MANAGED BY:
SABTU
25 JANUARI
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | RADAR MUDA | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

BANUA

Rabu, 15 Januari 2020 11:47
Tambang Ilegal Susah Dibasmi, Diduga Ada Beking Kuat
ILEGAL: Kondisi salah satu lokasi tambang batubara yang diduga ilegal di kawasan Tabalong. | FOTO: WARGA FOR RADAR BANJARMASIN

PROKAL.CO, BANJARBARU - Karena berbulan-bulan belum ada tindakan dari pemerintah melalui instansi terkait, pertambangan tanpa izin (Peti) di wilayah hutan Tabalong belakangan semakin menjadi-jadi.

Dari informasi yang didapat, penambang ilegal saat ini bahkan berani beroperasi terang-terangan dan terkesan tidak tersentuh aparat. Desas-desus beredar di lapangan lantaran diduga ada yang membekingi pertambangan ilegal ini.

Seorang sumber Radar Banjarmasin yang mewanti-wanti namanya tidak dikorbankan menyebut, kegiatan Peti kini jumlahnya bertambah. Kalau sebelumnya hanya ada empat lubang. Sekarang sudah mencapai delapan titik.

"Lokasinya tersebar, ada di Dusun Sialing (Desa Nawin), Desa Mihul, Desa Saradang Kecamatan Haruai dan lain-lain," katanya, kemarin.

Dia mengungkapkan, aktivitas penggalian batubara dari dalam kawasan hutan disinyalir melibatkan sejumlah oknum. Mulai dari warga lokal, pemodal hingga aparat. "Infonya diduga ada back-up dari oknum aparat, makanya tambang ilegal lebih leluasa," ungkapnya.

Selain diduga ada beking dari aparat, sumber Radar Banjarmasin ini juga menyebut maraknya penambangan ilegal juga disinyalir karena adanya industri di sekitar kawasan itu yang membeli batubaranya. “Sulit kalau mereka mengirim ke luar, jadi memang ada penggunanya. Kalau mau serius menindak, pasti tahu lah. Karena diangkutnya lewat jalan desa, jalan negara,” bebernya.

Sementara itu, Kasi Perlindungan Hutan pada Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Tabalong, Zainal mengaku sudah mendengar kabar mengenai maraknya peti di Tabalong. Dirinya menyampaikan jika dalam waktu dekat mereka akan melakukan pengintaian. "Rencananya pekan ini kita mau intelijen dulu ke beberapa titik," ujarnya.

Melalui intelijen itu, dia menuturkan pihaknya akan mengumpulkan bukti, keterangan dan data terkait adanya aktivitas peti. "Sekalian kami juga mempelajari situasi lapangan untuk persiapan apabila nantinya diambil tindakan," paparnya.

Mengenai informasi adanya peti yang dibekingi oknum aparat, Zainal mengaku belum mengetahuinya secara pasti. "Masih kita pastikan infonya," ucapnya.

Kalau memang ada beking dari oknum aparat, dia menegaskan bahwa KPH Tabalong akan tetap selalu mengawasi aktivitas tambang di kawasan hutan. "Ada izin kementerian tidak? Kalau tidak ada kami tegur dan diminta berhenti. Masih berani beroperasi, alat berat kami amankan," katanya.

Ditambahkannya, KPH Tabalong sendiri terakhir kali menggelar operasi pada akhir November 2019. Saat itu, ada beberapa lokasi yang disisir. Mulai dari Sialing, Panaan, Bumi Makmur dan Kaong. "Tapi lokasi kosong, alat beratnya juga tidak ada," ucapnya.

Namun sebelum itu, tahun lalu katanya, KPH Tabalong menyita satu unit ekskavator milik penambang ilegal pada bulan Mei. Hasil giat gabungan di Desa Panaan, Kecamatan Bintang Ara. Ada tiga titik Peti ditemukan. Dua kosong, satu beroperasi, dari situ alat yang disita.

Secara terpisah, Kabid Perlindungan dan Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem pada Dinas Kehutanan (Dishut) Kalsel, Panca Satata juga menegaskan bahwa Dishut Kalsel dan para KPH tidak takut dengan para oknum yang membekingi tambang ilegal. "Siapapun bekingnya, kita sikat Mas," tegasnya.

Terkait peti di Tabalong, dia berjanji dalam waktu dekat pihaknya bakal menertibkannya. "Kapan harinya? Nanti kita beritahu Mas. Karena masih rahasia," pungkasnya. (ris/ran/ema)


BACA JUGA

Jumat, 24 Januari 2020 11:33

Tes CPNS Digelar Awal Februari

BANJARMASIN - Jadwal seleksi kompetensi dasar (SKD) calon pegawai negeri…

Jumat, 24 Januari 2020 11:29

Pilgub Kalsel 2020: Calon Sudah Panas, Parpol Adem Ayem

BANJARMASIN - Selain bakal calon petahana Gubernur Kalsel Sahbirin Noor…

Jumat, 24 Januari 2020 11:20

Siaga Bencana Puting Beliung, BPBD Siapkan Tukang Bangunan

BANJARBARU - Setelah didera musibah banjir awal tahun lalu. Potensi…

Jumat, 24 Januari 2020 11:18

Pilwali Banjarbaru Diprediksi Aman dari Konflik

BANJARBARU - Kontestasi Pemilihan Walikota (Pilwali) di Kota Banjarbaru tahun…

Jumat, 24 Januari 2020 11:11

Jembatan HKSN Dirombak Tahun ini, Pengalihan Lalu Lintas Harus Dipikirkan

BANJARMASIN - Tahun ini Jembatan HKSN akan dirombak. Dinas Pekerjaan…

Jumat, 24 Januari 2020 11:08

Kemana Harusnya TPS Telawang Dipindah..? Banyak Warga Menolak

BANJARMASIN – Pemko Banjarmasin masih kesulitan mencari lahan untuk membangun…

Jumat, 24 Januari 2020 10:40

Rencana DPRD untuk Keluar Negeri Digoyang (lagi)

BANJARMASIN - Rencana anggota DPRD Kalsel melakukan kunjungan kerja ke…

Jumat, 24 Januari 2020 10:00
Pemko Banjarbaru

Bunda PAUD Buka Musda HIMPAUDI

BANJARBARU - Bunda PAUD Kota Banjarbaru Hj Ririen Nadjmi Adhani…

Jumat, 24 Januari 2020 09:53
Pemkab Tanah Bumbu

Pemkab Gelar Forum Konsultasi Publik

BATULICIN - Dalam rangka menyusun Rancangan Awal Rencana Kerja Pembangunan…

Jumat, 24 Januari 2020 09:52
Pemkab Tanah Bumbu

Polres Tanbu Peringati HUT Satpam

BATULICIN - Kapolres Tanah Bumbu AKBP Sugianto Marweki memimpin apel…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers