MANAGED BY:
SABTU
04 APRIL
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | RADAR MUDA | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

FEATURE

Minggu, 12 Januari 2020 10:58
TYPO BIKIN HEBOH..! Kepala Desa Salah Ketik Volume Air, Ratusan Pelajar Dievakuasi
LELAP: Sejumlah pelajar mengungsi ke Masjid Assyafa'ah, dan rumah warga di desa Bulayak, Kecamatan Hantakan.

PROKAL.CO, Agar informasi bisa langsung tersampaikan, kecepatan mungkin adalah kunci. Namun, berhati-hatilah agar tidak membuat kekeliruan yang berefek pada kehebohan. Bahkan, hingga membuat ratusan pelajar harus diungsikan. 

-- Oleh: WAHYU RAMADHAN, Barabai -- 

Jumat (10/1) malam gerimis saat ratusan pelajar Madrasah Tsanawiah (MTs) se Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST) memadati ruangan Masjid Assyafa’ah, ruang sekolah MTs Nurhidayah dan beberapa rumah warga. Mereka adalah peserta Jambore Madrasah Tsanawiah (JMTs) ke VI di Desa Bulayak, Kecamatan Hantakan.

Mereka berkumpul, bukan untuk menyimak mata pelajaran yang dipaparkan oleh para guru. Apalagi untuk sekadar nongkrong sembari menyeruput teh atau kopi. Mereka, adalah para pengungsi. Korban dari terlalu cepatnya menerima sebuah informasi, yang kebenarannya belum diketahui secara pasti.

Beberapa jam sebelumnya, suasana objek wisata Manggasang, Kecamatan Hantakan, yang menjadi lokasi kegiatan agenda Kementerian Agama itu berlangsung ramai. Peserta sedang mendirikan tenda. Namun, tepat pada pukul 6 sore, suasana menjelma kehebohan.

Panitia Jambore memberikan instruksi bahwa semuanya harus segera melakukan evakuasi diri. Peserta diungsikan. Menjauh dari tempat kegiatan Jambore. Instruksi diberikan, setelah panitia mendapat informasi bahwa di kawasan pegunungan, terjadi hujan deras hingga mengakibatkan luapan air setinggi 15 hingga 20 meter.

“Kami terkejut membaca informasi, itu. Apalagi, hujan yang mengguyur cukup deras dan air sungai pun bergemuruh. Khawatir terjadi hal yang tidak diinginkan, kami mengantisipasinya dengan mengevakuasi peserta,” ucap Ketua Tim Pengarah JMTs VI, Hasbi, di area perkemahan.

Ya, pada Jumat (10/1) itu, awan hitam memang tampak menggelayut sedari pagi. Kemudian, pada siang hari, awan pun menumpahkan hujan deras, serta menyisakan gerimis hingga malam.

Diketahui sebelumnya. Informasi luapan air setinggi 15 hingga 20 meter itu beredar di grup whatsapp dan facebook. Dibagikan secara berantai. Dari sejumlah penelusuran, informasi itu disampaikan oleh Kepala Desa Haruyan Dayak, Suhadi Anang.

Selain informasi tertulis. Juga beredar video air sungai yang semula bening, berubah warna menjadi cokelat. Berarus deras, menghanyutkan potongan-potongan bambu, kayu, tumbuh-tumbuhan, hingga sejumlah rakit bambu. Sementara di kawasan objek wisata Manggasang, air mengalami kenaikan hampir mencapai ujung tebing objek wisata.

Ketua Tim Pengarah JMTs VI, Hasbi, mengaku bisa tenang, ketika hujan berangsur-angsur reda. Selain itu, dari warga setempat, dia juga mendapat keterangan apabila di sungai sudah tidak ada tumpukan sampah yang hanyut, berarti air sungai tidak lagi meninggi dan hujan di pegunungan sudah reda.

“Lebih tenang lagi, setelah mengetahui bahwa ternyata informasi yang kami terima itu keliru. Air di pegunungan diklarifikasi hanya mengalami kenaikan sekitar 1,5 hingga 2 meter saja. Bukan 15 hingga 20 meter,” tuturnya.

Perlu diketahui, JMTs digelar selama tiga hari. Dari hari Jumat hingga Minggu (12/1). JMTs melibatkan 503 pelajar MTs se Kabupaten HST. Ditambah dengan anggota peninjau 35 orang, 48 orang pembina damping, dan 35 orang panitia. Digelar, dalam rangka memperingati Hari Amal Bakti ke-74 Kementerian Agama.

Rencana awal, agenda di hari pertama, yakni penampilan tari kreasi dari peserta jambore, lomba cerdas cermat, dan menyanyi lagu daerah. Namun, mengingat kekhawatiran yang ada, dan para peserta sudah terlanjur dievakuasi, maka agenda hari pertama JMTs pun batal dilakukan.

“Kami hanya disuruh untuk mengikuti instruksi evakuasi. Kemudian mengungsi. Ya, awalnya terkejut juga. Tapi melihat kawan-kawan yang lain tenang, ya saya juga tenang,” ucap Ridwan, salah seorang peserta Jambore.

Terpisah, Kepala Desa Haruyan Dayak Suhadi Anang, tidak menyangka bahwa kekeliruannya menulis informasi berakibat fatal. Dari kehebohan, hingga mengakibatkan dievakuasinya ratusan pelajar. Dituturkannya, saat mengirimkan pesan, itu dia sedang sibuk-sibuknya mengepak buah durian di kebun, untuk dijual ke luar daerah.

“Saya kaget ketika melihat air begitu deras di sungai dan mengalami kenaikan. Khawatir terjadi apa-apa, saya infokan saja. Tentunya, agar masyarakat yang berada di kota Barabai bersiap-siap. Sayang, saya salah ketik. Seharusnya air naik sekira 1,5 hingga 2 meter, malah tertulis 15 hingga 20 meter,” ungkapnya, ketika dikonfirmasi Radar Banjarmasin, kemarin (11/1) sore.

Dia menambahkan, dirinya mengaku meminta maaf atas kekhilafan yang diperbuatnya itu.

Sementara itu, dari informasi yang didapatkan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah Hulu Sungai Tengah (BPBD HST), kemarin (11/1), pantauan air sungai di beberapa wilayah yakni di kawasan Kecamatan Bayang Alai Utara (Batara), Kecamatan Barabai, dan Kecamatan Hantakan, sudah mengalami penurunan.

“Untuk sekarang tidak ada kenaikan. Dari pantauan tim gabungan, kondisi masih aman terkendali. Semoga saja, untuk sementara tidak terjadi hujan deras,” ungkap Kepala Pelaksana BPBD HST, H Budi Haryanto.

Meski keadaan sudah cukup tenang. Dari informasi yang didapatkan, kegiatan JMTs VI yang digelar dihentikan sepenuhnya. Kemarin (11/1), seluruh peserta pun dipulangkan. Ketua Tim Pengarah JMTs VI, Hasbi, mengungkapkan bahwa keputusan itu diambil berdasarkan hasil rapat bersama para Kepala MTs se Kabupaten HST.

“Kami merasa tidak tenang melihat kondisi cuaca yang ada. Dan sebagai gantinya, JMTs kembali digelar di Barabai, kalau tidak tanggal 18 bisa juga tanggal 25 Januari mendatang,” tuntas lelaki yang menjabat Kepala MTsN 11 HST, itu. (war/by/ran)

loading...

BACA JUGA

Kamis, 02 April 2020 14:56

Sibuknya Peserta dan Alumni Pelatihan Menjahit Saat Pandemi

Akibat Covid-19, masker bedah dipasaran menjadi langka. Untuk menyiasati itu,…

Rabu, 01 April 2020 13:05

Kala Dokter Menginisiasi Produksi APD Secara Mandiri; Libatkan Guru, Anak SMK hingga Tukang Ojek

Minimnya ketersediaan alat pelindung diri (APD) untuk para tenaga medis…

Senin, 30 Maret 2020 12:36

Berita Baik di Tengah Pandemi Corona: Barista Kopi Dibalik Gerakan Pasang Keran Gratis

Dalam perang melawan wabah, Anda tak perlu menunggu menjadi hartawan…

Jumat, 27 Maret 2020 11:51

Fenomena Takhayul Pesisir Kalsel di Tengah Corona

Optimisme beberapa pejabat pemerintah, yang percaya warga akan disiplin tanpa…

Kamis, 26 Maret 2020 13:02

Pakai Jas Hujan, Berharap Kiriman APD Bukan Hanya bagi Perawat Saja

Alat pelindung diri (APD) menjadi pakaian paling "tren" sekarang ini.…

Rabu, 25 Maret 2020 11:49

Cerita-cerita Calon Pengantin yang Gagal Gelar Resepsi; Katering Sudah Pesan Akhirnya Dibagikan ke Anak Yatim

Niat Arif Hendy Wijaya (25) warga Desa Barambai untuk bersanding…

Senin, 23 Maret 2020 12:51

Bincang Santai dengan "Indro Corona"; Sudah Ada Sebelum Masehi, Sembuh dengan Vitamin E

Muhammad Indro Cahyono akhir-akhir ini sibuk mondar-mandir kantor-kantor pemerintah untuk…

Minggu, 22 Maret 2020 05:48

Melihat Penerapan Social Distancing di Bandara Syamsudin Noor

Upaya pencegahan dan meminimalisir penyebaran virus corona atau Covid-19 dilakukan…

Kamis, 19 Maret 2020 11:54

Kondisi Jembatan Ulin Desa Gadung Hilir; Atasnya Masih Bagus, Bawahnya Lapuk Termakan Usia

Jembatan di Rukun Tetangga (RT) 1 di Desa Gadung Hilir…

Rabu, 18 Maret 2020 13:12

Tangkal Corona, SMKN 1 Banjarbaru Membuat Hand Sanitizer Sendiri

Di tengah pandemi virus corona atau Covid-19, orang-orang rela membeli…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers