MANAGED BY:
SELASA
18 FEBRUARI
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | RADAR MUDA | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

BANUA

Sabtu, 01 Februari 2020 06:37
Barabai Waspada, Sungai Meluap, Pohon Tumbang Hingga Longsor
HAMPIR ROBOH: Kondisi jembatan gantung di Desa Masiraan Kecamatan Pandawan, yang dihantam oleh raba, Jumat (31/1) pukul 11.00 Wita. | Foto: WAHYU RAMADHAN/RADAR BANJARMASIN

PROKAL.CO, BARABAI  - Hujan yang mengguyur sejak Kamis hingga Jumat pagi (31/1) di Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST), ternyata tidak hanya membuat air sungai meluap. Tapi, juga menumbangkan pohon, tanah longsor, menghanyutkan raba hingga menabrak jembatan.

Pohon jambu berdiameter 30 senti, berdahan dan daun yang rimbun itu tak kuasa menahan derasnya hujan dan terpaan angin. Pohon itu tumbang pada Kamis (30/1) sore, menimpa gedung SDN 2 Rangas, Kecamatan Batang Alai Selatan (BAS).

“Pukul 15.30 wita pohon itu tumbang. Beruntung, kegiatan belajar mengajar sudah selesai, sehingga tidak menimbulkan korban jiwa. Hanya merusak sebagian bangunan kelas 1 dan terasnya saja dan sudah dibereskan,” beber Kepala Sekolah SDN 2 Rangas, H Rusdiansyah.

Sementara di malam harinya. Tanah di salah satu tebing bagian kanan jalan menuju Desa Patikalain, Kecamatan Hantakan, bergeser akibat hujan yang mengguyur. Longsor pun terjadi. Menutup ruas jalan sepanjang 15 meter.

Menurut informasi Babinsa Patikalain, Serda Sanu, kejadian tersebut cukup menyulitkan masyarakat setempat. Baik masyarakat yang hendak beraktivitas ke kebun maupun anak-anak yang ingin pergi ke sekolah di pagi harinya.

“Alhamdulillah, sudah teratasi berkat gotong-royong bersama masyarakat. Sekarang, jalan sudah dapat dilalui dengan baik dan aktivitas warga tidak terganggu lagi,” ungkapnya.

Sementara itu. Pada Jumat (31/1) yang dingin. Dari pantauan Radar Banjarmasin, debit air Sungai Barabai meninggi sejak pagi. Di beberapa kawasan, luapan air sungai pun tampak. Sebagai contoh, di Desa Jaranih, Kecamatan Pandawan. Sebagian ruas jalan tampak tergenang. Tingginya, melebihi mata kaki.

“Sudah dari hari Kamis pak. Kalau hujan kembali turun, bisa semakin meluap,” tutur Ipit, seorang warga Desa Jaranih RT 4.

Bergeser ke desa tetangganya, yakni Desa Masiraan, debit air yang meninggi disertai arusnya yang deras, menghanyutkan potongan-potongan kayu dan bambu (raba, red). Kemudian, menghantam sebuah jembatan gantung. Peristiwa terjadi tepat pada pukul 11.00 wita.

Tak ayal, jembatan gantung yang menjadi salah satu akses warga desa, itu tampak miring. Lantai-lantai kayu jembatan tampak terangkat dan mengeluarkan bunyi berderak. Kondisi yang dipandang cukup mengkhawatirkan apabila tidak cepat ditangani.

Kepala Desa Masiraan, Syamsuddin, mengkhawatirkan, jembatan bakal putus apabila dibiarkan. Apabila raba yang menghantam tidak lekas dibersihkan.

“Kalau sampai putus, raba bakal kembali hanyut dan menghantam jembatan gantung yang lainnya lagi,” ucapnya.

Jembatan gantung lainnya yang dimaksud, hanya berjarak beberapa meter dari lokasi jembatan yang dihantam raba. Syamsuddin, menambahkan bila raba sampai hanyut ke jembatan sebelahnya itu dan mengakibatkan kerusakan, maka warga yang tinggal di seberang sungai bakal terisolasi.

“Ini sudah kedua kalinya raba menghantam jembatan. Jalan memutar, ada. Tapi lumayan jauh dan cukup memakan waktu,” ungkap Syamsuddin.

Terpisah. Ketika dikonfirmasi, Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten HST, Budi Haryanto, mengatakan bahwa pihaknya sudah menginstruksikan petugas untuk menangani raba yang menghantam jembatan gantung di Desa Masiraan.

“Petugas sudah meluncur ke lokasi,” ucapnya.

Selain di Desa Masiraan, tumpukan raba juga terlihat di kawasan Desa Bukat, Kecamatan Barabai, kemarin (31/1). Petugas BPBD, jajaran TNI, beserta warga bahu membahu membersihkan tumpukan raba dari sungai, agar tidak hanyut ke tempat lain.

Meski beberapa kejadian tersebut tidak menimbulkan korban jiwa, BPBD Kabupaten HST, terus mengingatkan agar masyarakat di Bumi Murakata (sebutan untuk Kabupaten HST yang berarti Rakat Mufakat Seiya Sekata, red), untuk tetap waspada, dan meningkatkan kesiapsiagaan.

“Kami juga akan terus memantau daerah-daerah yang rawan terpapar bencana,” tambah Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten HST, Budi Haryanto.

Perlu diketahui. Terhitung sejak tanggal 7 Januari sampai hingga tanggal 7 bulan April mendatang, Pemerintah Kabupaten HST, melalui BPBD beserta instansi terkait, sudah menyiapkan posko siaga bencana. Dan menetapkan status menjadi siaga. Dari bencana banjir, bencana tanah longsor dan angin puting beliung.

“Kami juga mengharapkan semua elemen masyarakat untuk saling membantu dan menginformasikan apabila terjadi hal yang tidak diinginkan,” tuntas Budi Haryanto. (war/by/bin)


BACA JUGA

Selasa, 18 Februari 2020 09:35
Pemkab Tanah Bumbu

Kusan Hilir Gelar MTQ XVII

BATULICIN - Pesisir Pantai Desa Beringin merupakan tempat berlangsungnya pelaksanaan…

Selasa, 18 Februari 2020 09:32
Pemkab Tanah Bumbu

Serah Terimakan Hasil SKD

BATULICIN - Serah terima hasil Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) Tes…

Selasa, 18 Februari 2020 09:31
Pemkab Tanah Bumbu

Mantewe Ajukan 60 Usulan

BATULICIN - Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Rencana Kerja Pembangunan Daerah…

Selasa, 18 Februari 2020 09:30
Pemkab Tanah Laut

Penilaian Tahap II PPD untuk FGD

PELAIHARI - Focus Group discussion (FGD) penilaian tahap II Penghargaan…

Selasa, 18 Februari 2020 09:28
Pemkab Tanah Laut

Manunggal Tuntung Pandang di Desa Tirtajaya

PELAIHARI – Kegiatan Manunggal Tuntung Pandang (MTP) yang merupakan program…

Selasa, 18 Februari 2020 09:27
Pemkab Tanah Laut

Sukamta Ingin Ada Inovasi Semua Lini

PELAIHARI – Dalam penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) tahun…

Senin, 17 Februari 2020 17:10
PT PLN Kalselteng

Jelang Haul Sekumpul, PLN Imbau Perhatikan Jarak Aman Pasang Umbul-umbul

BANJARBARU – Jelang pelaksanaan Haul ke-15 KH Muhammad Zaini Abdul…

Senin, 17 Februari 2020 12:58
Pemkab Hulu Sungai Utara

Dua Peserta Raih Skor Tertinggi SKD CPNS HSU

AMUNTAI - Sejak dilangsungkan pada Jumat (14/2) tadi sampai Minggu…

Senin, 17 Februari 2020 12:31

Jalani Masa Mencekam Selama 8 Hari; Masyarakat Banua, Terimalah Mereka

BANJARBARU – Nadia Ramadannisa Saubari tampak memeluk erat ibunya, Noor…

Senin, 17 Februari 2020 11:27

Tak Terbukti Corona, ABK Vega Rose Dipulangkan

KOTABARU - Dua ABK kapal Vega Rose akhirnya dipulangkan, Minggu…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers