MANAGED BY:
KAMIS
09 APRIL
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | RADAR MUDA | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

FEATURE

Selasa, 07 Januari 2020 14:32
Masih Ada Kasus Pasien Miskin Tak Bisa Pulang: RS Ulin Minta Rp43 Juta, Anita Bingung
TERBARING LEMAH: Kondisi Sigit, suami Anita, belum stabil. Rencananya akan ada operasi kedua. Tapi biaya operasi pertama saja tak sanggup dibayar keluarga. | FOTO: ANITA FEBRIANI SAFITRI FOR RADAR BANJARMASIN

PROKAL.CO, Anita Febriani Safitri kebingungan. Suaminya tak bisa pulang dari Rumah Sakit Ulin. Ibu dua anak ini kebingungan mencari uang puluhan juta rupiah untuk melunasi biaya operasi suaminya.

-- Oleh: MAULANA, Banjarmasin --

SUAMINYA bernama Sigit Setiawan, 31 tahun. Memiliki KTP Samarinda, Kaltim, ia sekarang tinggal di alamat istrinya di Jalan Kemasan Dalam RT 01 RW 01 Kelurahan Barabai Selatan Kabupaten Hulu Sungai Tengah.

Pangkal masalah, tak satu lembar kartu jaminan kesehatan pun ia miliki. Contoh BPJS Kesehatan. Sampai sekarang, Sigit masih terbaring lemah di Ruang Tulip. Kondisinya belum stabil.

"Kata dokter, suami saya mengalami pembengkakan di kepala. Bengkaknya sudah melebihi ukuran tengkoraknya," kata perempuan 34 tahun itu, (6/1).

Selama sepekan, suaminya mendapat penanganan medis di Ulin. Sabtu (30/12) lalu suaminya masuk rumah sakit. Akibat mengalami kecelakaan kerja saat mengangkut barang.

Sigit perlu dioperasi dan sudah terlaksana. Selepas masa kritis, Anita dibuat pusing oleh biaya pengobatan. "Tadi menerima kabar, biayanya mencapai Rp43 juta. Sudah termasuk operasi, ruangan ICU, dan lainnya," sebutnya lirih.

"Masa kritis sudah lewat, tapi masih trauma. Operasi ini baru pertama, rencananya masih ada yang kedua. Saya belum bisa memikirkan biaya operasi lanjutan itu," jelasnya.

Anita bingung mau kemana. Karena kecelakaan kerja itu bukan terjadi di perusahaan. Sigit cuma buruh angkut alias kuli. Biasa menjual tenaganya di kawasan pertokoan dan pasar di Barabai.

Lewat bantuan sejumlah relawan emergency, terkumpul sumbangan Rp1,2 juta. Jelas jauh dari kata cukup.

"Saya punya keluarga, tapi mereka juga bukan orang berpunya. Dan sebelum dirujuk ke Ulin, sempat ditangani rumah sakit di Barabai. Cuma ada bantuan dari teman-teman kerjanya dan pedagang di sana," kisahnya.

Jadi, apa yang diharapkan Anita? Dia berharap ada keringanan biaya dari rumah sakit.

"Hari ini sudah diizinkan pulang. Tapi saya masih harus mencari uang itu. Saya meminta pihak rumah sakit bisa bijaksana. Alhamdulillah, besok mereka mau diajak bertemu," jawabnya.

Sementara itu, Koordinator Lapangan Relawan Informasi Emergency Relawan Tersembunyi (IERT), Ima mengaku sempat kaget mendengar nominal yang dipinta rumah sakit.

"Kami hanya mendapat waktu empat hari untuk menggalang dana di jalan raya. Apalagi hujan terus, jadi tak maksimal. Semoga ada hati dermawan yang terketuk setelah mengetahui kisah ini," kata Ima.

Dikonfirmasi terpisah, Humas RSUD Ulin Iyan Setiawan, berjanji akan mengecek kondisi pasien. "Kami cek dulu data pasien dan kebenaran cerita itu," ujarnya. (fud/ema)


BACA JUGA

Rabu, 08 April 2020 12:02

Di Era Physical Distancing, Pangkas Rambut Legendaris ini Coba Bertahan

WHO menetapkan COVID-19 sebagai pandemi global, beberapa waktu lalu. Hal…

Selasa, 07 April 2020 11:56

Dilema Dokter Gigi Buka Praktik di Musim Corona

Dokter gigi salah satu yang rawan terpapar Covid-19. Tak seperti…

Selasa, 07 April 2020 11:04

Good News dari Pandemi: SMK 5 Produksi Visor untuk Tenaga Medis

Minimnya alat pelindung diri (APD) bagi tenaga medis, menggelisahkan banyak…

Senin, 06 April 2020 11:26

Kala Video Ayah dan Balita Viral di Tengah Pandemi; Berawal dari Iseng, Diputar TV Nasional

Dalam sepekan terakhir, warga Banua sedang diramaikan dengan salah satu…

Minggu, 05 April 2020 09:30

Cerita Dokter dan Perawat di Era Corona; Lebih Sibuk, Kini Mandi pun di Rumah Sakit

Dokter dan perawat berada di garis terdepan dalam melawan virus…

Minggu, 05 April 2020 09:13

Program Acil Asmah; Belanja Sayur Bisa Lewat WhatsApp

Banyak cara untuk meringankan beban warga di tengah pandemi. Salah…

Kamis, 02 April 2020 14:56

Sibuknya Peserta dan Alumni Pelatihan Menjahit Saat Pandemi

Akibat Covid-19, masker bedah dipasaran menjadi langka. Untuk menyiasati itu,…

Rabu, 01 April 2020 13:05

Kala Dokter Menginisiasi Produksi APD Secara Mandiri; Libatkan Guru, Anak SMK hingga Tukang Ojek

Minimnya ketersediaan alat pelindung diri (APD) untuk para tenaga medis…

Senin, 30 Maret 2020 12:36

Berita Baik di Tengah Pandemi Corona: Barista Kopi Dibalik Gerakan Pasang Keran Gratis

Dalam perang melawan wabah, Anda tak perlu menunggu menjadi hartawan…

Jumat, 27 Maret 2020 11:51

Fenomena Takhayul Pesisir Kalsel di Tengah Corona

Optimisme beberapa pejabat pemerintah, yang percaya warga akan disiplin tanpa…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers