MANAGED BY:
SELASA
31 MARET
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | RADAR MUDA | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

BANUA

Senin, 02 Mei 2016 13:41
Bentuk Staf Khusus, SKPD Harus Paham Gubernur
Tak hanya gaya baru yang dibawa Gubernur Kalsel, H Sahbirin Noor dalam kesehariannya memimpin Kalsel. Ia juga memiliki kebijakan dan kecenderungan dalam pengambilan kebijakan yang berbeda.

PROKAL.CO, BANJARMASIN – Tak hanya gaya baru yang dibawa Gubernur Kalsel, H Sahbirin Noor dalam kesehariannya memimpin Kalsel. Ia juga memiliki kebijakan dan kecenderungan dalam pengambilan kebijakan yang berbeda. Sebut saja saat dia mengambil langkah tak populer mengangkat  beberapa akademisi dan mantan birokrat sebagai staf khusus.

 

Tujuh staf khusus Sahbirin tersebut adalah mantan Bupati Tabalong yang juga politisi Partai Golkar Kalsel H Noor Aidi yang menjabt sebagai ketua tim, pengamat hukum pidana Unlam Banjarmasin, H Syaifuddin, pengamat politik Fisip Unlam Apriansyah, pengamat kebijakan publik Fisip Unlam Taufik Arbain, mantan Sekdako Banjarmasin Zulfadli Gazali, Agus Mawardi dan Rizal Akbar.

 

Sahbirin mengatakan, peran tujuh orang staf khusus ini sebagai penyeimbang dan pemberi masukan dirinya sebelum mengambil keputusan. Soal staf khusus ini sudah dibeberkan dirinya ketika penetapan pemenang pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) di Sekretariat KPU Kalsel lalu.  

 

Sahbirin mengakui, jika dirinya tidak bisa menangani Kalsel sendirian. Oleh karena itu, perlu bantuan dari para ahli di bidangnya masing-masing untuk mendukung jalannya pemerintahan dan pengambilan keputusan yang tepat. “Mereka sebagai penyeimbang birokrasi dan memberikan masukan yang strategis untuk Kalsel,” kata Sahbirin.

 

Di sisi lain, awal kemunculan staf khusus yang dibentuk Sahbirin ini sempat membuat lingkungan Pemprov Kalsel, khususnya Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) bertanya-tanya. Sebab, pada pemerintahan sebelumnya yang dipimpin H Rudy Ariffin, tak ada staf khusus. Kala itu Rudy Ariffin punya staf ahli gubernur, dimana saat ini pun, staf ahli tersebut masih ada dalam struktur organisasi pemerintah provinsi.

 

Salah seorang pejabat di lingkungan Pemprov Kalsel yang tak ingin diungkap identitasnya menilai, pembentukan staf khusus ini adalah bukti dari keseriusan Sahbirin dalam menata dan mengelola arah kebijakan demi tercapainya kesejahteraan di Kalsel. Namun, ia tak menampik adanya suara-suara miring terkait pembentukan tim khusus ini. “Kalau saya berpikirnya positif saja,” ucapnya singkat.

 

Sementara, Sekdaprov Kalsel, HM Arsyadi mengakui sinergitas antara SKPD dengan staf khusus sangat diperlukan. Sebab, melalui staf khusus ini bisa dituangkan keinginan-keinginan Gubernur yang harus dijalankan SKPD. ''Tugasnya SKPD kan memenuhi janji-janji kampanye  Gubernur. Sehingga melalui staf khusus ini diharapkan lebih memudahkan jalan SKPD dalam capaian tersebut,'' ujar Arsyadi.

 

Dosen Fisin Unlam, Fahrianoor  menjelaskan untuk bisa memahami gaya kepemimpinan Gubernur Kalsel Sahbirin Noor, kepala dinas atau SKPD harusnya dapat memahami dan memaknai visi misi dan janji-janji politik gubernur terpilih untuk lima tahun ke depan

 

“Kalau SKPD ini mampu melaksanakan visi misi dan program kerja dari kepala daerah berarti mereka mampu dalam menjalankan tugasnya. Bila tidak mampu melaksanakan visi misi dan program kerja yang diingin gubernur maka siap-siap saja pejabat diganti atau dimutasi,” ujarnya.

 

Sahbirin memang mempunyai wewenang untuk menganti atau memutasi kepala SKPD apabila pejabat tersebut tidak mampu menjalankan visi dan misi. Meski mempunyai wewenang mengganti dan memutasi, Sahbirin juga harus bersikap profesional dalam menempatkan pejabat pengganti yang baru. Artinya gubernur harus tetap melihat kemampuan dan profesionalisme pejabat baru sebelum ditempatkan. “Orang yang memegang kebijakan adalah orang yang memiliki kemampuan dan profesionalisme,” ujarnya.

 

Untuk melihat kemampuan dan profesionalisme tersebut bisa dilihat dari tingkat kepangkatan untuk PNS, lama bekerja dan aturan sistem kepegawaian. Selain itu, jenjang karir seseorang yang akan menempati jabatan yang baru juga harus diperhatikan. (mof/hni/by/ran)

 


BACA JUGA

Selasa, 31 Maret 2020 19:50
Pemkab Balangan

Pemkab Balangan Lakukan Penyemprotan Disinfektan Massal

PARINGIN - Bupati Balangan beserta jajarannya dan unsur Forkopimda, Selasa…

Selasa, 31 Maret 2020 19:45
PARLEMENTARIA

Legislatif Dukung Pencegahan Penyebaran COVID-19

PARINGIN - Dalam upaya pencegahan penyebaran COVID-19, DPRD kabupaten Balangan…

Selasa, 31 Maret 2020 18:01
BREAKING NEWS

YA ALLAH..! Positif Covid-19 Terkonfirmasi Menjadi 8 Orang

BANJARMASIN - Jumlah kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di Kalsel kembali…

Selasa, 31 Maret 2020 11:19

Ibu Kota Banua Tanpa Karantina Wilayah, "KAMI TAKUT..!"

Disinfeksi digencarkan. Imbauan tinggal di rumah, mencuci tangan dan menjaga…

Selasa, 31 Maret 2020 11:16

Manager ASDP Dituding Halangi Pemeriksaan Corona di Kapal, Gugus Tugas Rekomendasikan Arif Budiman Pindah

Sekda Tanbu H Rooswandi Salem marah-marah di Pelabuhan Samudera Batulicin.…

Selasa, 31 Maret 2020 11:11

5 Positif, Kalsel Pertimbangkan Karantina Wilayah

BANJARMASIN - Tanda-tanda ledakan pasien virus corona di banua mulai…

Selasa, 31 Maret 2020 11:07

Dikuburkan di Balikpapan, Keluarga Bantah Covid-19

BANJARMASIN - Ponpes Tahfidzul Quran Al Ikhsan, Banjarmasin berduka. Pimpinan…

Selasa, 31 Maret 2020 11:05

Dua PDP Banjarbaru Dikonfirmasi Negatif Covid-19

BANJARBARU - Status dua orang PDP (Pasien Dalam Pengawasan) asal…

Selasa, 31 Maret 2020 11:02

Bersandar di Kotabaru, Kapal Bawa ODP dari Sulawesi

KOTABARU - Akhir-akhir ini keresahan warga Kotabaru meningkat. Menyusul beredarnya…

Selasa, 31 Maret 2020 10:54

Hari ini, Rapat Paripurna Tetap Digelar; Kursi Rapat Diberi Jarak

BANJARBARU - Meski di tengah situasi Pandemi Covid-19. Agenda penting…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers