MANAGED BY:
SELASA
25 FEBRUARI
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | RADAR MUDA | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

BANUA

Jumat, 17 Januari 2020 10:19
BAPPEDA: Banjir Berkaitan Dengan Kawasan Kumuh Cempaka
KONSEP KAWASAN: Kepala Bappeda Kota Banjarbaru, Kanafi memerlihatkan konsep kawasan di Cempaka untuk penanganan kawasan kumuh sekaligus pengendalian banjir. | Foto: Muhammad Rifani/Radar Banjarmasin

PROKAL.CO, BANJARBARU - Di tahun ini, kawasan Cempaka jadi prioritas perencanaan dan penataan kawasan kumuh oleh Pemko. Mengingat, dari data Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda), bahwa kawasan kumuh terbesar terletak di Cempaka. Bahkan persentasenya menyentuh 45,30 persen dari Kota Banjarbaru secara keseluruhan.

Menurut Kepala Bappeda Banjarbaru, Kanafi. Bahwa kejadian banjir di Cempaka kemarin berkorelasi dengan kondisi kawasan kumuh di Cempaka. Mengingat, di kawasan ini pemukiman penduduk begitu padat. Ditambah ada penyempitan dan pendangkalan sungai di wilayah pemukiman padat.

"Memang fokus penataan dan penuntasan kawasan kumuh kita yang terbesar ada di Cempaka. Secara integratif, kami dengan dinas terkait berupaya menuntaskan ini, karena juga berkaitan dengan kerawanan banjir," katanya.

Di tahun 2020 hingga 2021 nanti. Cempaka akan coba ditata oleh Bappeda sebagai kawasan Ekonomi Kreatif bertajuk Galuh Basasirangan. Yang mana target ini sebagai menuntaskan kawasan kumuh di Kota Idaman.

"Lewat konsep Galuh Basasirangan ini, kita akan menyentuh dari sisi ekonomi kreatif, bisa makanan, kerajinan, event budaya dan lainnya. Targetnya ini juga sekaligus menata kawasan agar bebas dari banjir," ujarnya.

Saat ini desain atau master plan dari konsep penataan ini kata Kanafi telah ada. Hanya saja memang dalam penggarapannya, perlu sokongan di luar anggaran murni milik Pemko yang disebutnya cukup terbatas.

"Kita akan menggali peluang bantuan dari sektor lain, bisa dari Pemerintah Provinsi atau pemerintah pusat, misalnya lewat program Kotaku (Kota Tanpa Kumuh). Proposal pengajuannya sudah kita ajukan, ini terus proses komunikasi," ujarnya.

Dalam konsepnya, Pemko sebut Kanafi akan mengadopsi skema Kemuning dahulu terhadap Cempaka. Baik penanganan sungai maupun pemukiman. Namun diakuinya, bahwa dalam eksekusinya, kawasan Cempaka perlu penanganan khusus dan tidak bisa serta merta seperti di Kemuning.

"Perlu penanganan khusus, karena kulturnya berbeda. Jadi harus pendekatan serius dan dirembukkan benar-benar. Kalau kita kepinginnya ada pembebasan lahan, kita ajukan konsep rumah susun. Untuk sungainya tentu juga akan direncanakan penyiringan seperti Kemuning," katanya.

Namun saat ditanya bagaimana mekanisme pembebasan lahan terhadap warga yang bermukim. Kanafi tak lantas menjawab bahwa bakal ada ganti rugi. Sebab katanya semua perlu diformulasikan secara rinci.

"Kalau bagaimana skemanya itu belum bisa kita pastikan, termasuk soal ganti rugi. Karena memang perlu penanganan khusus, namun dari kita inginnya bisa dilakukan penataan. Selain menuntaskan kawasan kumuh, ini juga berimbas terhadap penanggulangan banjir," tegasnya.

Beberapa upaya klaim Kanafi sebetulnya sudah dilakukan pemerintan. Baik dari program normalisasi hingga pembuatan embung di Cempaka. Menang banjir kemarin diakuinya akumulasi dari banyak faktor.

"Makanya kita berencana mau membuat Cek-Dam (pintu air) di bagian atas atau hulunya, yakni di Gunung Kupang. Agar debit air bisa dikendalikan arahnya. Tapi juga tentu nanti normalisasi dan pelebaran aliran sungai juga penting dilakukan, terus dibarengi pembuatan sumur resapan di titik rawan," paparnya.

Kanafi juga menyinggung ihwal temuan pihaknya dalam hal penyebab banjir. Yakni persentase dan produksi sampah di kawasan rawan yang begitu besar. Bahkan tegas Kanafi ini jadi salah satu pemicu terbesar banjir.

"Sampah banyak dilempar ke sungai, sehingga menumpuk di dasar dan menyebabkan pendangkalan. Belum lagi sampahnya nyangkut di bagian-bagian pondasi atau bangunan rumah warga di bantaran sungai, tentu alirannya akan terhambat," tandasnya.

Maka dari itu, dipastikannya bahwa Pemko akan siap secara infrastruktur dalam hal penanganan banjir ini. "Pemko infrastrukturnya, perilaku warga ya dari masyarakatnya, jadi perlu bersama-sama menyelesaikannya ini."

Ditanya kapan realisasi program penanganan kawasan kumuh sekaligus pengendalian banjir ini. Kanafi menjawab bahwa direncanakan selama dua tahun. "Kalau tahun 2020 saja saya tidak bisa menjamin, jadi kita targetkan bisa tuntas di tahun 2021," pungkasnya. (rvn/bin/ema)


BACA JUGA

Selasa, 25 Februari 2020 10:30

Banggar DPR RI Apresiasi Kepemimpinan Paman Birin

BANJARBARU - Badan Anggaran Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR…

Selasa, 25 Februari 2020 10:29

Gusar Tuntut Anggota Dewan Bikin Video

BANJARMASIN – Wajah Wakapolres Banjarmasin, AKBP Rahmat Budi Handoko sempat…

Selasa, 25 Februari 2020 10:16

Drainase Jln Garuda Menyengat

BANJARBARU - Beberapa waktu terakhir. Sebagian warga di kawasan Jalan…

Selasa, 25 Februari 2020 09:50
PARLEMENTARIA

Wakil Rakyat Berikan Masukan di Musrenbang Kecamatan

PARINGIN – Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) RKPD Tahun 2020 untuk…

Selasa, 25 Februari 2020 09:37
Pemko Banjarbaru

Pejabat Pemko Tandatangani Dokumen Perjanjian Kinerja

BANJARBARU - Pemko Banjarbaru menggelar penandatanganan dokumen perjanjian, kinerja pejabat…

Selasa, 25 Februari 2020 09:21
Pemkab Tanah Bumbu

MTQ Kusan Hulu Diikuti 268 Peserta

BATULICIN - Sebanyak 268 peserta dari 19 desa mengikuti MTQ…

Selasa, 25 Februari 2020 09:20
Pemkab Tanah Bumbu

Tingkatkan Kemampuan Pengawas Koperasi

BATULICIN - Demi meningkatkan pengawasan terhadap perkoperasian di Kabupaten Tanah…

Selasa, 25 Februari 2020 09:20
Pemkab Tanah Bumbu

Bupati Ajak SKPD Saling Bersinergi

BATULICIN - Bulan Juni 2020 mendatang, akan diadakan lomba Halaman,…

Selasa, 25 Februari 2020 09:15
Pemkab Tanah Laut

Dinsos Tala Gelar Rakor DTKS

PELAIHARI - Pemerintah Kabupaten Tanah Laut (Tala) melalui Dinas Sosial…

Selasa, 25 Februari 2020 09:14
Pemkab Tanah Laut

Sekda Serahkan Penghargaan ke MAN ICT

PELAIHARI - Sekretaris Daerah Kabupaten Tanah Laut (Tala) Dahnial Kifli…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers