MANAGED BY:
KAMIS
02 APRIL
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | RADAR MUDA | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

HUKUM & PERISTIWA

Jumat, 31 Januari 2020 11:41
Ditetapkan Jadi Tersangka Kasus Asusila, Mantan Ketua KPU Banjarmasin Digelandang Aparat
MALU: Mantan Ketua KPU Banjarmasin, Gusti Makmur (mengenakan masker dan baju tahanan) digelandang aparat menuju ruang tahanan Mapolres Banjarbaru usai ditetapkan sebagai tersangka. | Foto: Muhammad Rifani/RADAR BANJARMASIN

PROKAL.CO, BANJARBARU - Gusti Makmur memenuhi panggilan penyidik Polres Banjarbaru, kemarin pagi. Diperiksa selama 3 jam, Ketua KPU Banjarmasin yang menjadi tersangka kasus pencabulan itu akhirnya ditahan pihak kepolisian.

Kapolres Banjarbaru Ajun Komisaris Besar Polisi Doni Hadi Santoso menjelaskan, Gusti Makmur memang terindikasi melakukan perbuatan yang disangkakan. Kejadian itu terjadi pada 25 Desember 2019 lalu. Saat itu, Gusti Makmur yang menjabat Ketua KPU Banjarmasin menghadiri acara di sebuah hotel berbintang di Kota Banjarbaru.

Di hari itu, dia mencabuli seorang pelajar magang di toilet hotel. "Ketika korban membersihkan toilet tiba-tiba masuk tersangka. Saat itu korban didekati dan diajak komunikasi oleh tersangka," jelas Kapolres.

Tanpa basa basi, Makmur langsung menarik lengan kiri korban. Sembari mengarahkan lengan korban masuk ke dalam celana tersangka dan dipaksa menggosok-gosok kemaluannya.

"Tersangka juga meraba-raba bagian dada (korban) serta memegang kemaluan korban dari luar celana," tambahnya.

Terungkap juga Gusti Makmur sempat berusaha membujuk korban dengan mengiming-imingi pakaian. Penyidik masih sedang memeriksa adanya chat obrolan antara tersangka dengan korban.

Korban yang trauma langsung mengadukan kejadian itu kepada orang tuanya. Tak lama, pihak keluarga melaporkan aksi tersangka ke pihak Polres Banjarbaru. 

"Kita menyita tiga barang bukti, yakni handphone, tiga flashdisk isi rekaman CCTV serta baju seragam yang dikenakan korban," katanya.

Makmur sendiri akan ditahan di Mapolres Banjarbaru untuk menjalani proses penyidikan. Lama penahanan berlangsung selama 20 hari.

Lantas apakah ada korban lain dari aksi memyimpang tersangka? Saat ini menurut Kapolres belum ditemukan potensi untuk mengarah ke sana.

Gusti Makmur sendiri tak mengeluarkan sepatah katapun ketika ditanya awak media. Tim kuasa hukumnya yang dipimpin Diankorona Riadi mengatakan pemeriksaan yang dijalani kliennya berlangsung lancar. Bahkan, diklaimnya jika Makmur bersikap kooperatif menjawab 30 pertanyaan yang dicecarkan oleh penyidik.

"Tak ada hambatan. Ada beberapa pertanyaan, dan telah dijawab kooperatif. Kita menunggu apa tindakan penyidik selanjutnya," ungkap Korona--panggilan akrabnya.

Dalam proses pemeriksaan, Makmur disangkakan pasal 82 Ayat 1 UU Perlindungan Anak. Meski begitu, Korona menilai sangkaan atau tuduhan yang dilayangkan ke kliennya tidak tepat.

"Pertanyaan tadi berkisar tentang kegiatan di hotel Dafam kemarin (ketika kasus terjadi). Disebut ada percakapan (tersangka) dengan pelapor, nah penilaian kami tidak ada unsur ke sana," klaimnya.

Ditekankannya lagi, bahwa pasal yang dituduhkan ke klien terdapat muatan adanya rayuan, bujukan serta segala macamnya. "Tidak ada perbuatan seperti itu."

Akan tetapi, meski demikian Korona menyatakan akan menyerahkan seluruhnya kepada penyidik. "Kita serahkan ke penyidik. Kita hanya bisa menilai cukup seperti ini."

Gusti Makmur sendiri meminta penahanan kota. Hal ini pun turut dibenarkan oleh Korona. "Itu sudah kita bicarakan dan sampaikan. Kita menunggu keputusan penyidik," pungkasnya. (rvn/by/ran/ema)

---

Tinggal Menunggu Sidang Etika

SEMENTARA ITU, berkas laporan dugaan tindakan asusila yang dilakukan oleh mantan Ketua KPU Banjarmasin, Gusti Makmur telah diterima Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) RI, siang kemarin.

Laporan ini disampaikan oleh KPU Kalsel hasil dari verifikasi pihaknya belum lama tadi. Berkas laporan diantar langsung oleh Komisioner KPU Kalsel, Edy Ariansyah dan Nur Zazin. “Sekitar pukul 12.00 Wib laporan kami diterima DKPP,” beber Zazin kemarin.

Zazin tak mau merinci berkas apa saja yang dilampirkan ke DKPP sebagai bahan laporan pihaknya. Namun, yang pasti salah satunya adalah surat laporan dari pihak Kepolisian. “Prosesnya tinggal menunggu mereka (DKPP). Kami hanya menunggu,” tambahnya.

Laporan ke DKPP ini sebutnya, berdasarkan hasil surat tembusan dari KPU RI yang mereka sampaikan sebelumnya. “Kemarin (Rabu) ditunda, karena kami perlu surat laporan dari kepolisan. Makanya baru hari ini (kemarin) dilaporkan. Kita tunggu saja prosesnya,” tandasnya.

Tak hanya KPU Kalsel yang melaporkan Gusti Makmur ke DKPP, Bawaslu Banjarmasin pun ternyata sudah juga melaporkan ke lembaga etik ini. Hal ini dibeberkan Ketua Bawaslu Banjarmasin, Muhammad Yasar kemarin. “Sudah kami laporkan secara resmi ke DKPP Rabu (29/1) tadi,” bebernya.

Laporan tersebut terangnya, berdasarkan hasil penelusuran dan konsultasi pihaknya dengan Bawaslu Kalsel termasuk Bawaslu RI. “Sebagai penyelenggara pemilu, kami ingin menjaga marwah penyelenggara yang berintegritas ini,” tukasnya.

Pihaknya hanya bisa menunggu prosesnya sembari menunggu hal-hal yang perlu dilengkapi. “Kalau sudah lengkap. Biasanya kami dihubungi kembali. Saat ini belum ada,” kata Yasar sembari memprediksi, sidang etik akan digelar di Banjarmasin oleh tim pemeriksa daerah DKPP. (rvn/mof/ran/ema)


BACA JUGA

Jumat, 31 Januari 2020 11:41

Ditetapkan Jadi Tersangka Kasus Asusila, Mantan Ketua KPU Banjarmasin Digelandang Aparat

BANJARBARU - Gusti Makmur memenuhi panggilan penyidik Polres Banjarbaru, kemarin…

Jumat, 31 Januari 2020 11:27

Sengketa Warga Antar Baru vs PT Barito Putera Plantation: Warga Serahkan Bukti Kepemilikan

MARABAHAN - Lama tidak terdengar, mediasi sengketa lahan sawit antara…

Jumat, 31 Januari 2020 11:11

Timbun Solar, Samsul dan Syamsuddin Digrebek

BANJARMASIN - Kepolisian Polsek Banjarmasin Utara menggerebek dua rumah di…

Jumat, 31 Januari 2020 11:03

Mabuk Bawa Sajam, Buronan Apes

BANJARMASIN – Jadi buronan selama dua pekan, Taufik Rahman alias…

Jumat, 31 Januari 2020 10:36

Sabirin Terjebak Polisi Menyamar

AMUNTAI - Nasib sial dialami Sabirin (28), warga Desa Harus…

Jumat, 31 Januari 2020 10:34

Korban Berteriak, Anto pun Panik, Dengan Mudah Ia Dikepung Warga

MARABAHAN - Sial masih jauh dari Armina. Warga Desa Sinar…

Jumat, 31 Januari 2020 10:31

Disergap, Pengedar Sabu Tak Berkutik

MARABAHAN - Pengedar narkoba sedikit demi sedikit digulung Sat Res…

Kamis, 30 Januari 2020 11:48

Susahnya Memberantas Indekos Mesum di Kota Idaman: Paket Murah, Sukar Terjamah, Remaja Lajang Tak Bisa Dipidana

Indekos. Bagi mahasiswa, ruang kecil berjuta cerita. Dari mengerjakan tugas,…

Kamis, 30 Januari 2020 10:56

Pengendara Panik ada Razia di Kayutangi, 62 Pemotor Ditilang

BANJARMASIN - Pengendara yang melintasi Jalan Hasan Basry mendadak panik…

Kamis, 30 Januari 2020 10:49

Dua di Jalan, Satu di Toilet; Budak Sabu Barabai Tak Berkutik Diringkus

BARABAI - Ada-ada saja ulah FP (20). Pemuda asal Desa…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers