MANAGED BY:
SABTU
04 APRIL
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | RADAR MUDA | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

BANUA

Sabtu, 01 Februari 2020 02:10
Siaga Bencana di HSS Diperpanjang Sampai Februari
BERSIHKAN: Pohon di kabupaten HSS tumbang karena hujan disertai angin kencang.

PROKAL.CO, KANDANGAN - Status siaga bencana alam di Kabupaten HSS akan diperpanjang sampai bulan Februari. Sebelumnya, Pemkab HSS menetapkan status siaga bencana alam selama dua bulan dari 1 Desember 2019 sampai 31 Januari 2020. Sementara pada musim hujan berpotensi terjadi banjir, tanah longsor, sampai angin puting beliung. 

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Kesatuan Bangsa dan Politik (PB Kesbangpol) Kabupaten HSS, Efran menjelaskan bahwa perpanjangan status siaga bencana ini berdasarkan prakiraan dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Kalsel. Potensi intensitas hujan masih terjadi sampai bulan Februari mendatang. “Untuk surat keputusan (SK), masih menunggu,” ujarnya. Meski diperpanjang, statusnya masih tetap siaga. Tidak ditingkatkan ke tanggap darurat.

Pada musim hujan saat ini, kondisi air masih dalam batas normal di wilayah Kabupaten HSS. Memang ada beberapa pohon yang tumbang. Tapi, langsung bisa dibersihkan.

Dalam penanggulangan bencana, semua personel dan peralatan sudah disiagakan. Secara teknis, sinergi terus ditingkatkan. “Jika terjadi bencana bisa diambil langkah yang cepat sesuai dengan SOP masing-masing instansi,” sebut Efran.

Warga berada di daerah rawan bencana terus diimbau tetap waspada. Siap mengamankan barang berharga sampai dokumen penting lainnya.

Dari 11 kecamatan di HSS, ada delapan kecamatan rawan banjir. Kecamatan Loksado, Padang Batung, Angkinang, Kecamatan Sungai Raya, Kandangan, Daha Utara, Daha Selatan dan Daha Barat. Sedangkan daerah rawan longsor di antaranya Kecamatan Loksado, Padang Batung, dan Telaga Langsat.

Faktor dominan pemicu terjadi banjir atau longsor di Kabupaten HSS hanya karena faktor cuaca. “Wilayah HSS secara geografis merupakan daerah lintasan Sungai Loksado, Amandit, dan Sungai Nagara,” tutur Efran.

Ketua Tagana Kabupaten HSS, Samsuni menjelaskan bersama 67 anggota terus memonitor perkembangan air di 11 kecamatan. “Selama 24 jam, semua anggota Tagana siap di posko jika terjadi bencana,” ujarnya. Peralatan seperti perahu karet, tenda, sampai mobil dapur umum siap digunakan.(shn/az/dye)


BACA JUGA

Sabtu, 04 April 2020 07:55

Wapres Minta Fatwa Haram Mudik ke MUI

JAKARTA – Di tengah kurva wabah Covid-19 yang terus menanjak,…

Sabtu, 04 April 2020 07:52

Mayoritas Terpapar di Luar, PDP Ulin 26 Meninggal Dunia

BANJARMASIN – Imbauan pemerintah agar tetap berada di rumah di…

Sabtu, 04 April 2020 07:50

PKK Kalsel Bagi Sembako dari Pintu ke Pintu

SUNGAI TABUK - Ketua TP PKK Provinsi Kalimantan Selatan Hj…

Sabtu, 04 April 2020 07:49

Tak Ada Lagi Terbang Malam, Maskapai Terima Demi Kemaslahatan Bersama

BANJARBARU - Bandara Internasional Syamsudin Noor, Jumat (3/3) kemarin akhirnya…

Sabtu, 04 April 2020 07:47

Bupati ini Serahkan Gaji Selama Wabah

PELAIHARI – Bupati Tanah Laut H Sukamta memberi teladan kepedulian…

Sabtu, 04 April 2020 07:39

Hiasi Gerbang Perlu Rp190 Juta

BANJARBARU - Ketika malam hari, pemandangan di tugu atau gerbang…

Sabtu, 04 April 2020 07:38

Siswa dan Orang Tua Belajar di Rumah Diperpanjang

BANJARBARU - Mengingat penyebaran Pandemi COVID-19 masih terus meningkat. Hingga…

Sabtu, 04 April 2020 07:33

ODP Diberi Bantuan Sembako

BATULICIN - Beberapa hari lalu, Dinas Sosial Tanbu menyalurkan bantuan…

Sabtu, 04 April 2020 07:32

Bupati Serahkan Bantuan Mobil Ambulans

BATULICIN - Bupati Tanah Bumbu H Sudian Noor menyerahkan bantuan…

Sabtu, 04 April 2020 07:31

Polres dan Pemda Semprotkan Disinfektan

BATULICIN - Polres Tanah Bumbu bekerja sama dengan Pemkab Tanbu…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers