MANAGED BY:
SELASA
18 FEBRUARI
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | RADAR MUDA | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

BANUA

Kamis, 23 Januari 2020 11:03
Jika Honorer Benar-Benar Dihapus, Sekolah Terancam Kekurangan Guru
MENGABDI: Seorang guru honorer di pelosok Pulau Laut, Kotabaru melepas siswa seusai sekolah. | DOK/RADAR BANJARMASIN

PROKAL.CO, BANJARBARU - Kesepakatan antara Komisi II DPR RI bersama Kementerian PAN-RB dan Badan Kepegawaian Negara (BKN) yang memastikan tidak ada lagi status pegawai yang bekerja di instansi pemerintah selain PNS dan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK), menuai pro dan kontra. Khususnya, terkait nasib para guru yang masih berstatus honorer.

Pasalnya, jika kesepakatan tersebut diterapkan maka ada sekitar 3.000 guru honorer tingkat SMA dan SMK negeri di Kalsel terancam menjadi pengangguran lantaran kontrak mereka tidak diperpanjang oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kalsel.

Kepala Disdikbud Kalsel, M Yusuf Effendy menyampaikan, bila memang nantinya tidak diperbolehkan lagi ada pegawai honorer maka mau tidak mau pihaknya tidak akan memperpanjang kontrak para guru honorer.

"Tapi, pemerintah pusat harus bisa menggantinya. Entah, melalui seleksi PPPK atau CPNS. Karena kalau tidak, maka seluruh satuan pendidikan di Kalsel bakal kekurangan guru," katanya kepada Radar Banjarmasin, kemarin.

Dia mengungkapkan, saat ini seluruh satuan pendidikam atau sekolah masih kekurangan guru PNS. Maka dari itu, diperlukan adanya guru honorer untuk menutup kekurangan tersebut. "Total ada sekitar 3.000 guru honorer yang kita kontrak. Jadi, kalau itu dihapus maka perlu ada penggantinya," ungkapnya.

Menurut kabar yang beredar, para pegawai honorer nantinya diharuskan ikut seleksi PPPK agar masih bisa bekerja di instansi pemerintah. Yusuf pun berharap, formasi PPPK yang diberikan pemerintah pusat nantinya sebanding dengan jumlah guru yang diperlukan.

"Jangan nanti, misal kita kekurangan 50 guru ternyata formasi yang tersedia hanya 30. Formasi harus sesuai keperluan, jadi kekurangan bisa tertutupi," bebernya.

Disinggung berapa gaji guru honorer saat ini, dia menyampaikan, atas saran Gubernur Kalsel Sahbirin Noor, tahun ini Pemprov Kalsel sudah berencana menaikkan gaji mereka dari Rp1,5 juta menjadi Rp2,3 juta.

Untuk bisa merealisasikan rencana itu, Yusuf mengatakan jika Pemprov Kalsel saat ini tengah menggodok Peraturan Gubernur sebagai payung hukum kenaikan gaji honorer. "Kalau ketersediaan uangnya sudah dianggarkan dan tinggal pelaksanaan kebijakan itu," katanya.

Secara terpisah, Kepala Biro Organisasi Setdaprov Kalsel, Gt Burhanudin meyakini guru honorer akan banyak diangkat menjadi PPPK. Pasalnya, dia menyampaikan bahwa PPPK dibuat memang difokuskan untuk mengangkat para guru honorer K2. "Kan banyak honorer K2 yang belum diangkat jadi PNS. Nah, mereka akan diakomodir di PPPK," ucapnya.

Terkait banyaknya pegawai honorer di lingkup Pemprov Kalsel, dia menuturkan bahwa selama ini memang tidak ada batasan bagi SKPD untuk merekrutnya. "Perekrutan pegawai honorer sesuai keperluan mereka. Jadi, memang ada beberapa SKPD yang memerlukan banyak honorer," tuturnya.

Badan Keuangan Daerah Kalsel misalnya, Burhanudin menyebut bahwa badan itu menjadi salah satu SKPD yang banyak memerlukan tenaga honorer. Lantaran memiliki 14 Kantor Samsat di Kalsel. "Kalau pegawainya kurang, pelayanan ke masyarakat bisa tidak maksimal. Maka dari itu, direkrut lah tenaga honorer," pungkasnya. (ris/ran/ema)


BACA JUGA

Senin, 17 Februari 2020 17:10
PT PLN Kalselteng

Jelang Haul Sekumpul, PLN Imbau Perhatikan Jarak Aman Pasang Umbul-umbul

BANJARBARU – Jelang pelaksanaan Haul ke-15 KH Muhammad Zaini Abdul…

Senin, 17 Februari 2020 12:58
Pemkab Hulu Sungai Utara

Dua Peserta Raih Skor Tertinggi SKD CPNS HSU

AMUNTAI - Sejak dilangsungkan pada Jumat (14/2) tadi sampai Minggu…

Senin, 17 Februari 2020 12:31

Jalani Masa Mencekam Selama 8 Hari; Masyarakat Banua, Terimalah Mereka

BANJARBARU – Nadia Ramadannisa Saubari tampak memeluk erat ibunya, Noor…

Senin, 17 Februari 2020 11:27

Tak Terbukti Corona, ABK Vega Rose Dipulangkan

KOTABARU - Dua ABK kapal Vega Rose akhirnya dipulangkan, Minggu…

Senin, 17 Februari 2020 11:13

Ribuan Galam Ditanam di Hutan Lindung LA

BANJARBARU – Kelestarian Hutan Lindung Liang Anggang (HL-LA) di Kecamatan…

Senin, 17 Februari 2020 10:53

Siapa yang Diusung Golkar..? Baru Dua Daerah yang Positif

BANJARMASIN - Sejumlah nama kandidat yang akan diusung Dewan Pimpinan…

Senin, 17 Februari 2020 10:44

Sahbirin Terima Penghargaan ANRI

BANJARMASIN - Gubernur Kalsel H Sahbirin Noor bakal menerima penghargaan…

Senin, 17 Februari 2020 10:43

Pelanggan Dikerjai PDAM

BANJARMASIN - Matjahidin menjadi korban "keusilan" PDAM Bandarmasih. Lelaki 77…

Senin, 17 Februari 2020 09:45
PARLEMENTARIA

Dewan Minta Drainase Buntu Segera Ditangani

BANJARBARU - Permasalahan tumpukan sampah di aliran air atau sungai…

Senin, 17 Februari 2020 09:44
Pemko Banjarbaru

Sekda Ikuti Gerakan Salat Subuh Berjemaah

BANJARBARU - Sekretaris Daerah Kota Banjarbaru Drs H Said Abdullah…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers