MANAGED BY:
SELASA
18 FEBRUARI
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | RADAR MUDA | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

FEATURE

Jumat, 24 Januari 2020 11:39
Kisah Bahrani, Guru Honor yang Cari Tambahan Uang Dengan Menjadi Perukiah
AKRAB: Guru honorer di SMAN 1 Banjarbaru, Bahrani (tiga dari kanan) bersama Kepala SMAN 1 Banjarbaru, Eko Sanyoto (ujung kiri) saat berbincang dengan para siswa dan siswi mereka, kemarin. | FOTO: SUTRISNO/RADAR BANJARMASIN

PROKAL.CO, Penghasilan menjadi seorang guru honorer nampaknya masih kurang bagi Bahrani. Guru honorer di SMAN 1 Banjarbaru ini harus memutar otak untuk bisa menghidupi keluarganya dengan cara mencari tambahan uang di luar jam kerjanya. 

-- Oleh: SUTRISNO, Banjarbaru --

Di usianya yang menginjak 46 tahun, Bahrani merupakan guru honorer tertua di SMAN 1 Banjarbaru. Kegagalan menjadi PNS yang membuatnya hingga kini masih menyandang status sebagai tenaga honorer.

Kemarin (23/1) siang, wartawan koran ini bertemu dengan bapak dua anak ini. Untuk menceritakan bagaimana pengalamannya selama menjadi guru honorer sejak 2001 silam.

Mengenakan kopiah putih, dipadu dengan baju sasirangan warna ungu, Bahrani tampak santai saat menceritakan kisah hidupnya selama menjadi guru honorer. Dengan didampingi Kepala SMAN 1 Banjarbaru, Eko Sanyoto.

Pria kelahiran Amuntai, HSU tersebut mengaku sudah dua kali pindah sekolah sebagai guru honorer. "Sebelumya pada 2001 saya jadi honorer di salah satu SMP di Jakarta. Lalu, tahun 2011 baru lah mengajar di SMAN 1 Banjarbaru," katanya.

Dia mengungkapkan, menjadi seorang guru honorer harus pintar mengatur waktu untuk bisa mendapatkan penghasilan dari luar. Sebab, jika hanya mengandalkan gaji honorer tidak akan cukup untuk menutupi kebutuhan sehari-hari. "Secara akal gaji honor tidak cukup. Satu bulannya hanya Rp1,5 juta. Maka dari itu, saya mencari tambahan di luar," ungkapnya.

Guru mata pelajaran Baca Tulis Alquran (BTA) ini mengaku mencari tambahan penghasilan dengan menjadi perukiah di luar jam kerjanya di SMAN 1 Banjarbaru. "Saya buka praktik pada malam hari, jadi tidak mengganggu kerja saya sebagai guru," ucapnya.

Ditanya berapa pendapatannya sebagai seorang perukiah, Bahrain enggan membeberkannya. Sebab, dia tak mematok biaya ke para pasiennya. "Pokoknya ada lah tambahan yang saya dapatkan dari hasil merukiah," paparnya.

Selain jadi perukiah, Bahrani menyampaikan bahwa dirinya juga menambah jam mengajar di salah satu sekolah swasta di Banjarbaru. "Jadi saya bukan hanya mengajar di SMAN 1 Banjarbaru," bebernya.

Dia mengungkapkan, jika dirinya tidak mengajar di sekolah lain maka penghasilannya sebagai guru honorer di SMAN 1 Banjarbaru dan perukiah tidak akan cukup untuk membiayai kehidupan keluarganya. "Maka dari itu, kami sangat berharap gaji guru honorer cepat dinaikkan," ungkapnya.

Selain berharap gaji naik, Bahrani juga menyinggung masalah wacana penghapusan tenaga honorer. "Mudah-mudahan pemerintah memikirkan nasib kami yang sudah puluhan tahun mengabdi," harapnya.

Sebagai guru honorer yang sudah tidak mungkin diangkat sebagai PNS, lantaran terhalang batasan usia, dia meminta agar dirinya bisa diangkat menjadi PPPK tanpa melalui tahapan tes. "Karena kami yang sudah tua ini beda dengan yang muda. Menggunakan komputer saja kami sulit," paparnya.

Harapan Bahrani diamini Kepala SMAN 1 Banjarbaru, Eko Sanyoto. Karena menurut Eko, peningkatan kesejahteraan guru sangat lah penting guna meningkatkan kualitas SDM bangsa. "Para guru ini lah yang membentuk anak-anak kita menjadi SDM yang berkualitas," ujarnya.

Dia menyampaikan, keberadaan guru honorer sangatlah penting bagi sekolah. Lantaran, kurangnya ketersediaan guru PNS. "Jasa guru honorer ini sangat besar, kalau tidak ada mereka kita akan kekurangan guru. Kami berharap kesejahteraan mereka meningkat," ucapnya.

Seperti halnya di SMAN 1 Banjarbaru, Eko menuturkan, ada beberapa mata pelajaran kekurangan guru PNS yang saat ini ditutupi dengan tenaga honorer. "Guru Bahasa Indonesia misalnya. Kami cuma punya satu guru PNS untuk mengajar di 24 kelas. Maka dari itu, kami rekrut tiga honorer untuk menutupi kekurangan itu," pungkasnya. (ris/ran/ema)

loading...

BACA JUGA

Minggu, 16 Februari 2020 06:58

Kalsel Bakal Bangun Pembangkit Listrik Tenaga Angin

Semoga ini bisa menjadi solusi, agar sistem kelistrikan di Banua…

Sabtu, 15 Februari 2020 10:11

Perjalanan Biker Sirath Touring Borneo Lintas Tiga Negara

Hasrat mencapai puncak Pulau Kalimantan menggunakan sepeda motor akhirnya tercapai.…

Kamis, 13 Februari 2020 12:00

Gaduk, Minuman Oplosan yang Kebal Regulasi: Bisa Bikin Mati Mendadak, Tengah Malam Bisa Jual Lebih Mahal

Fungsinya sudah jelas. Alkohol tunggal dengan kadar mencapai 95% bukan…

Kamis, 13 Februari 2020 10:35

Biker Banua Terkesan Kemulusan Aspal Negeri Jiran

Perjalanan tiga anggota Biker Sirath dari Banjarmasin menuju Tip of…

Rabu, 12 Februari 2020 12:27

Nasib Bendungan Pipitak Jaya yang Direncanakan Bakal Tanggulangi Banjir Tapin

Dikerjakan sejak tahun 2015 silam. Bendungan Pipitak Jaya, yang terletak…

Selasa, 11 Februari 2020 11:36

Pamer Buah-Buah Langka, Ada Buah yang Tidak Bisa Diperjualbelikan

Marajai, desa yang terletak di lereng pegunungan Meratus ini, menunjukkan…

Minggu, 09 Februari 2020 10:08

Kebakaran Beruntun 4 Gedung Sekolah di HST: Curiga Disengaja, Datangkan Tim Ahli Forensik dari Surabaya

Kebakaran yang menghanguskan gedung sekolah di Kabupaten Hulu Sungai Tengah…

Jumat, 07 Februari 2020 14:20

Ketika Polisi Datangi SD: Ajari Pakai Helm, Tertib Sejak Dini

Keselamatan di jalan penting ditanamkan sejak dini. Misi itu yang…

Rabu, 29 Januari 2020 12:13

Bertemu Setelah 30 Tahun Kehilangan Anaknya di Arab, Tangis Siti Aisyah Pecah

Seorang ibu di Kecamatan Tapin terpisah dengan anaknya selama 30…

Selasa, 28 Januari 2020 10:48

Geliat Pasar Subuh Amuntai, Jago Nawar Bisa Bawa Pulang Berbagai Anyaman

Pasar Subuh Amuntai hanya buka maksimal 4 jam pada hari…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers