MANAGED BY:
JUMAT
24 JANUARI
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | RADAR MUDA | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

FEATURE

Sabtu, 11 Januari 2020 08:49
Terasing di Musim Hujan, Mau Pulang Tipis Kemungkinan

Cerita Warga Trans Lajar Papuyuan Menghadapi Kepungan Air

DIKELILINGI AIR: Suasana pemukiman di kawasan trans Lajar-Pupuyuan di Kecamatan Lampihong dikelilingi air.

PROKAL.CO, Sepuluh tahun menghuni wilayah transmigrasi di Desa Lajar-Pupuyuan, Kecamatan Lampihong, Kabupaten Balangan, warga di sana hampir menyerah dengan keadaan. Pemukiman yang dikelilingi air membuat mati akal.

=======================

WAHYUDI, Balangan.

======================

MUSIM hujan yang menyapa setiap tahunnya, selalu membawa perasaan waswas bagi warga trans yang bermukim di wilayah Desa Lajar-Pupuyuan, Kecamatan Lampihong, Kabupaten Balangan. Sebagai daerah yang memiliki daratan terendah di Kecamatan Lampihong, tak heran jika kawasan trans Matang Hanau - Pupuyuan yang dihuni sekitar 200 kepala keluarga itu menjadi tempat penampungan air.

Saat musim hujan ketinggian air mencapai sepinggang orang dewasa. Saat musim kemarau pun meski tidak tinggi, namun tetap saja eks kawasan transmigrasi tersebut terendam dan dikelilingi air. Baru-baru tadi pemerintah daerah setempat memang sudah melakukan pengerukan sungai untuk memperlancar arus air.

Namun, pembuangan air yang tidak jelas, membuat banjir tetap tak bisa terhindarkan bila memasuki musim hujan. “Rasanya sedih, kami serasa terasingkan. Tidak bisa berbuat apa-apa,” keluh Aud, warga setempat kepada wartawan saat berkunjung ke sana, Rabu (8/1) kemarin.

Air yang merendam sepanjang tahun tak jarang menjadi penghalang utama dan memaksa warga mencari alternatif usaha lain. Diakui warga asal Jawa Barat ini, selalu ada program pemerintah untuk memberdayakan warga trans Lajar-Pupuyuan. Namun, semuanya terhenti di tengah jalan saat musim hujan tiba.

Sempat bernafas lega dengan modal mesin daur ulang kertas bantuan dari pemerintah, serta banyak menerima orderan dari perusahaan.  Namun, akses jalan yang putus dalam waktu lama lantaran terendam air membuat usaha itu pun kemudian gulung tikar.

Gudang serta peralatan daur ulang kertas terbengkalai. Tumpukan kertas bekas menggunung, kesannya pun seperti bangunan tua yang dihuni oleh makhluk-makhluk astral. Warga mencari peluang usaha lain dengan berkebun sayur-sayuran, sempat juga berkebun sawit.

Namun, kelebihan debit air rawa yang asam, kembali menjadi penyebab tanaman yang ditanam kemudian layu dan tak bisa dipanen. Warga lainnya, Sri, mengaku pasrah saja. Ia hanya mengharap perhatian lebih dari pemerintah untuk menemukan jalan keluar dari penderitaan warga trans yang sudah dijalani selama bertahun-tahun tersebut. “Mau pulang kampung sudah tipis kemungkinan. Bertahan di sini ya begini, tidak ada kemajuan. Hidup segan mati tak mau,” keluhnya.

Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Balangan, Syarwani saat dikonfirmasi, Kamis (9/1), mengatakan, saat ini pihaknya masih mempelajari kondisi trans Matang Hanau–Pupuyuan ini. Ia sendiri baru dua bulan menjabat di Disnakertrans Balangan.

“Kita akan pelajari dulu bagaimana anggaran 2020 ini. Kalau memang ada yang mengarah ke pembinaan warga trans di sana, maka akan kita maksimalkan. Mungkin salah satunya dengan memberi pelatihan di Balai Latihan Kerja (BLK) bagi sebagian warganya,” ujar Syarwani.

Ditambahkan Kabid Transmigrasi Disnakertrans Balangan, Arbain, terkait pembuangan air di wilayah trans, seharusnya melibatkan pihak pemerintah provinsi. Karena, kata dia, pembuangan air hanya bisa dilakukan ke wilayah Kabupaten Tabalong. Sementara Pemkab Balangan tidak punya wewenang atas hal itu. (by/bin)


BACA JUGA

Kamis, 23 Januari 2020 10:26

Prahara Penanganan Fenomena Remaja Ngelem di Kota Idaman

Bukan tergolong narkoba. Tapi efeknya sangat berbahaya. Lem bak primadona.…

Kamis, 23 Januari 2020 09:31

Mengenal Lebih Dekat Organisasi Bikers Brotherhood 1% MC Chapter Banjarbaru

Klub, komunitas atau organisasi penggeber roda dua di Banua terus…

Senin, 20 Januari 2020 07:56

Kopdar Bareng Komunitas Youtuber Borneo: Jadi Wadah Belajar dan Bermain

Berangkat dari siring Patung Bekantan, kemarin (19/1) pagi, sebanyak 40…

Jumat, 17 Januari 2020 11:48

Heboh Mobil Sport Lamborghini Hurican di Jalanan Barabai

Kalau super car Lamborghini melesat di jalan tol, mungkin sudah…

Jumat, 17 Januari 2020 11:41

Maraknya Serangan Peretas ke Situs Pemerintah, Pakar: Jangan Rilis Website Terburu-Buru

Pemerintah mulai kewalahan dengan ulah para peretas. Mereka menyerang situs-situs…

Kamis, 16 Januari 2020 10:05

Upaya Pengendalian Banjir di Cempaka: Warga Masih Tak Rela Penataan Menghapus Kenangan

Hujan memang kerap dijadikan alasan. Namun terlepas dari faktor alam.…

Kamis, 16 Januari 2020 09:57

SDN 4 Haruyan Dayak, Sekolah dengan Medan Terjal di Hunjur Meratus

Harapan masyarakat Desa Haruyan Dayak, akhirnya terwujud. Fasilitas pendidikan bertambah.…

Rabu, 15 Januari 2020 11:50

Hanya Coba-coba, Eh Berhasil, Ternyata Lahan Eks Tambang Bisa Dimanfaatkan

Bagi sebagian orang lahan eks tambang sulit untuk dimanfaatkan. Tapi,…

Minggu, 12 Januari 2020 10:58

TYPO BIKIN HEBOH..! Kepala Desa Salah Ketik Volume Air, Ratusan Pelajar Dievakuasi

Agar informasi bisa langsung tersampaikan, kecepatan mungkin adalah kunci. Namun,…

Minggu, 12 Januari 2020 10:38

Bangga Disebut Anak Banua, Dari TNI AU Terbang ke Dunia Entertainment

Setelah sukses dengan single pertamanya 'Ingin Bersamamu' pada tahun 2017…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers