MANAGED BY:
MINGGU
23 FEBRUARI
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | RADAR MUDA | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

HUKUM & PERISTIWA

Jumat, 17 Januari 2020 10:45
Pencuri Spesialis Rumah Kosong Dibekuk, Mengaku 15 Kali, Beralasan Lupa Lokasi
DILUMPUHKAN: Adul (kiri) dan Tole (kanan) saat dihadirkan dalam rilis kasus oleh Kasat Reskrim Kompol Ade Papa R dan Wakasat AKP Gita Suhandi Achmad di ruang kerja Satreskrim. | Foto: Maulana/Radar Banjarmasin

PROKAL.CO, BANJARMASIN - Satreskrim Polresta Banjarmasin membekuk pelaku pencuri spesialis rumah kosong. Salah satu dari dua pelaku adalah residivis dan sudah melangsungkan aksinya di berbagai titik. 

Yang terbaru diungkap pelaku beraksi di rumah kosong di Jalan Dharma Bakti Banjarmasin Timur. Menggondol lapton dan uang tunai Rp5 juta Selasa (14/1) siang sekitar pukul 12.30 Wita.

Pelaku dua orang. Abdul Sani alias Adul 34 tahun warga Jalan Laksana Intan Gang Nilam RT 36 Banjarmasin Selatan. Ade Novianor Saputra alias Tole 29 warga Jalan RK Ilir RT 2 Banjarmasin Selatan.

Tak lama setelah korban melaporkan kejadian, Tole ditangkap pertama saat berada di Jalan Tembus Mantuil sekitar pukul 18.30 Wita.

Dari keterangan Tole, diketahui jika bekerja sama dengan Adul. Adul pun dijemput tim Gabungan Jatanras Satreskrim Polresta Banjarmasin dan Polsek Banjarmasin Selatan di Jalan Kelayan B Gang Gembira Banjarmasin Selatan, beberapa jam kemudian. Penangkapan dipimpin Wakasat Reskrim AKP Gita Suhandi Achmad. Residivis kasus pencurian itu kakinya dihadiahi timah panas karena melawan anggota yang membekuk.

Penangkapan bermula dari laporan Hardiayanti, mahasiswi pemilik rumah. Korban mendapati isi rumahnya dengan kondisi acak-acakan. Engsel pintu rumah rusak. Polisi langsung gelar olah tempat kejadian perkara. Mengumpulkan keterangan saksi-saksi. Hanya butuh waktu 5 jam setelah kejadian polisi akhirnya berhasil mengungkap pelakunya.

Kasat Reskrim Polresta, Kompol Ade Papa Rihi menjelaskan dari tangan Adul dan Tole disita satu unit laptop. Sedangkan uang Rp5 juta tidak diketahui kabarnya. "Kami juga amankan barang bukti peralatan mereka beraksi. Seperti motor, linggis, obeng, serta songket untuk mencongkel pintu atau jendela," ujar Ade didampingi Wakasat AKP Gita Suhandi saat rilis perkara, kemarin (16/1).

Sebelum beraksi mereka lebih dulu menggambar lokasi. Demi menguasai kondisi rumah yang akan menjadi sasaran. Setelah merasa aman dan rumah korban sepi, pelaku masuk ke dalam rumah yang ditinggal penghuni. Caranya dengan mencongkel pintu dan jendela.

"Modusnya memastikan penghuni ada atau tidaknya, dia mengetuk pintunya. Jika tak ada menyahut, mereka langsung bekerja. Sebaliknya, jika ada pemiliknya keluar mereka pura-pura menanyakan tempat atau nama seseorang," jelas Ade.

Ade menambahkan Adul merupakan residivis kambuhan. Sering beraksi lintas pulau. Terdata sementara beberapa bulan di Banjarmasin sudah ada 15 lokasi yang diakuinya telah dicuri. Dia juga pernah beraksi di Pulau Jawa bersama sang kakak. Tapi, saudaranya tewas dihakim massa.

"15 TKP itu paling banyak di Banjarmasin Timur. Sebagiannya di wilayah utara dan selatan. Itupun diakui hanya seingat dia. Masih banyak lupa di mana-mana lokasi kejadian lain," tambah Ade.

Kawanan pelaku ini memang matang setiap beraksi. Target yang disasar dilakukan siang hari. Tidak memilih malam hari.

"Sasarannya mereka rumah kosong. Jam kerja mereka beraksi dari pukul 9 pagi hingga pukul 11. Barang curian dijual ke Pasar Kasbah, online, dan seseorang penadah. Itu kami temukan orangnya (penadah, Red) diproses di Banjarmasin Tengah," terang Ade. Saat Adul ditangkap juga ditemukan sabu. Jadi, akan dijerat pasal berlapis.

Disela rilis, Adul mengaku lima bulan di Banjarmasin setelah bebas dari vonis 2,6 bulan di Lapas Mojokerto. "Saya lupa berapa lokasinya (beraksi di Banjarmasin, Red). Yang saya ingat itu saja. Itupun lupa rumah-rumahnya," akunya.

Datang ke Banjarmasin, pertengahan tahun 2019. Ketika jalan ke Kelayan B bertemu Tole. Mereka berdua lantas mengatur strategi untuk mencari mangsanya. "Kami selalu berdua bekerja. Jalan-jalan dulu pantau lokasi, baru beraksi. Untuk barang bukti di mana saja kami jual. Kalau laptop pasarannya Rp800 ribu, uangnya buat rame-rame saja," ujarnya.(lan/dye/ema)


BACA JUGA

Jumat, 31 Januari 2020 11:41

Ditetapkan Jadi Tersangka Kasus Asusila, Mantan Ketua KPU Banjarmasin Digelandang Aparat

BANJARBARU - Gusti Makmur memenuhi panggilan penyidik Polres Banjarbaru, kemarin…

Jumat, 31 Januari 2020 11:27

Sengketa Warga Antar Baru vs PT Barito Putera Plantation: Warga Serahkan Bukti Kepemilikan

MARABAHAN - Lama tidak terdengar, mediasi sengketa lahan sawit antara…

Jumat, 31 Januari 2020 11:11

Timbun Solar, Samsul dan Syamsuddin Digrebek

BANJARMASIN - Kepolisian Polsek Banjarmasin Utara menggerebek dua rumah di…

Jumat, 31 Januari 2020 11:03

Mabuk Bawa Sajam, Buronan Apes

BANJARMASIN – Jadi buronan selama dua pekan, Taufik Rahman alias…

Jumat, 31 Januari 2020 10:36

Sabirin Terjebak Polisi Menyamar

AMUNTAI - Nasib sial dialami Sabirin (28), warga Desa Harus…

Jumat, 31 Januari 2020 10:34

Korban Berteriak, Anto pun Panik, Dengan Mudah Ia Dikepung Warga

MARABAHAN - Sial masih jauh dari Armina. Warga Desa Sinar…

Jumat, 31 Januari 2020 10:31

Disergap, Pengedar Sabu Tak Berkutik

MARABAHAN - Pengedar narkoba sedikit demi sedikit digulung Sat Res…

Kamis, 30 Januari 2020 11:48

Susahnya Memberantas Indekos Mesum di Kota Idaman: Paket Murah, Sukar Terjamah, Remaja Lajang Tak Bisa Dipidana

Indekos. Bagi mahasiswa, ruang kecil berjuta cerita. Dari mengerjakan tugas,…

Kamis, 30 Januari 2020 10:56

Pengendara Panik ada Razia di Kayutangi, 62 Pemotor Ditilang

BANJARMASIN - Pengendara yang melintasi Jalan Hasan Basry mendadak panik…

Kamis, 30 Januari 2020 10:49

Dua di Jalan, Satu di Toilet; Budak Sabu Barabai Tak Berkutik Diringkus

BARABAI - Ada-ada saja ulah FP (20). Pemuda asal Desa…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers