MANAGED BY:
SABTU
04 APRIL
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | RADAR MUDA | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

BANUA

Sabtu, 01 Februari 2020 06:43
Target Kasus Bulanan, KPH Gencar Razia
DISITA: Tumpukan kayu hasil pembalakan liar di Kawasan Hutan Tanaman Rakyat (HTR) di Kecamatan Kusan Hulu, Kabupaten Tanah Bumbu, Rabu (29/1) tadi. | FOTO: DISHUT KALSEL FOR RADAR BANJARMASIN

PROKAL.CO, BANJARBARU  — Perambahan hutan di Banua seperti tak ada habisnya. Rabu (29/1) tadi, Polisi Kehutanan (Polhut) Dinas Kehutanan Kalsel bersama Tenaga Kontrak Pengamanan Hutan (TKPH) KPH Kusan kembali menemukan 5 meter kubik kayu yang diduga hasil dari pembalakan liar.

Berbagai jenis kayu yang sudah diolah dan digergaji berbentuk papan tersebut, ditemukan di kawasan hutan tanaman rakyat (HTR) di Kecamatan Kusan Hulu, Kabupaten Tanah Bumbu.

Kepala Seksi Perlindungan Hutan KPH Kusan, Dawan mengungkapkan, kayu temuan itu memang diduga kuat hasil pembalakan liar di dalam kawasan hutan. "Namun, identitas pelakunya belum diketahui. Kami sudah mencari pemilik kayunya, tapi tidak menemukannya," katanya.

Dia mengungkapkan, penemuan kayu tersebut berdasarkan informasi dari Kepala Desa Teluk Kepayang. "Katanya di kawasan itu ada perambahan hutan. Personel, Rabu (29/1) langsung menggelar patroli ke sana. Ternyata benar, ada banyak tumpukan kayu yang sudah diolah," ungkapnya.

Kayu temuan selanjutkan dibawa ke Kantor KPH Kusan untuk barang bukti. 

Secara terpisah, Kepala Seksi Pengamanan Hutan Dishut Kalsel Haris Setiawan menyebut, temuan kayu ilegal di KPH Kusan menjadi kasus pertama tahun ini. “Saat ini masih didalami soal jenis kayu. Kalau memang pemiliknya tidak ditemukan, kayu akan kami lelang," tuturnya.

Di Kusan Hulu sendiri ternyata sudah beberapa kali ditemukan kayu. "Setiap tahun pasti ada, tapi pemiliknya tak ditemukan," ujarnya.

Disampaikannya, saat ini seluruh KPH gencar melakukan patroli, mereka ditarget Kepala Dinas Kalsel Hanif Faisol Nurofiq. "Satu KPH ditarget dapat kasus setiap bulannya. Bahkan, beberapa KPH harus dapat dua kasus. Entah itu temuan atau tangkapan," pungkasnya. (ris/by/bin)


BACA JUGA

Sabtu, 04 April 2020 07:55

Wapres Minta Fatwa Haram Mudik ke MUI

JAKARTA – Di tengah kurva wabah Covid-19 yang terus menanjak,…

Sabtu, 04 April 2020 07:52

Mayoritas Terpapar di Luar, PDP Ulin 26 Meninggal Dunia

BANJARMASIN – Imbauan pemerintah agar tetap berada di rumah di…

Sabtu, 04 April 2020 07:50

PKK Kalsel Bagi Sembako dari Pintu ke Pintu

SUNGAI TABUK - Ketua TP PKK Provinsi Kalimantan Selatan Hj…

Sabtu, 04 April 2020 07:49

Tak Ada Lagi Terbang Malam, Maskapai Terima Demi Kemaslahatan Bersama

BANJARBARU - Bandara Internasional Syamsudin Noor, Jumat (3/3) kemarin akhirnya…

Sabtu, 04 April 2020 07:47

Bupati ini Serahkan Gaji Selama Wabah

PELAIHARI – Bupati Tanah Laut H Sukamta memberi teladan kepedulian…

Sabtu, 04 April 2020 07:39

Hiasi Gerbang Perlu Rp190 Juta

BANJARBARU - Ketika malam hari, pemandangan di tugu atau gerbang…

Sabtu, 04 April 2020 07:38

Siswa dan Orang Tua Belajar di Rumah Diperpanjang

BANJARBARU - Mengingat penyebaran Pandemi COVID-19 masih terus meningkat. Hingga…

Sabtu, 04 April 2020 07:33

ODP Diberi Bantuan Sembako

BATULICIN - Beberapa hari lalu, Dinas Sosial Tanbu menyalurkan bantuan…

Sabtu, 04 April 2020 07:32

Bupati Serahkan Bantuan Mobil Ambulans

BATULICIN - Bupati Tanah Bumbu H Sudian Noor menyerahkan bantuan…

Sabtu, 04 April 2020 07:31

Polres dan Pemda Semprotkan Disinfektan

BATULICIN - Polres Tanah Bumbu bekerja sama dengan Pemkab Tanbu…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers