MANAGED BY:
MINGGU
23 FEBRUARI
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | RADAR MUDA | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

BANUA

Kamis, 09 Januari 2020 07:07
PKL Handil Bakti, Bersiaplah...

2 Km Jalan Trans Handil Dilebarkan

PELEBARAN: Kawasan Handil Bakti akan dilebarkan dalam waktu dekat menjadi 4 lajur. Rencananya para PKL yang berada di sepanjang kawasan Handil Bakti akan direlokasi ke Pasar Terminal.

PROKAL.CO, BANJARMASIN – Balai Besar Pelaksana Jalan Nasional (BBPJN) Wilayah XI Kalimantan tahun ini kembali melanjutkan pelebaran Jalan Nasional di kawasan Handil Bakti, Barito Kuala. Pelebaran jalan lanjutan tahun ini sepanjang 2 kilometer. 

Area yang akan terkena imbas adalah kawasan muara Handil Bakti. Yakni di kawasan PKL. Kabarnya, relokasi PKL ini dalam waktu dekat akan dilaksanakan. PKL akan dipindah tak jauh dari area yang ada. Yakni di Pasar Terminal tak jauh dari tempat sebelumnya.

BBPJN Wilayah XI Kalimantan sendiri sudah menganggarkan sekitar Rp50 miliar untuk melanjutkan pelebaran jalan di sana. Kepala Satuan Kerja Pelaksanaan Jalan Nasional Wilayah I Kalsel (Satker PJN Wil I Kalsel) Budianto mengungkapkan, saat ini pihaknya tengah berkordinasi dengan Pemprov Kalsel dan Pemkab Batola untuk memulai pekerjaan.

Soal titik jalan yang akan dilakukan pelebaran, Budi menerangkan akan dimulai dari turunan Jembatan Sungai Alalak hingga persimpangan Sungai Serapat. “Targetnya hingga simpang empat serapat menjadi 4 lajur,” terang Budi.

Saat ini, di beberapa ruas di kawasan tersebut masih ada yang 2 lajur. Padahal, di jalur tersebut sebagai akses antarprovinsi yang tak hanya dilewati kendaraan kecil. Namun dilintasi pula angkutan bermuatan besar. “Ini lanjutan sebelumnya. Kami ingin lahan klir. Jadi bisa dikerjakan langsung,” tukasnya.

Tak hanya dilakukan pengerasan, tahun ini pula ruas jalan tersebut dilakukan pengaspalan. Pelebaran ruas jalan yang berada dekat dengan turunan Jembatan Sungai Alalak harus dilakukan. Pasalnya, untuk mengimbangi kendaraan yang melintas di jembatan tersebut. “Sesuai target kami, semua struktur sampai pengaspalan,” katanya.

Ketika Jembatan Sungai Alalak rampung, ruas jalan di sekitar pun akan turut lebar. BBPJN sudah memiliki rancangan luas jalan di sana. Lebarnya sekitar 15 meter. “Sejatinya ruas jalan nasional memiliki lebar mencapai 15 meter. Ini yang kami inginkan,” tandasnya.

Hanafi, salah seorang warga Handil Bakti mengharapkan pekerjaan ini cepat dilaksanakan. Pasalnya, semakin hari di kawasan tersebut sudah tak ketulungan macetnya. Apalagi sebutnya, ketika jam kerja macetnya tambah parah. “Warga Handil Bakti terus bertambah. Sementara, akses jalan masih seperti ini. Mudah-mudahan semakin lebar sehingga tak menimbulkan kemacetan lagi,” harapnya.

Sementara, penampungan tempat baru untuk pedagang kaki lima (PKL) Handil Bakti sudah selesai dibangun Pemkab Batola. Namun, belum ada satu pun pedagang yang menempati.  Satpol PP Kabupaten Batola sendiri masih belum bergerak untuk menertibkan para PKL di kawasan pinggir jalan. Buktinya, puluhan bahkan ratusan PKL masih menempati Jalan Trans Kalimantan, Handil Bakti tersebut.

Saat ini mereka masih bebas berjualan tanpa adanya larangan. Sebelumnya, Pemkab Batola melalui Disperindag sudah melakukan sosialisasi soal relokasi PKL ini. Kasatpol PP Batola, Anjar Wijaya, mengatakan, lantaran belum ada arahan dari dinas terkait, sampai saat ini pihaknya belum menertibkan. “Kami belum menerima arahan dari Diskoperindag untuk menertibkan para PKL,” ujarnya.

Dia menegaskan, apabila sudah ada arahan, pihaknya akan bertindak dengan cepat. Semua PKL harus pindah ke los yang disediakan. Dan apabila masih mengabaikan, pihaknya akan melakukan bongkar paksa bangunan pedagang. “Mereka secara tidak langsung pasti pindah. Hal ini berkaitan dengan program pelebaran jalan oleh BBPJN Wilayah XI Kalimantan,” ujarnya.

Sementara, Dinas Koperasi Perindustrian dan Perdagangan Batola sudah menyiapkan tempat berjualan baru untuk PKL. Jumlahnya sebanyak 160 los yang disediakan. “Kami masih memikirkan nasib pedagang. Kami juga sudah melakukan sosialisasi agar para PKL menempati los yang disediakan sekarang,” ujar Kepala Dinas Koperasi Perindustrian dan Perdagangan Batola, Purkan sembari menegaskan los tersebut khusus untuk relokasi PKL yang tergusur.

Purkan menyebut, keengganan para pedagang untuk direlokasi sekarang, lantaran pekerjaan belum dimulai. “PKL bersedia pindah apabila proyek pelebaran jalan sudah mulai dikerjakan,” terangnya.

Lantas bagaimana tanggapan PKL? Yuni dan Anang, salah satu pedagang buah di kawasan Handil Bakti, tak jauh dari Terminal Handil Bakti ini, mengaku siap untuk mengikuti permintaan pemerintah. Namun, ia masih menunggu kapan harus diperintahkan untuk berpindah tempat.

"30 Desember 2019 tadi kami diundang oleh pihak kecamatan dan disampaikan kalau kepastian pembongkaran belum ada. Tapi yang saya dengar beberapa bulan lagi akan dieksekusi," ungkap Yuni. Namun apapun itu, dia sendiri mengaku sudah siap. Los di Pasar Terminal Handil Bakti sebagai tempat relokasi pun sudah ada.

"Kabarnya pembongkaran dari arah hulu sana dahulu, dekat sate Tegal atau tak jauh dari eks kantor Kecamatan Alalak, baru bergeser ke arah pedagang disini. Ya menunggu waktu saja, kalau saya menurut saja," aku Yuni dan Anang.

Sementara Ari, salah satu pedagang Burjo, mengaku pasrah. Tempat yang dia sewa tak akan diperpanjang lagi. "Ya mau bagaimana lagi, jika sampai waktunya akan dibongkar kami siap saja. Untuk sementara ini kami belum punya tempat. Kabar yang saya dapat jika habis Lebaran akan dibongkar untuk wilayah kami ini, dan yang duluan di arah ke Marabahan itu," sebutnya.

Rencananya dia hendak berpindah ke seberang jalan. Namun, harapan itu sulit karena pemilik tokonya tak memberikan izin untuk disewa. "Ya rencana mau jualannya menggunakan mobil pikap. Mangkalnya masih seputaran di sini dan mencari tempat yang memang diizinkan. Kalau berjualan ke los penampungan itu berat, karena dagangan seperti saya ini harus keliatan  di tepi Jalan, " ungkapnya.  (mof/bar/lan/ema)

 

Proyek Pelebaran Jalan Trans Handil Bakti
- Pelebaran lanjutan sepanjang 2 kilometer
- Lebar jalan mencapai 15 meter dengan 4 lajur
- Anggaran disediakan Rp5 miliar
- Pemkab Batola menyiapkan 160 los baru untuk relokasi PKL

 


BACA JUGA

Sabtu, 22 Februari 2020 17:13

Dewan Gali Raperda Perlindungan Hukum Tenaga Kerja

PARINGIN – Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Balangan,…

Sabtu, 22 Februari 2020 14:00

Haru-Tawa, Forkopimda Sambut Kapolres HSU AKBP Pipit dan Lepas AKBP Ahmad Arif

AMUNTAI -- Acara kenal pamit berlangsung hari di halaman Polres…

Sabtu, 22 Februari 2020 12:00

Guru Zuhdi: Jangan Saling Menghina dan Mengganggu

MARTAPURA - Gubernur Kalimantan Selatan H Sahbirin Noor mengajak segenap…

Sabtu, 22 Februari 2020 11:58

Akhirnya, Pilgub Tanpa Calon Perseorangan

BANJARMASIN – Pemilihan Gubernur Kalsel tahun ini, dipastikan tak ada…

Sabtu, 22 Februari 2020 11:54

MALU-MALU..! Koalisi Pilgub Masih Abu-abu

BANJARMASIN - Meski sudah mencukupi syarat kursi di DPRD Kalsel,…

Sabtu, 22 Februari 2020 11:51
HAUL ABAH GURU SEKUMPUL KE-15

Bersiap Sambut Dua Juta Umat, Siapkan RS Lapangan di Sekumpul

MARTAPURA – Haul Abah Guru Sekumpul agenda terbesar melibatkan lintas…

Sabtu, 22 Februari 2020 11:46

Jalan Aida ke Senayan Terbuka

BANJARMASIN - Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) telah mengumumkan sejumlah…

Sabtu, 22 Februari 2020 11:35

MELELAHKAN..! Jalur Perseorangan Tertatih Kumpulkan Dukungan

KOTABARU - Bakal calon Bupati jalur perseorangan Kotabaru, Burhanudin, keteteran…

Sabtu, 22 Februari 2020 11:33

Pasangan MK-ZA Mendaftar di Tanbu

BATULICIN - Pasangan Hj Mila Karmila dan Zainal Arifin (MK-ZA)…

Sabtu, 22 Februari 2020 11:30

Dari Tiktok, Ungkap Prostitusi Online Anak di Banjarbaru

BANJARBARU - Berawal dari video Tiktok yang viral tersebar di…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers