MANAGED BY:
SELASA
18 FEBRUARI
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | RADAR MUDA | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

HUKUM & PERISTIWA

Kamis, 23 Januari 2020 10:54
Ketuanya Tersandung Kasus, Samahuddin: KPU Harus Tegas, Jangan Coreng Intregritas Lembaga
Mantan Ketua KPU Kalsel, Samahuddin Muharram

PROKAL.CO, BANJARBARU - Usai terbitnya Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan (SPDP) oleh penyidik Polres Banjarbaru. Kasus dugaan tindak pidana asusila yang menyeret nama Ketua KPU Banjarmasin Gusti Makmur terus bergulir.

Terbaru, Gusti Makmur yang dalam kasus ini sebagai terlapor kabarnya telah memenuhi pemanggilan pihak Polres Banjarbaru. Usai sebelumnya diberikan surat pemanggilan pertama.

"Benar, terlapor kooperatif memenuhi panggilan kami. Setelah kami berikan surat pemanggilan pertama," kata Kapolres Banjarbaru AKBP Doni Hadi Santoso, melalui Kasubag Humas AKP Siti Rohayati, kemarin.

Dia mengungkapkan, terlapor memenuhi panggilan Polres Banjarbaru pada Senin (20/1) tadi. Saat itulah Gusti Makmur diperiksa oleh tim penyidik sebagai saksi. "Terlapor masih sebagai saksi. Tapi, kasusnya sendiri sudah ke tahap penyidikan," ungkapnya.

Ditanya, apakah Gusti Makmur selaku terlapor yang dalam dugaan kasus asusila terhadap siswa magang di salah satu hotel di Banjarbaru tersebut statusnya berpotensi menjadi tersangka, Siti menjawab bahwa hal tersebut tidak bisa divonisnya secara cepat.

"Sekarang sudah naik ke tahap penyidikan, ada kemungkinan (jadi tersangka, red) jika bukti-bukti dan hasil perkara yang dikumpulkan kuat. Tetapi saat ini status yang bersangkutan masih menjadi terlapor sesuai dengan praduga tak bersalah," bebernya.

Sementara itu, saat dipanggil KPU Kalsel, Selasa (21/1) siang. Gusti Makmur mengaku sudah menyiapkan pengacara untuk menindaklanjuti laporan yang dialamatkan kepadanya. “Semuanya sudah saya serahkan kepada pengacara. Biar pengacara saya yang nantinya memberikan informasinya,” ujarnya.

Dia juga mengaku bahwa dirinya sudah diperiksa oleh Polres Banjarbaru sebagai saksi. Sebagai pembelaan, dia menyampaikan bahwa kabar yang beredar tentang dirinya, tak seperti apa yang tersiar selama ini.

Sementara itu, Mantan Ketua KPU Kalsel Samahuddin Muharram angkat bicara mengenai kasus ini. Dia menganggap Gusti Makmur sudah sangat mencoreng lembaga KPU.

Akademisi ULM ini berpendapat, dalam kasus ini sebenarnya KPU Kalsel tak perlu menunggu proses hukum. Karena kasus ini sudah masuk soal etik. Menurutnya, dalam rangka membangun kepercayaan dan integritas terhadap penyelenggara, maka KPU Kalsel seharusnya menonaktifkan yang bersangkutan.

Tak hanya itu, dia meminta agar KPU Kalsel tak perlu menunggu lama melaporkan kasus ini ke Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP). Dia mengambil contoh kasus serupa yang pernah terjadi di KPU Yogyakarta. Oknum KPU kabupaten melakukan asusila, KPU provinsinya mengambil tindakan tegas dengan menonaktifkan dan melaporkan ke DKPP. “Ini juga dalam rangka menjaga marwah KPU sebagai lembaga yang berintegritas,” tambahnya. 

Samahuddin menambahkan, jika nantinya tak terbukti, KPU bisa melakukan rehabilitasi dan mengaktifkan kembali yang bersangkutan. “KPU Kalsel harus tegas,” imbuhnya.

Terpisah, Tim Pemeriksa Daerah (TPD) DKPP Kalsel, Mahyuni mengaku tak bisa berbuat banyak. Pihaknya hanya bisa menunggu laporan. Baik itu dari masyarakat, KPU, maupun Bawaslu. “Tak ada laporan, DKPP tak bisa memproses,” terangnya.

Jika pun nantinya hasil pemeriksaan polisi memutuskan Gusti Makmur sebagai tersangka, menurut Mahyuni, DKPP pun menunggu laporan dari KPU atau Bawaslu. “Tapi biasanya dua lembaga ini ketika sudah inkrah, mereka akan melaporkan,” sebut Mahyuni.

Persoalan etik dan hukum dua hal berbeda. Dalam kasus ini, lantaran terduganya adalah penyelenggara pemilu, maka ada aturan etik di dalamnya. Nah, ketika menyangkut etik, lembaga pemilu baik KPU maupun Bawaslu bisa melaporkan dugaan etik ke DKPP tanpa menunggu proses hukum. 

Divisi Penindakan Pelanggaran Komisioner Bawaslu Kalsel, Azhar Redhanie, mengaku pihaknya tak tutup mata soal kasus dugaan etik penyelenggara pemilu ini. Saat ini sebutnya, Bawaslu Kalsel tengah mengumpulkan bahan laporan, agar ketika menyampaikan laporan tersebut ada dasarnya. “Kami masih mendalami dan mengumpulkan alat bukti,” terang Azhar.(mof/ran/ema)

 


BACA JUGA

Jumat, 31 Januari 2020 11:41

Ditetapkan Jadi Tersangka Kasus Asusila, Mantan Ketua KPU Banjarmasin Digelandang Aparat

BANJARBARU - Gusti Makmur memenuhi panggilan penyidik Polres Banjarbaru, kemarin…

Jumat, 31 Januari 2020 11:27

Sengketa Warga Antar Baru vs PT Barito Putera Plantation: Warga Serahkan Bukti Kepemilikan

MARABAHAN - Lama tidak terdengar, mediasi sengketa lahan sawit antara…

Jumat, 31 Januari 2020 11:11

Timbun Solar, Samsul dan Syamsuddin Digrebek

BANJARMASIN - Kepolisian Polsek Banjarmasin Utara menggerebek dua rumah di…

Jumat, 31 Januari 2020 11:03

Mabuk Bawa Sajam, Buronan Apes

BANJARMASIN – Jadi buronan selama dua pekan, Taufik Rahman alias…

Jumat, 31 Januari 2020 10:36

Sabirin Terjebak Polisi Menyamar

AMUNTAI - Nasib sial dialami Sabirin (28), warga Desa Harus…

Jumat, 31 Januari 2020 10:34

Korban Berteriak, Anto pun Panik, Dengan Mudah Ia Dikepung Warga

MARABAHAN - Sial masih jauh dari Armina. Warga Desa Sinar…

Jumat, 31 Januari 2020 10:31

Disergap, Pengedar Sabu Tak Berkutik

MARABAHAN - Pengedar narkoba sedikit demi sedikit digulung Sat Res…

Kamis, 30 Januari 2020 11:48

Susahnya Memberantas Indekos Mesum di Kota Idaman: Paket Murah, Sukar Terjamah, Remaja Lajang Tak Bisa Dipidana

Indekos. Bagi mahasiswa, ruang kecil berjuta cerita. Dari mengerjakan tugas,…

Kamis, 30 Januari 2020 10:56

Pengendara Panik ada Razia di Kayutangi, 62 Pemotor Ditilang

BANJARMASIN - Pengendara yang melintasi Jalan Hasan Basry mendadak panik…

Kamis, 30 Januari 2020 10:49

Dua di Jalan, Satu di Toilet; Budak Sabu Barabai Tak Berkutik Diringkus

BARABAI - Ada-ada saja ulah FP (20). Pemuda asal Desa…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers