MANAGED BY:
KAMIS
09 APRIL
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | RADAR MUDA | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

FEATURE

Sabtu, 11 Januari 2020 08:49
Terasing di Musim Hujan, Mau Pulang Tipis Kemungkinan

Cerita Warga Trans Lajar Papuyuan Menghadapi Kepungan Air

DIKELILINGI AIR: Suasana pemukiman di kawasan trans Lajar-Pupuyuan di Kecamatan Lampihong dikelilingi air.

PROKAL.CO, Sepuluh tahun menghuni wilayah transmigrasi di Desa Lajar-Pupuyuan, Kecamatan Lampihong, Kabupaten Balangan, warga di sana hampir menyerah dengan keadaan. Pemukiman yang dikelilingi air membuat mati akal.

=======================

WAHYUDI, Balangan.

======================

MUSIM hujan yang menyapa setiap tahunnya, selalu membawa perasaan waswas bagi warga trans yang bermukim di wilayah Desa Lajar-Pupuyuan, Kecamatan Lampihong, Kabupaten Balangan. Sebagai daerah yang memiliki daratan terendah di Kecamatan Lampihong, tak heran jika kawasan trans Matang Hanau - Pupuyuan yang dihuni sekitar 200 kepala keluarga itu menjadi tempat penampungan air.

Saat musim hujan ketinggian air mencapai sepinggang orang dewasa. Saat musim kemarau pun meski tidak tinggi, namun tetap saja eks kawasan transmigrasi tersebut terendam dan dikelilingi air. Baru-baru tadi pemerintah daerah setempat memang sudah melakukan pengerukan sungai untuk memperlancar arus air.

Namun, pembuangan air yang tidak jelas, membuat banjir tetap tak bisa terhindarkan bila memasuki musim hujan. “Rasanya sedih, kami serasa terasingkan. Tidak bisa berbuat apa-apa,” keluh Aud, warga setempat kepada wartawan saat berkunjung ke sana, Rabu (8/1) kemarin.

Air yang merendam sepanjang tahun tak jarang menjadi penghalang utama dan memaksa warga mencari alternatif usaha lain. Diakui warga asal Jawa Barat ini, selalu ada program pemerintah untuk memberdayakan warga trans Lajar-Pupuyuan. Namun, semuanya terhenti di tengah jalan saat musim hujan tiba.

Sempat bernafas lega dengan modal mesin daur ulang kertas bantuan dari pemerintah, serta banyak menerima orderan dari perusahaan.  Namun, akses jalan yang putus dalam waktu lama lantaran terendam air membuat usaha itu pun kemudian gulung tikar.

Gudang serta peralatan daur ulang kertas terbengkalai. Tumpukan kertas bekas menggunung, kesannya pun seperti bangunan tua yang dihuni oleh makhluk-makhluk astral. Warga mencari peluang usaha lain dengan berkebun sayur-sayuran, sempat juga berkebun sawit.

Namun, kelebihan debit air rawa yang asam, kembali menjadi penyebab tanaman yang ditanam kemudian layu dan tak bisa dipanen. Warga lainnya, Sri, mengaku pasrah saja. Ia hanya mengharap perhatian lebih dari pemerintah untuk menemukan jalan keluar dari penderitaan warga trans yang sudah dijalani selama bertahun-tahun tersebut. “Mau pulang kampung sudah tipis kemungkinan. Bertahan di sini ya begini, tidak ada kemajuan. Hidup segan mati tak mau,” keluhnya.

Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Balangan, Syarwani saat dikonfirmasi, Kamis (9/1), mengatakan, saat ini pihaknya masih mempelajari kondisi trans Matang Hanau–Pupuyuan ini. Ia sendiri baru dua bulan menjabat di Disnakertrans Balangan.

“Kita akan pelajari dulu bagaimana anggaran 2020 ini. Kalau memang ada yang mengarah ke pembinaan warga trans di sana, maka akan kita maksimalkan. Mungkin salah satunya dengan memberi pelatihan di Balai Latihan Kerja (BLK) bagi sebagian warganya,” ujar Syarwani.

Ditambahkan Kabid Transmigrasi Disnakertrans Balangan, Arbain, terkait pembuangan air di wilayah trans, seharusnya melibatkan pihak pemerintah provinsi. Karena, kata dia, pembuangan air hanya bisa dilakukan ke wilayah Kabupaten Tabalong. Sementara Pemkab Balangan tidak punya wewenang atas hal itu. (by/bin)


BACA JUGA

Rabu, 08 April 2020 12:02

Di Era Physical Distancing, Pangkas Rambut Legendaris ini Coba Bertahan

WHO menetapkan COVID-19 sebagai pandemi global, beberapa waktu lalu. Hal…

Selasa, 07 April 2020 11:56

Dilema Dokter Gigi Buka Praktik di Musim Corona

Dokter gigi salah satu yang rawan terpapar Covid-19. Tak seperti…

Selasa, 07 April 2020 11:04

Good News dari Pandemi: SMK 5 Produksi Visor untuk Tenaga Medis

Minimnya alat pelindung diri (APD) bagi tenaga medis, menggelisahkan banyak…

Senin, 06 April 2020 11:26

Kala Video Ayah dan Balita Viral di Tengah Pandemi; Berawal dari Iseng, Diputar TV Nasional

Dalam sepekan terakhir, warga Banua sedang diramaikan dengan salah satu…

Minggu, 05 April 2020 09:30

Cerita Dokter dan Perawat di Era Corona; Lebih Sibuk, Kini Mandi pun di Rumah Sakit

Dokter dan perawat berada di garis terdepan dalam melawan virus…

Minggu, 05 April 2020 09:13

Program Acil Asmah; Belanja Sayur Bisa Lewat WhatsApp

Banyak cara untuk meringankan beban warga di tengah pandemi. Salah…

Kamis, 02 April 2020 14:56

Sibuknya Peserta dan Alumni Pelatihan Menjahit Saat Pandemi

Akibat Covid-19, masker bedah dipasaran menjadi langka. Untuk menyiasati itu,…

Rabu, 01 April 2020 13:05

Kala Dokter Menginisiasi Produksi APD Secara Mandiri; Libatkan Guru, Anak SMK hingga Tukang Ojek

Minimnya ketersediaan alat pelindung diri (APD) untuk para tenaga medis…

Senin, 30 Maret 2020 12:36

Berita Baik di Tengah Pandemi Corona: Barista Kopi Dibalik Gerakan Pasang Keran Gratis

Dalam perang melawan wabah, Anda tak perlu menunggu menjadi hartawan…

Jumat, 27 Maret 2020 11:51

Fenomena Takhayul Pesisir Kalsel di Tengah Corona

Optimisme beberapa pejabat pemerintah, yang percaya warga akan disiplin tanpa…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers