MANAGED BY:
SABTU
22 FEBRUARI
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | RADAR MUDA | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

BANUA

Rabu, 22 Januari 2020 09:59
Biaya Kesehatan SIM jadi Rp100 Ribu Resahkan Tanah Laut
VIRAL: Unggahan biaya kesehatan dan psikologis menjadi viral di media sosial.

PROKAL.CO, PELAIHARI - Peraturan baru untuk pemohon Surat Izin Mengemudi (SIM) melampirkan surat keterangan kesehatan dan hasil Psikotes menuai protes masyarakat Kabupaten Tanah Laut (Tala) melalui media sosial, hal ini terungkap saat salah satu pengguna media sosial menyampaikan biaya yang cukup mahal untuk kedua surat keterangan tersebut, Selasa (21/1).

Berdasarkan unggahan akun media sosial yang disampaikan oleh Hendrik Datu Sisit, bahwa sejak hari Kamis lalu, para pemohon SIM harus mengeluarkan biaya lebih senilai Rp100 ribu untuk surat keterangan kesehatan dan hasil psikotes. Terlebih, surat keterangan itu dikeluarkan tidak dari rumah sakit negeri atau puskesmas. Padahal, berdasarkan foto surat keterangan yang diunggah itu diterbitkan dari salah satu klinik ibu dan anak.

Sejak unggahan yang disampaikan sekitar pukul 12.00 Wita hingga diturunkan berita ini mendapat 232 komentar. Dari berbagai komentar, banyak yang mempertanyakan biaya yang cukup mahal. Lantaran, biaya sebelumnya hanya Rp25 ribu. "Balarang naik Rp75 ribu lah," ucap Busu salah satu pengguna media sosial tersebut.

---

Kapolres: Soal Biaya Kami Tidak Campur Tangan

Saat dikonfirmasi Kapolres Tala AKBP Cuncun Kurniadi SIK melalui Kasatlantas AKP Lalu Ryan SIK membenarkan adanya peraturan baru untuk pemeriksaan kesehatan dan psikotes. Karena, dokter yang melakukan pemeriksaan ini sudah di tunjuk langsung oleh pihak Polda Kalsel, lantaran dokter kesehatan dan dan pemeriksa psikotes ini mendapatkan sertifikasi. Sehingga, surat yang dikeluarkan itu dapat dipertanggungjawabkan.

Hal ini berdasarkan Undang-Undang nomor 22 tahun 2009 tentang lalulintas dan angkutan jalan, dan tertuang di pasal 77 dan 81, bahwa untuk mendapatkan SIM harus memenuhi persyaratan usia, administratif, kesehatan dan lulus tes. Kemudian di poin 4, untuk kesehatan itu berdasarkan sehat jasmani dari surat keterangan dokter dan sehat rohani dari surat keterangan lulus tes psikologis.
Nah, untuk dokter dan pemeriksa psikologis ini juga tertuang berdasarkan peraturan Kapolri nomor 9 tahun 2012 tentang surat izin mengemudi dan terdapat di pasal 35, bahwa dokter, harus mendapatkan rekomendasi kedokteran kepolisian.

"Rekomendasi bisa dari Pusdokes Mabes Polri atau minimal Bid Dokes Polda Kalsel," ucapnya.

Dari rekomendasi itu, dr Lutfia R Firian dan pemeriksa psikologis Dyta Setyawati mendapat sertifikasi dari Bid Dokes Polda Kalsel untuk wilayah Kabupaten Tala. Dan hasil pemeriksaan yang dikeluarkan kedua pihak kesehatan ini dapat dipertanggungjawabkan. Pertanggungjawaban yang dimaksud itu, saat terjadi kecelakaan lalulintas itu disebabkan faktor manusia pemilik SIM mengalami gangguan kejiwaan, maka pemeriksaan psikologis harus bertanggung jawab.

"Jadi dokter dan pemeriksa psikologis ini harus memiliki sertifikasi yang dikeluarkan Mabes Polri," ungkapnya.

Untuk biaya yang dikeluarkan oleh dokter dan pemeriksa kesehatan itu, pihaknya tidak dapat melakukan campur tangan, karena itu merupakan profesi. Terlebih, dokter melakukan pemeriksaan bertempat di klinik tersebut.

"Soal biaya kami tidak bisa campur tangan, itu kewenangan beliau," tegasnya.

Untuk itu, pihaknya berharap kepada masyarakat untuk memahami dengan aturan ini, dan yang dilakukan pihaknya ini sudah sesuai dengan undang-undang. Terlebih, Polres Tala ini sudah melaksanakan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani, sehingga semua yang diterapkan lingkungan Polres Tala ini sesuai dengan undang-undang. (ard/bin/ema)


BACA JUGA

Jumat, 21 Februari 2020 16:08

Ketua Dekranasda Hj Anisah Rasyidah Wahid. Ajak Pelaku Industri Pangan HSU Kreatif

AMUNTAI - Industri rumah tangga dan penganan menjadi perhatian Dewan…

Jumat, 21 Februari 2020 11:57

Pembalakan Liar Tidak Ada Habisnya

BANJARBARU - Perambahan hutan di Banua nampaknya tak ada habisnya.…

Jumat, 21 Februari 2020 11:52

Duel Parpol di Kotabaru

KOTABARU - Prediksi pemilihan kepala daerah di Bumi Saijaan akan…

Jumat, 21 Februari 2020 11:26

Dari Peresmian Jembatan Bincau di Kab Banjar, Warga: Terima Kasih Paman Birin

Pembangunan jalan dan jembatan terus digencarkan Pemprov Kalsel untuk memudahkan…

Jumat, 21 Februari 2020 11:02

Kandang Babi Bakal Digusur, Peternak Minta Waktu

BANJARBARU – Enam belas anggota Komunitas Peternak Babi Guntung Manggis…

Jumat, 21 Februari 2020 10:57

KPU Tunggu Pendaftar Independen, Edy-Astina Cari Hari Baik

BANJARBARU - Meski sudah dibuka sejak tanggal 19 Februari kemarin.…

Jumat, 21 Februari 2020 10:20

Kasatpol PP dan Kepala BKD Dipanggil, DPRD: Harusnya Jangan Main Otot

BANJARMASIN - Aksi tak elok Satpol PP di Kantor Badan…

Jumat, 21 Februari 2020 10:15

Berkasnya Dikembalikan, Anang-Firdaus Harus Lengkapi Berkas Calon Independen, Paling Lambat Senin ini

BANJARMASIN - Berkas pendaftaran bakal calon independen Pilwali Banjarmasin milik…

Jumat, 21 Februari 2020 09:50

Serangan DBD di Tanbu Terus Meningkat, Sudah 3 Orang yang Meninggal

BATULICIN - Kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kabupaten Tanah…

Jumat, 21 Februari 2020 09:24
Pemko Banjarbaru

Wawali dan Sekda Hadiri Acara Sangka Baik

BANJARBARU - Wakil Walikota Banjarbaru Darmawan Jaya Setiawan bersama Sekretaris…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers