MANAGED BY:
KAMIS
09 APRIL
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | RADAR MUDA | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

HUKUM & PERISTIWA

Selasa, 07 Januari 2020 11:05
TRAGIS..! Taman Giat Tanjung Memakan Korban Jiwa, Bocah Tewas Tersetrum
TRAGIS: Maulidin, bocah yang nyawanya melayang tersetrum aliran listrik yang merembes di pagar Taman Giat Kota Tanjung. Ia bermain bersama beberapa teman, Minggu (5/1) malam, usai salat magrib.

PROKAL.CO, TANJUNG – Pagar di Taman Giat Kota Tanjung menelan korban jiwa. Seorang bocah usia sebelas tahun bernama Muhammad Maulidi, warga Jalan Putri Zaleha Ujung Murung, Kecamatan Murung Pudak tewas kesetrum saat memegang pagar yang diduga teraliri listrik.

Bocah kelas lima SD itu meregang nyawa sesaat bermain petak umpet bersama temannya di taman seberang kantor Bupati Tabalong itu, usai salat magrib. Ketika mencoba bersembunyi, dia malah tersengat listrik.

Peristiwa Minggu (5/1) sekitar pukul 19.00 malam tersebut menggegerkan warga setempat. Teman-teman bermain korban berlarian memberitahun ayah dan ibunya. Mereka langsung syok mendengarnya.

Unit Penanggulangan Bencana Swadaya (UPBS) Ujung Murung menuju lokasi kejadian. Ambulans dikerahkan membawa korban ke Rumah Sakit Umum H Badaruddin Kasim Tanjung untuk dilakukan pertolongan segera.

Sayangnya, Maulidi yang sempat mendapatkan pertolongan menggunakan alat pengejut jantung, tak tertolong lagi. Nyawanya meregang, nafasnya berhenti.

Dari pantauan Radar Banjarmasin, kondisi Taman Giat Kota Tanjung sangat memprihatinkan bagi anak-anak bermain di sana. Tidak hanya masalah kabel yang berseleweran tak aman, namun juga sarana bermain anak yang tersedia sudah banyak yang rusak. Semuanya butuh perhatian pemerintah, sang pemilik.

Cerita sang paman, Rahman, malam itu Maulidi jalan kaki dari rumah ke masjid Ash Shirotol Mustaqim bersama banyak temannya. “Biasanya, malam itu dia (korban) naik sepeda, tapi malah jalan kaki,” katanya, (6/1).

Tidak ada firasat apa pun yang dirasakan keluarga sebelum meninggalnya korban. Tapi, ketika ayah dan ibunya mendengar peristiwa itu, mereka langsung syok berat. Tidak bisa bergerak. Padahal sebelumnya, sang ayah, Rahmidi sempat menyetrika baju seragam sekolah Maulidi.

Rahman sendiri, juga berserta keluarga sudah mengikhlaskan kepergian Maulidi. Namun, agar tidak menelan korban lagi, dia minta perhatian khusus Pemerintah Kabupaten Tabalong untuk membenahi Taman Giat Kota Tanjung. “Itu termasuk kelalaian,” tegasnya.

Meski begitu, dia merasa jajaran pejabat Pemkab Tabalong cukup memberi perhatian. Setidaknya, diantara mereka ada yang melayat ke rumah duka, sekaligus menyalatkan jenazah. “Untuk memberi santunan saya tidak tahu,” imbuhnya.

Sebelum dimakamkan, jenazah Maulidi sempat diminta untuk di-autopsi. Namun pihak keluarga tidak berkenan, karena sudah merelakan kepergiannya.

Saat ini, pagar ruang terbuka hijau tempat bermain anak-anak yang menjadi lokasi korban kesetrum telah diberi garis polisi, sebagai upaya peringatan.

“Korban tersungkur  di tanah dengan posisi tangan masih memegang pagar,” kata Kapolres Tabalong, AKBP M Muchdori melalui Kasat Reskrim, Iptu Matnur.

Dalam kondisi koma, lanjut dia, warga yang menolong lalu membawa ke rumah sakit untuk diberikan perawatan medis. Tetapi, nyawa Maulidi dinyatakan telah melayang oleh tim medis.

Anggota kepolisian pun telah melakukan olah di tempat kejadian perkara (TKP) dengan memasang garis polisi. Perusahaan Listrik Negara (PLN) Cabang Tanjung diminta memadamkan listrik di taman untuk sementara.

Sejumlah pejabat Pemkab Tabalong langsung meninjau lokasi kejadian. Mereka juga mengunjungi keluarga korban, serta melakukan penanggulangan bahaya sementara di Taman Giat Kota Tanjung.
Kepala Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman dan Pertanahan (Disperkimtan) Kabupaten Tabalong, Hj Hamidah Munawaroh mengatakan aliran listrik ke taman sudah dipadamkan.

“Panel listriknya sudah kami matikan semua,” ucapnya.

Selain itu, Disperkimtan juga melakukan rapat koordinasi ke semua pihak terkait, sebagai upaya antisipasi agar peristiwa serupa tak terulang. (ibn/ema)


BACA JUGA

Jumat, 31 Januari 2020 11:41

Ditetapkan Jadi Tersangka Kasus Asusila, Mantan Ketua KPU Banjarmasin Digelandang Aparat

BANJARBARU - Gusti Makmur memenuhi panggilan penyidik Polres Banjarbaru, kemarin…

Jumat, 31 Januari 2020 11:27

Sengketa Warga Antar Baru vs PT Barito Putera Plantation: Warga Serahkan Bukti Kepemilikan

MARABAHAN - Lama tidak terdengar, mediasi sengketa lahan sawit antara…

Jumat, 31 Januari 2020 11:11

Timbun Solar, Samsul dan Syamsuddin Digrebek

BANJARMASIN - Kepolisian Polsek Banjarmasin Utara menggerebek dua rumah di…

Jumat, 31 Januari 2020 11:03

Mabuk Bawa Sajam, Buronan Apes

BANJARMASIN – Jadi buronan selama dua pekan, Taufik Rahman alias…

Jumat, 31 Januari 2020 10:36

Sabirin Terjebak Polisi Menyamar

AMUNTAI - Nasib sial dialami Sabirin (28), warga Desa Harus…

Jumat, 31 Januari 2020 10:34

Korban Berteriak, Anto pun Panik, Dengan Mudah Ia Dikepung Warga

MARABAHAN - Sial masih jauh dari Armina. Warga Desa Sinar…

Jumat, 31 Januari 2020 10:31

Disergap, Pengedar Sabu Tak Berkutik

MARABAHAN - Pengedar narkoba sedikit demi sedikit digulung Sat Res…

Kamis, 30 Januari 2020 11:48

Susahnya Memberantas Indekos Mesum di Kota Idaman: Paket Murah, Sukar Terjamah, Remaja Lajang Tak Bisa Dipidana

Indekos. Bagi mahasiswa, ruang kecil berjuta cerita. Dari mengerjakan tugas,…

Kamis, 30 Januari 2020 10:56

Pengendara Panik ada Razia di Kayutangi, 62 Pemotor Ditilang

BANJARMASIN - Pengendara yang melintasi Jalan Hasan Basry mendadak panik…

Kamis, 30 Januari 2020 10:49

Dua di Jalan, Satu di Toilet; Budak Sabu Barabai Tak Berkutik Diringkus

BARABAI - Ada-ada saja ulah FP (20). Pemuda asal Desa…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers