Plantation: Warga Serahkan Bukti Kepemilikan

MARABAHAN - Lama tidak terdengar, mediasi sengketa lahan sawit antara…

Jumat, 31 Januari 2020 11:11

Timbun Solar, Samsul dan Syamsuddin Digrebek

BANJARMASIN - Kepolisian Polsek Banjarmasin Utara menggerebek dua rumah di…

Jumat, 31 Januari 2020 11:03

Mabuk Bawa Sajam, Buronan Apes

BANJARMASIN – Jadi buronan selama dua pekan, Taufik Rahman alias…

Jumat, 31 Januari 2020 10:36

Sabirin Terjebak Polisi Menyamar

AMUNTAI - Nasib sial dialami Sabirin (28), warga Desa Harus…

Jumat, 31 Januari 2020 10:34

Korban Berteriak, Anto pun Panik, Dengan Mudah Ia Dikepung Warga

MARABAHAN - Sial masih jauh dari Armina. Warga Desa Sinar…

Jumat, 31 Januari 2020 10:31

Disergap, Pengedar Sabu Tak Berkutik

MARABAHAN - Pengedar narkoba sedikit demi sedikit digulung Sat Res…

Kamis, 30 Januari 2020 11:48

Susahnya Memberantas Indekos Mesum di Kota Idaman: Paket Murah, Sukar Terjamah, Remaja Lajang Tak Bisa Dipidana

Indekos. Bagi mahasiswa, ruang kecil berjuta cerita. Dari mengerjakan tugas,…

Kamis, 30 Januari 2020 10:56

Pengendara Panik ada Razia di Kayutangi, 62 Pemotor Ditilang

BANJARMASIN - Pengendara yang melintasi Jalan Hasan Basry mendadak panik…

Kamis, 30 Januari 2020 10:49

Dua di Jalan, Satu di Toilet; Budak Sabu Barabai Tak Berkutik Diringkus

BARABAI - Ada-ada saja ulah FP (20). Pemuda asal Desa…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers