MANAGED BY:
SELASA
18 FEBRUARI
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | RADAR MUDA | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

HUKUM & PERISTIWA

Kamis, 30 Januari 2020 11:48
Susahnya Memberantas Indekos Mesum di Kota Idaman: Paket Murah, Sukar Terjamah, Remaja Lajang Tak Bisa Dipidana
NGINTIP: Saking susahnya dideteksi, petugas kadang harus mengintip kamar indekos yang dicurigai disalahgunakan. | Foto: Muhammad Rifani/Radar Banjarmasin

PROKAL.CO, Indekos. Bagi mahasiswa, ruang kecil berjuta cerita. Dari mengerjakan tugas, tempat istirahat hingga hal-hal lainnya. Tak jarang, indekos disalahgunakan. Apalagi kalau bukan perbuatan maksiat. Pesta miras hingga tindak asusila.

----------------------

Beberapa pekan ke belakang. Setidaknya ada tiga kasus asusila yang terungkap. Baik digerebek Satpol PP hingga satuan kepolisian. Mirisnya, penghuni kos masih berusia remaja. Bahkan sebagian berstatus pelajar atau mahasiswa.

Indekos di Kota Idaman memang cukup menjamur. Wajar, Banjarbaru termasuk kota pelajar. Banyak perguruan tinggi berdiri di sini. Indekos dinilai ekonomis. Termurah, dari Rp300 ribu sebulannya. Jika kepepet, satu ruangan kerap diakali dihuni dua orang. Yang penting, bisa menaruh barang dan merebahkan pinggang.

Selain murah, sebagian kos berpedikat "bebas" dianggap susah terjamah aparat. Maka jangan heran, sepanjang tahun 2019, setidaknya lebih dari 20 kasus remaja mesum dipergoki petugas.

Problematika muncul. Meski dipergoki, tak ada sanksi secara hukum bagi pelakunya. Paling mentok, pelaku hanya diminta menandatangani surat pernyataan. Terparah, bisa diusir dan diberitahukan kepada orang tuanya.

Realitanya, sanksi ini rupanya tak begitu manjur. Masalah mesum di kos selalu berulang. Dipergoki satu, muncul lagi di daerah lain. Aparat pun cukup kesulitan melacak potensi kos mesum. Mengingat, kos jumlahnya banyak dan aktivitasnya kerap tertutup.

Kasat Pol PP Banjarbaru, Marhain Rahman melalui PPNS Seksi Opsdal, Yanto Hidayat menyebut bahwa ada dua sanksi yang bisa menjerat. Hal ini berkaitan dengan Perda no 1 tahun 2013 tentang Izin Usaha Rumah Kos.

"Di dalam Perda, tertuang jika kos-kosan tidak boleh didiami oleh dua orang berbeda kelamin tanpa ikatan yang sah. Selain itu tindakan terlarang lainnya semacam pesta miras hingga narkotika juga jelas dilarang dilakukan," katanya.

Meski begitu, Yanto mengatakan jika selama ini para pelaku tindakan mesum di kos-kosan tidak bisa dimejahijaukan. "Untuk yang pelaku tindakan mesum itu tentu kita panggil dan mintai keterangan. Kita akan hadirkan orang tuanya atau keluarga juga untuk menindaklanjuti. Terparah, pelaku diusir," tambahnya.

Lantas bagaimana dengan pemilik atau pengelola kos? Sesuai Perda tentang izin, maka terangnya yang akan dapat dikenakan sanksi yakni pemilik kos yang terbukti melanggar.

"Pertama kita akan memverifikasi soal izin usaha kosnya dahulu. Nah apabila di tahap ini sudah melanggar tentu yang bersangkutan harus mengurus izinnya," katanya.

Kemudian, apabila izin lengkap dan kos tersebut terbukti atau tepergok membiarkan penghuninya berbuat tindakan asusila. Maka jelas ada tahapan sanksi yang akan menjerat pemilik.

"Pertama dipanggil dan diberi surat pernyataan hingga teguran. Bila kemudian hari kedapatan lagi, maka paling berat penyegelan dan penutupan tempat kos," tegasnya.

Terpisah, Kasat Sabhara Polres Banjarbaru, AKP Supri juga mengatakan, sejauh ini penindakan bagi pelaku mesum hanya dibina dan diminta surat pernyataan. Adapun, dari catatannya, ada lebih dari 10 kasus remaja mesum di indekos yang diungkap aparat. "Yang terbaru (tahun 2020) untuk kasus remaja mesum ada tiga pasangan. Selain patroli, kita juga mendapat laporan warga sekitar melalui aplikasi Siharat," katanya.

Untuk kecenderungan, Supri mengatakan bahwa rata-rata kasus mesum didapati di indekos yang tak diawasi pemiliknya. "Kalau temuan kita itu yang rawan di kawasan Balitan dengan Guntung Manggis. Selain remaja mesum, indekos juga kerap digunakan oleh para PSK online. Ini angkanya juga cukup banyak," tuntasnya.

Rekomendasi izin indekos sendiri saat ini diterbitkan oleh pihak Kecamatan setempat. Untuk izin operasional oleh Dinas Perizinan dan Penanaman Modal Terpadu Satu Pintu.

Camat Banjarbaru Selatan, Indra Putera menyebut, sepanjang tahun 2019 pihaknya telah mengeluarkan rekomendasi indekos 40 buah. Dalam proses pengajuan, Kecamatan turut menyoroti ihwal peruntukkan.

"Yang dominan banyak di wilayah Sungai Besar. Dalam proses (permohonan rekomendasi) kita juga minta dilampirkan pula surat pernyataan dari yang bersangkutan perihal pengelolaan kos sesuai dengan aturan yang berlaku," terangnya.

Di Kecamatan Landasan Ulin. Tahap penerbitan rekomendasi juga cukup ketat. Sebelum dikeluarkan, pihak kecamatan akan melakukan verifikasi lapangan terlebih dahulu. "Kalau ada potensi pelanggaran, kita minta revisi sesuai aturan di Perda," kata Camat Landasan Ulin, Subhan.

Sementara Sekretaris Daerah Kota Banjarbaru, Said Abdullah menegaskan, pihaknya menindak tegas pemilik indekos yang melakukan pelanggaran. "Kalau mengejar tindakan asusilanya kita pasti kesulitan, karena di UU tidak ada. Makanya pemilik kos yang ditindak, karena sudah jelas ada larangan terkait peruntukan kos ini," tanggapnya.

 ---

Pilih Indekos yang Punya Penjaga

Tak semuanya indekos bebas. Masih banyak yang ketat. Tamu lawan jenis hanya boleh sampai selasar. Minimal ruang tamu. Indekos seperti ini biasanya langsung dikelola pemiliknya atau ada penjaganya.

Seperti diakui Nurhayati, pemilik kos khusus putri di Intan Sari. "Kami dari awal membatasi kalau kos saya khusus wanita saja. Karena kalau kos wanita tergolong lebih tertib. Saya juga memberi pagar di depan kos agar tidak sembarangan bisa masuk," katanya.

Soal adanya perilaku penghuni yang nakal, Nurhayati tak menampik dirinya di awal membuka usaha kos-kostan sempat hampir kecolongan. Setelahnya, ia langsung mempekerjakan orang sebagai penjaga indekos.

"Memang kalau tidak diawasi susah menertibkannya. Kalau dari saya, jika mengarah untuk menyelundupkan orang, langsung saya minta pindah kos. Orang tuanya juga saya panggil," tuntasnya.

---

Remaja Lajang Tidak Bisa Dipidana

Kasus remaja mesum seakan dangkal penindakan. Tak ada regulasi yang bisa menjeratnya, apalagi dimeja hijaukan. Tak ayal, perilaku yang kian marak ini seakan susah dibasmi.

Secara perspektif hukum, Pengamat Hukum Tata Negara asal Banua, Ahmad Fikri Hadin SH LLM memberikan pandangannya. Diakuinya, bahwa sejauh ini belum ada payung hukum yang bisa menyentuh kasus remaja mesum.

Meski di KUHP (Kitab Undang-undang Hukum Pidana) ada mengatur soal zina, tepatnya di Pasal 284 KUHP. Tapi tegas Fikri jika hal ini tak bisa diaplikasikan. "KUHP ini untuk zina, apabila salah satu pelakunya itu telah menikah atau sudah kawin. Nah apabila terjadi pada remaja yang belum menikah, maka mustahil pasal ini dikenakan," katanya.

Berbicara soal Perda tentang indekos yang ada di Banjarbaru. Fikri mengomentari jika hal ini juga hanya bisa menjerat pemilik atau pengelola dari usaha indekos saja.

"Perda ini lebih peruntukkannya kepada perizinan agar bisa terpenuhi. Apabila ditemukan penyalahgunaan peruntukan, maka yang diberi sanksi, misalnya secara administratif adalah pemiliknya, bukan pelakunya," ujarnya.

Meski begitu, Perda ini katanya juga cukup penting. Mengingat pemilik indekos punya kuasa atas penghuni yang menyewa bangunannya. "Jadi pemerintah dapat memberi sanksi kepada pemilik agar mencegah adanya peluang sepasang remaja untuk melakukan tindakan terlarang."

Melihat belum ada pendekatan secara hukum yang bisa menjerat pelakunya. Fikri sendiri lebih menyarankan peran serta masyarakat sekitar. "Tentu saat ini adalah pengawasan dari masyarakat sendiri. Jadi ada keaktifan dalam mencegah dan mengawasi soal perilaku ini." (rvn/bin/ema)


BACA JUGA

Jumat, 31 Januari 2020 11:41

Ditetapkan Jadi Tersangka Kasus Asusila, Mantan Ketua KPU Banjarmasin Digelandang Aparat

BANJARBARU - Gusti Makmur memenuhi panggilan penyidik Polres Banjarbaru, kemarin…

Jumat, 31 Januari 2020 11:27

Sengketa Warga Antar Baru vs PT Barito Putera Plantation: Warga Serahkan Bukti Kepemilikan

MARABAHAN - Lama tidak terdengar, mediasi sengketa lahan sawit antara…

Jumat, 31 Januari 2020 11:11

Timbun Solar, Samsul dan Syamsuddin Digrebek

BANJARMASIN - Kepolisian Polsek Banjarmasin Utara menggerebek dua rumah di…

Jumat, 31 Januari 2020 11:03

Mabuk Bawa Sajam, Buronan Apes

BANJARMASIN – Jadi buronan selama dua pekan, Taufik Rahman alias…

Jumat, 31 Januari 2020 10:36

Sabirin Terjebak Polisi Menyamar

AMUNTAI - Nasib sial dialami Sabirin (28), warga Desa Harus…

Jumat, 31 Januari 2020 10:34

Korban Berteriak, Anto pun Panik, Dengan Mudah Ia Dikepung Warga

MARABAHAN - Sial masih jauh dari Armina. Warga Desa Sinar…

Jumat, 31 Januari 2020 10:31

Disergap, Pengedar Sabu Tak Berkutik

MARABAHAN - Pengedar narkoba sedikit demi sedikit digulung Sat Res…

Kamis, 30 Januari 2020 11:48

Susahnya Memberantas Indekos Mesum di Kota Idaman: Paket Murah, Sukar Terjamah, Remaja Lajang Tak Bisa Dipidana

Indekos. Bagi mahasiswa, ruang kecil berjuta cerita. Dari mengerjakan tugas,…

Kamis, 30 Januari 2020 10:56

Pengendara Panik ada Razia di Kayutangi, 62 Pemotor Ditilang

BANJARMASIN - Pengendara yang melintasi Jalan Hasan Basry mendadak panik…

Kamis, 30 Januari 2020 10:49

Dua di Jalan, Satu di Toilet; Budak Sabu Barabai Tak Berkutik Diringkus

BARABAI - Ada-ada saja ulah FP (20). Pemuda asal Desa…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers