MANAGED BY:
KAMIS
09 APRIL
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | RADAR MUDA | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

BANUA

Jumat, 17 Januari 2020 11:45
Mangkrak, Akhirnya Rumah Sakit di Kotabaru ini Jadi Sarang Hantu
MANGKRAK: RSUD Kotabaru tipe B di Stagen mangkrak bertahun, tanpa lampu dan penjaga. Suasananya terkesan angker. (inzet) Rayfudin dan rekan-rekannya saat membuat konten youtube horor di RSUD Kotabaru. | FOTO: ZALYAN SHODIQIN ABDI/RADAR BANJARMASIN

PROKAL.CO, KOTABARU - Tiga anak muda berlarian. Memburu bayangan putih. Gagal. Yang mereka dengar hanya bunyi pintu ditutup, kaca diketuk. Padahal bangunan itu tanpa penghuni.

Ya, itulah sepenggal tayangan link video youtube yang beredar baru-baru tadi. Tiga orang anak muda berburu hantu di bangunan besar tak berpenghuni: rumah sakit Kotabaru.

Video itu sebenarnya diunggah 10 bulan lalu. Oleh akun Fudin Melandau. Judulnya: Bakar Terasi di Rumah Sakit Angker Part 2.

Baru sekarang ramai di sosmed. Menyusul ramainya pembahasan warga, terkait aksi warga unjuk rasa memprotes pembangunan rumah sakit yang mangkrak, Senin (13/1) tadi.

Kepada Radar Banjarmasin, Kamis (16/1) kemarin, Rayfudin pemilik akun youtube Fudin Melandau membenarkan rumah sakit di Desa Stagen itu kondisinya mencekam saat malam hari.

Ketika merekam video, ia dan rekan-rekannya sempat melihat bayangan putih melintas. Mereka mengejarnya, namun kamera goyang, tidak sempat terekam.

Saat itu kata Fudin, ia ke sana di atas jam 12 malam. Membakar terasi dan menyetel lagu Lingsir Wengi. Hal mistis pun datang. Seperti bunyi pintu ditutup, dan bunyi jendela kaca diketuk.

Ada tiga bangunan rumah sakit terpisah. Uniknya, ketika mereka berada di bangunan yang satu, bunyi-bunyi itu terdengar dari bangunan yang lain. Mereka susul, bunyi-bunyi itu pindah ke bangunan mereka semula berada. "Kita seperti dipermainkan," ujar Fudin di videonya.

Fudin mulai berburu konten horor sejak 2017 silam. "Paling seram itu di bangunan kosong. Kalau kuburan agak mendingan," akunya.

Pemuda yang bekerja sebagai perawat itu belum lama tadi memutuskan berhenti membuat konten horor. Pembuatan konten terakhir di bangunan kosong, ia merasa ada gangguan dari alam gaib. Ia jatuh sakit. "Terus nasihat dari alim ulama juga, katanya jangan buat konten seperti itu," aku Fudin.

Kamis petang kemarin, Radar Banjarmasin menyempatkan diri mengambil foto rumah sakit. Berlatar senjakala, bangunan besar itu memang terasa mencekam.

Tidak ada satu pun cahaya dari dalam gedung. Kosong melompong. Posisinya agak terlindung dari jalan raya. Namun bagian atapnya masih bisa terlihat. Berjarak sekitar satu kilometer dari bandara.

Rumah sakit yang dibangun sejak zaman Bupati Irhami Ridjani itu, dimulai pada tahun 2015. Tiga tahun berturut-turut dikerjakan. Namun belum selesai. Perlu dana sekitar Rp300 M menyelesaikan semua lengkap dengan sarana. Anggaran yang sudah terserap baru puluhan M.

Tahun 2018 sampai saat ini tidak ada lanjutan pekerjaan. Dibiarkan kosong tak berlampu. Siang hari jadi tempat anak remaja labil bersembunyi mabuk-mabukan. Itu terlihat dari adanya bekas obat batuk dalam jumlah banyak.

Polisi sendiri sudah pernah mengamankan beberapa orang pria yang ketangkap tentara sedang maling kabel di sana.

Di sisi lain, rumah sakit lama yang berada di pusat kota dianggap warga sudah tidak representatif. Sempit dan layanannya tidak memuaskan. "Antre bisa panjang sekali," ujar Ketua LSM Anak Kaki Gunung Sebatung, Bang Tungu, yang demo awal pekan tadi, memprotes kebijakan anggaran pemerintah daerah.

Tungku mengatakan, mestinya rumah sakit dilanjutkan pekerjaannya. Karena kesehatan merupakan kebutuhan prioritas warga.

---

Pemerintah Mengaku Tidak Ada Pilihan

Di ruang kerjanya, Sekda Said Akhmad tertawa renyah diceritakan tayangan horor di rumah sakit. "Tidak apa-apa. Ambil positifnya. Pemuda kita kreatif. Apalagi kalau dikembangkan kontennya ke wisata," ujarnya.

Sekda bilang, apa yang dilakukan Fudin adalah bentuk kreativitas milenial. "Tak perlu malu. Memang begitu kondisinya (rumah sakit). Yang penting jangan sampai merusak fasilitas umum di sana, silakan berkreasi," imbaunya.

Apa yang terjadi dengan rumah sakit mangkrak itu? Sekda mengaku, pemerintah saat ini tidak punya pilihan.

Bupati sebutnya, masih fokus peningkatan infrastruktur jalan. Termasuk tahun ini. "Karena itu janji beliau saat kampanye dulu. Itu yang paling dibutuhkan warga. Tahu sendiri kan, jalan kita saat itu rusak dimana-mana. Sekarang sudah mending," bebernya.

Ia melanjutkan, rumah sakit perlu dana fantastis. Rp300 M. Sementara anggaran daerah amat terbatas. "Jadi kami ambil keputusan. Berat memang. Tapi harus dilakukan."

Lantas mengapa pembangunan wisata menelan anggaran cukup besar? Sekda bilang, itu juga salah satu visi misi Bupati. Meningkatkan agrobisnis dan wisata. "Yang pasti amanat undang-undang terkait minimal anggaran untuk kesehatan sudah kami penuhi," bebernya.

Untuk tahun ini rumah sakit akan dilanjutkan pembangunan siringnya. Senilai Rp2 M.

Menurut Sekda, rumah sakit yang ada sekarang di pusat kota masih bisa bertahan.

Terpisah, Plt Ditut RSUD Jaya Sumitra Kotabaru, Cipta Waspada, mengklaim petugas pelayanan masih mampu menangani warga. "Memang kadang terlihat penuh antrean, karena ruangan kan sempit," ujarnya.

Cipta mengaku layanan tetap maksimal. Walau ia pun membenarkan, jika rumah sakit baru bisa selesai, kualitas pelayanan akan meningkat signifikan.

Benarkah layanan rumah sakit sekarang memuaskan? Mayoritas warga yang ditanya menjawab tidak. Rata-rata dari mereka membandingkan dengan layanan rumah sakit kabupaten tetangga, RSUD Tanah Bumbu.

"Jelek di Kotabaru, kurang ramah. Parkir sempit. Ruangan sempit. Kalah jauh sama di Tanah Bumbu," ujar Rapi warga yang bekerja sebagai sopir truk.

Warga pun berharap, pemerintah kembali menganggarkan pembangunan rumah sakit itu.

Ketua DPRD Kotabaru Syairi Mukhlis mengaku, saat rapat anggaran mereka menanyakan kepada pemerintah. Mengapa pengajuan anggaran rumah sakit hanya sekitar Rp2 M tahun. "Setahu kami itu perlu Rp300 M," ujarnya.

Saat itu kata Syairi, pemerintah beralasan, tahun ini masih fokus ke perbaikan jalan dan wisata. "Kami harap, rumah sakit itu di 2021 nanti dilanjutkan. Siapa pun bupatinya. Karena itu masuk dalam RPJMD kita," tuntasnya. (zal/ran/ema)

loading...

BACA JUGA

Kamis, 09 April 2020 10:38

Corona Belum Mereda, Belajar di Rumah Diperpanjang

BANJARBARU - Belum redanya wabah virus corona atau Covid-19 di…

Kamis, 09 April 2020 10:35

Masker Langka di Daerah, Ombudsman: Itu Termasuk Maladministrasi

BANJARMASIN – Kabar baik datang dari Gugus Tugas Covid-19 Kalsel.…

Kamis, 09 April 2020 10:27

Ada Warga Banjarbaru yang Terkonfirmasi Positif Corona, Dinkes Banjarbaru Tak Punya Identitasnya

BANJARBARU - Kota Banjarbaru telah terkonfirmasi ada satu kasus positif…

Kamis, 09 April 2020 10:21

Mahasiswa Tantang Dewan Potong Gaji

BANJARBARU - Enam Organisasi Kemasyarakatan Pemuda; PD KAMMI Banjarbaru, PC…

Kamis, 09 April 2020 10:19

Ditolak Warga, Rumah Karantina Ditunda; Warga Kayu Tangi II Sarankan Lingkar Selatan

BANJARMASIN - Penggunaan gedung Balai Diklat di Jalan Kayu Tangi…

Kamis, 09 April 2020 10:16

Terganjal Peraturan Pusat, Wali Kota Tetap Ingin Menutup Kota Banjarmasin

BANJARMASIN - Kota ini berstatus zona merah sebagai local transmission.…

Kamis, 09 April 2020 10:11

Stok Krisis, PMI Buka Gerai Darah

BANJARMASIN - Stok darah sudah lama kosong. Pasokan darah segar…

Kamis, 09 April 2020 10:04

Dermaga Feri Disemprot

BANJARMASIN - Pintu masuk Banjarmasin mulai diperketat. Bukan hanya jalur…

Kamis, 09 April 2020 09:35
Pemko Banjarbaru

Wawali Serahkan Sertifikat Koperasi Anggota PKH

BANJARBARU - Wakil Walikota Banjarbaru H Darmawan Jaya Setiawan didampingi…

Kamis, 09 April 2020 09:32
PARLEMENTARIA

Dewan Berharap Pemko Segera Lakukan Refocusing Anggaran

BANJARBARU - Wakil Ketua Bapemperda DPRD Kota Banjarbaru Nurkhalis Anshari…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers