MANAGED BY:
JUMAT
24 JANUARI
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | RADAR MUDA | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

BANUA

Senin, 13 Januari 2020 11:27
Hari Ini, 7 Daerah Bakal Diguyur Hujan Petir

PROKAL.CO, BANJARBARU - Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) melalui Stasiun Meteorologi Kelas II Syamsudin Noor, Minggu (12/1) kemarin mengeluarkan peringatan dini terkait cuaca ekstrem di Banua.

Dalam rilis mereka, masyarakat di tujuh daerah diminta waspada terhadap potensi hujan petir pada hari ini (13/1). Yakni di Kabupaten Tanah Laut, Kotabaru, Tapin, Hulu Sungai Selatan, Hulu Sungai Utara, Tabalong dan Tanah Bumbu.

Prakirawan Stasiun Meteorologi Kelas II Syamsudin Noor, Rimelda Yuni Hasteti mengatakan, selain di tujuh daerah tersebut. Masyarakat di wilayah lain juga perlu berhati-hati, karena juga berpotensi diguyur hujan dengan intensitas lebat yang dapat disertai angin kencang. "Yang berpotensi ialah Banjarmasin, Banjarbaru, Banjar, Batola dan HST," katanya.

Dia menjelaskan, cuaca ekstren masih terjadi lantaran adanya pola angin konvergensi di wilayah Kalimantan Selatan yang menyebabkan penumpukan massa udara. "Hal ini didukung juga dengan kelembaban yang cukup basah, sehingga berpotensi memicu pertumbuhan awan hujan yang dapat mendukung kondisi cuaca esok (hari ini) hujan disertai petir," ujarnya.

Maka dari itu, menurutnya Stasiun Meteorologi Kelas II Syamsudin Noor mengeluarkan peringatan dini agar masyarakat waspada terhadap kondisi cuaca saat ini. "Kami rutin mengeluarkan peringatan dan imbauan ke masyarakat," bebernya.

Berkaitan dengan peringatan dari BMKG tersebut, Kepala Pelaksana BPBD Kalsel Wahyuddin mengimbau agar masyarakat berhati-hati. "Kalau bisa hindari kegiatan yang rawan terkena petir," imbaunya.

Dia menyebut, kegiatan yang harus dihindari agar tidak terkena petir yakni, tidak berjalan di area hamparan lahan terbuka dan di bawah tiang listrik. "Selain itu, jangan berteduh di bawah pohon. Matikan HP dan perangkat yang ada aliran listriknya saat hujan deras. Serta, segera membungkuk dan peluk lutut bila ada potensi petir akan menyambar," sebutnya.

Sementara itu, untuk mengantisipasi bencana alam di Banua, dia menyampaikan, Kamis (2/1) tadi BPBD Kalsel telah menetapkan status bencana siaga darurat dan membentuk Satgas Banjir. "Meski dinamai Satgas Banjir, tapi satgas ini fokusnya mengantisipasi tiga jenis bencana. Yakni,banjir, longsor dan puting beliung," ungkapnya.

Selain Pemprov Kalsel, dia menuturkan bahwa hingga saat ini sudah ada empat kabupaten yang juga menetapkan status siaga darurat. Yakni, Hulu Sungai Selatan (HSS), Tapin, Banjar dan Batola. "Tapi, bagi daerah lain yang belum menetapkan siaga darurat juga harus siaga. Sebab, Pemprov Kalsel sudah menetapkan siaga," tuturnya.

Lanjutnya, Pemprov Kalsel juga sudah menyebar surat edaran Gubernur Kalsel Sahbirin Noor untuk bupati dan walikota agar melakukan antisipasi bencana. "Antisipasi yang dimaksud yaitu, mengerahkan personel dan peralatan dari SKPD terkait masing-masing daerah untuk membantu masyarakat yang terkena musibah," pungkasnya.

Sementara itu, Kepala Badan Penanggulangan Bencana, Kesatuan Bangsa dan Politik (PB Kesbangpol) Kabupaten HSS, Efran mengatakan alat pendeteksi dini banjir atau EWS milik Pemprov Kalsel telah terpasang di Dusun Muara Hatib, Desa Hulu Banyu, Kecamatan Loksado, tepatnya di tepi Sungai Amandit.

“EWS merupakan alat mendeteksi kenaikan debit air sungai. Jika ada indikasi bahaya alat akan mengirim pesan instan berupa short message service (SMS),” ujarnya kepada wartawan. 

Pada sistem peringatan dini banjir, jika terjadi ketinggian air melebihi batas normal, maka alat akan mengirimkan pemberitahuan peringatan ke Badan PB Kesbangpol dan selanjutnya bisa diumumkan ke masyarakat.

“Informasinya tidak langsung sampai ke masyarakat. Harus berdasarkan keputusan tepat dan tidak sembarangan. Supaya tidak membikin masyarakat resah,” sebutnya.

Idealnya, Kabupaten HSS harus memiliki tiga EWS yang tersebar di beberapa Kecamatan. “Satu unit di Kecamatan Loksado dan satu unit lagi di Kecamatan Padang Batung,” harap Efran. Dia mengatakan pihaknya sudah mengajukan penambahan EWS ke Pemprov. (ris/shn/ran/ema)


BACA JUGA

Jumat, 24 Januari 2020 11:37

Warga Banjarmasin Semakin Miskin

BANJARMASIN - Selama empat tahun terakhir nampaknya menjadi masa-masa sulit…

Jumat, 24 Januari 2020 11:33

Tes CPNS Digelar Awal Februari

BANJARMASIN - Jadwal seleksi kompetensi dasar (SKD) calon pegawai negeri…

Jumat, 24 Januari 2020 11:29

Pilgub Kalsel 2020: Calon Sudah Panas, Parpol Adem Ayem

BANJARMASIN - Selain bakal calon petahana Gubernur Kalsel Sahbirin Noor…

Jumat, 24 Januari 2020 11:20

Siaga Bencana Puting Beliung, BPBD Siapkan Tukang Bangunan

BANJARBARU - Setelah didera musibah banjir awal tahun lalu. Potensi…

Jumat, 24 Januari 2020 11:18

Pilwali Banjarbaru Diprediksi Aman dari Konflik

BANJARBARU - Kontestasi Pemilihan Walikota (Pilwali) di Kota Banjarbaru tahun…

Jumat, 24 Januari 2020 11:11

Jembatan HKSN Dirombak Tahun ini, Pengalihan Lalu Lintas Harus Dipikirkan

BANJARMASIN - Tahun ini Jembatan HKSN akan dirombak. Dinas Pekerjaan…

Jumat, 24 Januari 2020 11:08

Kemana Harusnya TPS Telawang Dipindah..? Banyak Warga Menolak

BANJARMASIN – Pemko Banjarmasin masih kesulitan mencari lahan untuk membangun…

Jumat, 24 Januari 2020 10:40

Rencana DPRD untuk Keluar Negeri Digoyang (lagi)

BANJARMASIN - Rencana anggota DPRD Kalsel melakukan kunjungan kerja ke…

Jumat, 24 Januari 2020 10:00
Pemko Banjarbaru

Bunda PAUD Buka Musda HIMPAUDI

BANJARBARU - Bunda PAUD Kota Banjarbaru Hj Ririen Nadjmi Adhani…

Jumat, 24 Januari 2020 09:53
Pemkab Tanah Bumbu

Pemkab Gelar Forum Konsultasi Publik

BATULICIN - Dalam rangka menyusun Rancangan Awal Rencana Kerja Pembangunan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers