MANAGED BY:
SELASA
31 MARET
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | RADAR MUDA | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

BANUA

Rabu, 05 Februari 2020 11:28
Sempat Diputus, Listrik Disdikbud Kalsel Kembali Menyala, Ombudsman Sebut PLN Berkacamata Kuda
NYALA LAGI: Kondisi Kantor Disdikbud Kalsel tampak kembali dialiri listrik setelah sebelumnya daya setrum di gedung ini disegel PLN lantaran menunggak iuran. | FOTO: SUTRISNO/RADAR BANJARMASIN

PROKAL.CO, BANJARBARU - Setelah beberapa hari menikmati bekerja tanpa setrium, kemarin (4/2) Kantor Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kalsel kembali dialiri listrik.

Dari pantauan Radar Banjarmasin, tampak lampu-lampu dan sejumlah peralatan listrik di gedung yang berada di area Perkantoran Sekretariat Daerah Provinsi (Setdaprov) Kalsel tersebut dalam kondisi menyala.

Sekretaris Disdikbud Kalsel Hadeli Rosyadi menyampaikan, listrik di kantor mereka kembali menyala lantaran pihaknya sudah membayar semua tunggakan iuran ke PLN. "Kemarin (3/2) semua tunggakan sudah dibayar, setelah itu listrik langsung dinyalakan oleh PLN," ucapnya.

Bukan hanya di kantor Disdikbud Kalsel, dia mengungkapkan listrik di tiga sekolah milik daerah yang sebelumnya disegel juga sudah dinyalakan sejak Senin (3/2). "Iya, listrik di SMA Banua Bilingual Boarding School, SLB Negeri Pembina dan di Sekolah Pertanian Pembangunan (SPP) Pelaihari juga sudah nyala," ungkapnya.

Secara terpisah, Kepala Disdikbud Kalsel M Yusuf Effendy membenarkan kabar tersebut. Dia menuturkan, listrik di Kantor Disdikbud Kalsel dan di tiga sekolah yang sebelumnya mati, mulai dinyalakan PLN pada Senin (3/2) malam. "Karena Uang Persediaan (UP) kami sudah diberi, jadi tunggakan listrik bisa segera kami bayar," bebernya.

Dia menyampaikan, matinya listrik sendiri sebenarnya tidak mengganggu aktivitas mereka di kantor maupun di sekolah. Sebab, semuanya dilengkapi dengan genset. "Semua ada genset, jadi tanpa listrik tidak ada kendala apa-apa. Termasuk di tiga sekolah yang listriknya juga diputus, saat saya datangi mereka aman saja karena pakai genset," ucapnya.

Sebelumnya, gara-gara menunggak iuran, listrik di Kantor Disdikbud Kalsel diputus oleh PLN. Kondisi itu berlangsung selama beberapa hari. Parahnya, listrik di tiga sekolah milik daerah, SMA Banua Bilingual Boarding School, SLB Negeri Pembina dan Sekolah Pertanian Pembangunan (SPP) Pelaihari juga ikut disegel.

Disegelnya listrik tersebut terungkap dalam rapat dengar pendapat antara Disdikbud Kalsel dengan Komisi IV DPRD Kalsel, Senin (3/2) pagi.

Yusuf menjelaskan, listrik mulai disegel pada Minggu (2/2) tadi. Dia mengaku, pihaknya sudah mencoba berbicara dengan manajemen PT PLN agar listrik tidak disegel. Namun, nyatanya penyegelan tetap dilakukan.

"Keterlambatan membayar tagihan 'kan lantaran uang persediaan Disdikbud Kalsel belum cair. Ternyata, Toleransi dari PLN hanya sehari dua hari. Mereka memberi ultimatum kalau tetap tidak dibayar maka listrik disegel," jelasnya.

Yusuf mengatakan, awalnya mereka mau mencoba membayar menggunakan dana lain, namun dalam administrasi di pemerintahan tidak dibenarkan. "Makanya, kami meminta kebijakan kepada Ketua Tim Anggaran Kalsel agar uang persediaan dapat segera dicairkan. Alhamdulillah kemarin (3/2) cair dan iuran listrik langsung dilunasi," katanya.

Sementara itu, Manajer Keuangan SDM dan Asminitrasi (KSA) PT PLN Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Banjarmasin, Sri Mulyowati membenarkan jika pihaknya sudah mengalirkan kembali listrik ke Kantor Disdikbud Kalsel dan ke tiga sekolah milik Pemprov Kalsel."Listrik sudah dialirkan Senin (3/2) tadi," paparnya.

Dia menyebut, listrik kembali dialirkan lantaran tunggakan iuran sebesar Rp70.861.866 sudah dilunasi oleh pihak Disdikbud Kalsel. "Pembayaran dilakukan by virtual account Disdikbud Kalsel," pungkasnya.

---


PLN Jangan Pakai Kacamata Kuda

Ombudsman Kalsel menyayangkan pemutusan listrik yang dilakukan PLN di tiga sekolah di Kalsel. PLN dinilai tidak lagi melihat pentingnya dunia pendidikan.

“Semestinya PLN jangan seperti pakai kacamata kuda. Tidak melihat urgensi dinas pendidikan,” ucap Ketua Ombudsman RI Perwakilan Kalsel, Noorhalis Majid, Selasa (4/2) siang.

Dia menyayangkan kejadian pemutusan listrik di SMA Banua Bilingual Boarding School, SLB Negeri Pembina dan Sekolah Pertanian Pembangunan (SPP) Snakma Pelaihari. Seharusnya ada kebijakan dari PLN sebab Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) bertugas mereka memberikan pelayanan dasar.

Jika anak-anak sekolah tidak bisa belajar karena listrik mati, akan jadi persoalan serius. Karena pasti akan mendapat sorotan nasional.

“Bisa dianggap gagal paham atas tujuan bernegara mencerdaskan kehidupan bangsa,” tukasnya.

Dia berharap kepada PT PLN, bisa memberikan keringanan. Belum cairnya dana dari pemerintah daerah merupakan hal biasa terjadi. Apalagi pada akhir tahun. “Yang ditagih adalah duit negara dan yang menagih juga untuk negara, harusnya ini bisa dikomunikasikan,” ujarnya.

Noorhalis mengatakan sudah mengkonfirmasi pihak sekolah dan PLN. Kabar terakhir segel listrik sudah di lepas, dan aktivitas di sekolah kembali berjalan lancar.

“Penjelasan dari PLN hanya menyesuaikan prosedur dalam rangka tagihan listrik. Akan tetapi kedua belah pihak sudah ada titik temu,” pungkasnya.

Terungkapnya penyegelan tiga sekolah tersebut setelah Disdikbud Provinsi Kalsel melakukan Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Komisi IV DPRD Provinsi Kalsel pada (3/2). (gmp/ris/ran/ema)


BACA JUGA

Selasa, 31 Maret 2020 19:50
Pemkab Balangan

Pemkab Balangan Lakukan Penyemprotan Disinfektan Massal

PARINGIN - Bupati Balangan beserta jajarannya dan unsur Forkopimda, Selasa…

Selasa, 31 Maret 2020 19:45
PARLEMENTARIA

Legislatif Dukung Pencegahan Penyebaran COVID-19

PARINGIN - Dalam upaya pencegahan penyebaran COVID-19, DPRD kabupaten Balangan…

Selasa, 31 Maret 2020 18:01
BREAKING NEWS

YA ALLAH..! Positif Covid-19 Terkonfirmasi Menjadi 8 Orang

BANJARMASIN - Jumlah kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di Kalsel kembali…

Selasa, 31 Maret 2020 11:19

Ibu Kota Banua Tanpa Karantina Wilayah, "KAMI TAKUT..!"

Disinfeksi digencarkan. Imbauan tinggal di rumah, mencuci tangan dan menjaga…

Selasa, 31 Maret 2020 11:16

Manager ASDP Dituding Halangi Pemeriksaan Corona di Kapal, Gugus Tugas Rekomendasikan Arif Budiman Pindah

Sekda Tanbu H Rooswandi Salem marah-marah di Pelabuhan Samudera Batulicin.…

Selasa, 31 Maret 2020 11:11

5 Positif, Kalsel Pertimbangkan Karantina Wilayah

BANJARMASIN - Tanda-tanda ledakan pasien virus corona di banua mulai…

Selasa, 31 Maret 2020 11:07

Dikuburkan di Balikpapan, Keluarga Bantah Covid-19

BANJARMASIN - Ponpes Tahfidzul Quran Al Ikhsan, Banjarmasin berduka. Pimpinan…

Selasa, 31 Maret 2020 11:05

Dua PDP Banjarbaru Dikonfirmasi Negatif Covid-19

BANJARBARU - Status dua orang PDP (Pasien Dalam Pengawasan) asal…

Selasa, 31 Maret 2020 11:02

Bersandar di Kotabaru, Kapal Bawa ODP dari Sulawesi

KOTABARU - Akhir-akhir ini keresahan warga Kotabaru meningkat. Menyusul beredarnya…

Selasa, 31 Maret 2020 10:54

Hari ini, Rapat Paripurna Tetap Digelar; Kursi Rapat Diberi Jarak

BANJARBARU - Meski di tengah situasi Pandemi Covid-19. Agenda penting…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers