MANAGED BY:
KAMIS
09 APRIL
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | RADAR MUDA | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

FEATURE

Rabu, 08 Januari 2020 11:43
Karir Politiknya Jadi Objek Penelitian Skripsi, Rudy Resnawan Langsung Datang Sebagai Penguji
BIOGRAFI: Wakil Gubernur Kalsel Rudy Resnawan bersama Sri Wahyuni, seusai diseminasi skripsi terbuka di aula rektorat, kemarin. | FOTO: JAMALUDDIN/RADAR BANJARMASIN

PROKAL.CO, Mahasiswi FKIP Prodi Studi Pendidikan IPS Universitas Lambung Mangkurat, Sri Wahyuni beruntung. Skripsinya langsung diuji Wakil Gubernur Kalsel Rudy Resnawan dalam diseminasi terbuka di aula rektorat, kemarin (7/1) pagi.

-- Oleh: JAMALUDDIN, Banjarmasin --

SRI Wahyuni menulis skripsi tentang kehidupan Rudy Resnawan. Sejak masa kecil hingga perjalanannya menjadi wagub.

Inspirasi datang dari sepak terjang politik Rudy. Lelaki 58 tahun itu pernah menjabat sebagai Wali Kota Banjarbaru pada dua periode, 2000-2005 dan 2005-2010.

Rudy juga dua kali menjadi wagub. Pertama berpasangan dengan Rudy Ariffin pada periode 2010-2015. Lalu bersama Sahbirin Noor dari tahun 2015 sampai sekarang.

Nama Rudy bahkan diabadikan menjadi gedung olahraga terbesar di Jalan Trikora, Banjarbaru. Sulit memungkiri pengaruh tokoh kelahiran Amuntai ini. Terutama bagi masyarakat Banjarbaru.

"Menarik. Karena beliau bisa memenangi kontestasi politik selama empat periode berturut-turut. Ini yang saya gali dalam skripsi ini," kata Ayu, sapaan akrabnya.

Tak mudah mengumpulkan data biografi Rudy. Sebelumnya, Ayu harus melewati beberapa tahapan agar bisa bertemu orang nomor dua di Banua tersebut.

Penelitian sudah ia mulai sejak Juli 2019 silam. "Ada beberapa surat izin yang harus saya pegang untuk bisa bertemu beliau. Sudah punya izin pun tak bisa bertemu langsung. Harus buat janji dulu sama ajudannya," kata mahasiswi kelahiran 4 Mei 1998 itu.

Dari sejumlah wawancara, ada beberapa kesimpulan yang Ayu tarik. Bahkan, ia masukkan dalam pelajaran IPS di sekolah. Dia ajarkan ke SMPN 6 Banjarmasin. Tanggapan dari siswa pun beragam.

"Dari hasil penelitian ini, saya mendapatkan enam nilai pada sosok Rudy. Yaitu religius, komunikatif, disiplin, bertanggungjawab, inovatif, dan rendah hati. Inilah yang saya ajarkan kepada para siswa," kata mahasiswi asal Tanah Bumbu itu.

Hasilnya, Ayu dinyatakan lulus. IPK-nya mencapai 3,75. Tapi yang paling membuatnya bangga bisa menuntaskan kuliah dalam waktu hanya 3,5 tahun.

Dia berharap bisa memotivasi teman-teman mahasiswa lainnya. "Alhamdulillah. Terima kasih kepada orang tua, para dosen, dan tentu Pak Rudy," pungkasnya.

Lalu, bagaimana komentar Rudy? Dia mengaku terkesan. FKIP berani menjadikan tokoh-tokoh lokal sebagai objek penelitian. Hingga mengundangnya sebagai penguji tamu.

"Saya penguji tamu sekaligus narasumber skripsi. Ujiannya sudah ada para dosen. Saya untuk penyempurnaan materi, mengingat skripsinya terkait riwayat hidup saya sendiri," jelasnya.

Setelah membaca skripsi tersebut, Rudy memberikan kredit positif. "Tulisannya menarik, lalu diaplikasikan ke pelajaran IPS. Selama ilmiah, tak masalah. Buktinya Sri bisa lulus," tambahnya.

Sementara itu, koordinator prodi, Prof Ersis Warmansyah Abbas mengatakan, terobosan semacam ini penting. Mengingat kampus terlalu banyak berkutat pada teori. Penelitian Rudy baru langkah awal.

"Secara keilmuan, kami bimbing di kampus. Lalu mahasiswa terjun meneliti. Baru dicek di depan umum kebenarannya. Kalau misalkan ada kekeliruan, narasumber akan merespons. Kami tidak mau skripsi hanya untuk disimpan di rak perpustakaan," tegas Ersis. (fud/ema)

loading...

BACA JUGA

Rabu, 08 April 2020 12:02

Di Era Physical Distancing, Pangkas Rambut Legendaris ini Coba Bertahan

WHO menetapkan COVID-19 sebagai pandemi global, beberapa waktu lalu. Hal…

Selasa, 07 April 2020 11:56

Dilema Dokter Gigi Buka Praktik di Musim Corona

Dokter gigi salah satu yang rawan terpapar Covid-19. Tak seperti…

Selasa, 07 April 2020 11:04

Good News dari Pandemi: SMK 5 Produksi Visor untuk Tenaga Medis

Minimnya alat pelindung diri (APD) bagi tenaga medis, menggelisahkan banyak…

Senin, 06 April 2020 11:26

Kala Video Ayah dan Balita Viral di Tengah Pandemi; Berawal dari Iseng, Diputar TV Nasional

Dalam sepekan terakhir, warga Banua sedang diramaikan dengan salah satu…

Minggu, 05 April 2020 09:30

Cerita Dokter dan Perawat di Era Corona; Lebih Sibuk, Kini Mandi pun di Rumah Sakit

Dokter dan perawat berada di garis terdepan dalam melawan virus…

Minggu, 05 April 2020 09:13

Program Acil Asmah; Belanja Sayur Bisa Lewat WhatsApp

Banyak cara untuk meringankan beban warga di tengah pandemi. Salah…

Kamis, 02 April 2020 14:56

Sibuknya Peserta dan Alumni Pelatihan Menjahit Saat Pandemi

Akibat Covid-19, masker bedah dipasaran menjadi langka. Untuk menyiasati itu,…

Rabu, 01 April 2020 13:05

Kala Dokter Menginisiasi Produksi APD Secara Mandiri; Libatkan Guru, Anak SMK hingga Tukang Ojek

Minimnya ketersediaan alat pelindung diri (APD) untuk para tenaga medis…

Senin, 30 Maret 2020 12:36

Berita Baik di Tengah Pandemi Corona: Barista Kopi Dibalik Gerakan Pasang Keran Gratis

Dalam perang melawan wabah, Anda tak perlu menunggu menjadi hartawan…

Jumat, 27 Maret 2020 11:51

Fenomena Takhayul Pesisir Kalsel di Tengah Corona

Optimisme beberapa pejabat pemerintah, yang percaya warga akan disiplin tanpa…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers