MANAGED BY:
MINGGU
19 JANUARI
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | RADAR MUDA | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

HUKUM & PERISTIWA

Selasa, 07 Januari 2020 11:14
Sanksinya Terlalu Ringan, Perda Tentang Miras di Tapin Harus Direvisi
TERLALU RINGAN: Bupati Tapin, M Arifin Arpan bersama jajaran memusnahkan barang bukti minuman keras dan alkohol, Senin (6/1). | Foto: Rasidi Fadli/Radar Banjarmasin

PROKAL.CO, RANTAU – Pemberlakuan sanksi pidana terhadap pengedar minuman keras dan alkohol, selama ini memang kurang efektif. Tidak membikin jera dan takut para pelaku. Salah satu solusi, aturan hukumnya harus diubah. Sanksi harus lebih berat dan tegas.

Diakui Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) Satpol PP Tapin, Yus Sudarmanto, selama ini sidang tindak pidana ringan (Tipiring) bagi pengedar minuman keras dan alkohol, kurang efektif.

"Karena, saat sidang hanya dikenakan denda yang sangat ringan," ucapnya, usai pemusnahan barang bukti 30 botol miras dan 49 botol alkohol 70 persen, Senin (6/1) di Lapangan Dwi Dharma Rantau.

Bahkan, pengedarnya hanya bisa ditindak berupa kurungan penjara, kalau sudah melaksanakan kasus yang sama selama tiga kali berturut-turut. Itupun hukumannya hanya satu bulan saja.

"Untuk itu, Perda yang mengatur masalah ini perlu direvisi. Agar hukuman bagi pengedar bisa diperberat. Supaya mereka jera. Kalau bisa, tidak hanya pengedar yang ditindak, tapi pemakainya bisa juga ditindak," usulnya.

Hal ini cukup beralasan. Selama ini banyak kasus perkelahian, hingga menyebabkan korban maupun pelakunya meninggal, karena pengaruh minuman keras.

"Kalau kasus sabu itu merusak diri sendiri saja. Namun, miras dan alkohol bisa merugikan orang lain," ujarnya.

Dalam merevisi peraturan daerah itu, lanjut dia, semua pihak perlu duduk bersama. Baik Satpol PP,  kepolisian, kejaksaan dan anggota dewan.

Bupati Tapin, M Arifin Arpan sendiri siap mendukung kalau memang Perda Tipiring perlu direvisi. Sebelumnya, ia meminta Satpol PP lebih intens untuk menggelar razia. Kalau perlu selalu libatkan aparat kepolisian.

"Sementara perda belum direvisi, kita pakai dulu yang ada. Tapi lebih giat lagi dalam bertindak," tegasnya. (dly/ema)


BACA JUGA

Minggu, 19 Januari 2020 00:44

Dugaan Tindakan Asusila, KPU Kalsel Bakal Panggil Gusti Makmur

BANJARMASIN - Kabar dugaan tindakan asusila yang dilakukan oleh Ketua…

Minggu, 19 Januari 2020 00:38

Perkantoran Gubernur Dikepung, Ratusan Pembalap Liar Ditilang

BANJARBARU - Deru suara knalpot motor terdengar saling bersahutan di…

Minggu, 19 Januari 2020 00:32

Piton Tertangkap, Plafon Hancur

BANJARMASIN - Warga Teluk Dalam geger. Ular piton sepanjang 3,2…

Minggu, 19 Januari 2020 00:24

Motor Curian, Digadaikan

BANJARMASIN - M Firdaus (27) dan Ahmad Fauzi (40) harus…

Jumat, 17 Januari 2020 12:01

Jarang Razia di Pertigaan Tower, Banyak Pengendara yang Santai Melanggar

BANJARMASIN - Satlantas Polresta Banjarmasin menggelar razia di pertigaan lampu…

Jumat, 17 Januari 2020 10:45

Pencuri Spesialis Rumah Kosong Dibekuk, Mengaku 15 Kali, Beralasan Lupa Lokasi

BANJARMASIN - Satreskrim Polresta Banjarmasin membekuk pelaku pencuri spesialis rumah…

Jumat, 17 Januari 2020 10:22

Kawanan Pembobol Rumah Diringkus, Hasil Curian Dijual Online

BANJARBARU - Kejadian pembobolan rumah di Kota Banjarbaru masih marak.…

Jumat, 17 Januari 2020 09:34

Komplotan Pencuri Sarang Burung Dibekuk

KANDANGAN – Komplotan pencuri sarang burung walet yang sering beraksi…

Jumat, 17 Januari 2020 09:33

Pengedar Sabu Daha Diringkus

KANDANGAN – Dua pengedar sabu, tak berkutik saat personel Polsek…

Kamis, 16 Januari 2020 09:31

BUKAN MUHRIM..! Mahasiswa Terjaring Ngamar

BANJARMASIN - Sejumlah hotel kelas melati, guest house, dan rumah…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers