MANAGED BY:
KAMIS
27 FEBRUARI
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | RADAR MUDA | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

BANUA

Sabtu, 08 Februari 2020 10:34
Menpan-RB: Honorer Bukan Dihapus, Tapi Ditata
BERI PENJELASAN: Tjahjo Kumolo mengatakan daerah masih perlu honorer. | Foto: M Oscar Fraby/Radar Banjarmasin

PROKAL.CO, BANJARMASIN – Isu dihapuskannya tenaga honorer dibantah oleh MenMenpan-RB) teri Pendayagunaan Aparatur Sipil Negara Reformasi Birokrasi (Tjahjo Kumolo. Dia menegaskan yang dilakukan pemerintah bukan penghapusan, tetapi penataan.

Tjahjo menyebut di pusat memang hanya ada pegawai resmi atau ASN dan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K). Sementara, honorer hanya ada di daerah. Dia mengakui, daerah masih perlu honorer yang mengurusi hal teknis. Seperti tenaga kebersihan atau untuk tenaga tata usaha.

Nah, tenaga honorer tersebut terangnya bisa diambil daerah sesuai kebutuhan dan kemampuan daerah membayarnya. “Bukan penghapusan kok, tapi penataan,” ujar Tjahjo usai membuka seminar Best Practices Kepemerintahan Yang Baik dalam rangkaian Hari Pers Nasional (HPN) 2020, di Hotel Area Barito, Banjarmasin, kemarin (7/2).

Dia mewanti-wanti, daerah jangan pernah menjanjikan tenaga honorer diangkat menjadi ASN. Pasalnya, akan menjadi beban pusat lagi untuk membayar gaji termasuk pensiunnya. “Ini yang ingin kami tata ke depan. Bukan dihapuskan,” imbuhnya.

Menurutnya, ASN harus smart, harus sesuai kebutuhan, mengurangi tenaga administrasi, tidak berlebihan tapi juga tidak kurang. Nah, yang kurang selama ini diserahkan kepada bupati/wali kota dan gubernur. “Mau ngangkat berapa saja, seperti DKI yang APBD nya besar, bisa berapa saja. Tapi sifatnya outsorcing yang gajinya sesuai upah minimum regional (UMR),” kata Tjahjo.

Mantan Mendagri tersebut menerangkan, jika tak ditata sekarang akan menjadi tumpang tindih status kepegawaian di pemerintahan. Dengan penataan ini demo-demo tenaga honorer akan hilang. "Jangan honor dijanjikan, seperti cleaning service dijanjikan jadi CPNS, inikan berat,” ujarnya.

Padahal sebutnya ada yang lebih utama, yakni tenaga guru, kesehatan, tenaga penyuluh desa, peternakan, pertanian dan perairan. Pemerintah sendiri terangnya memerlukan tenaga ahli dalam bidangnya untuk membangun daerah agar bisa maju.

“Jangan sampai tenaga administrasi jadi guru, wartawan jadi guru, merangkap-rangkap. Indonesia negara besar bukan seperti Singapura yang lebih kecil, sehingga harus ditata. Sebab sudah tertinggal 20 tahun terkait penataan birokrasi ini. Kapan lagi (berbenah),” tandasnya. (mof/ran/ema)


BACA JUGA

Rabu, 26 Februari 2020 16:12

Wacana: Kalimantan dan Pulau Laut ingin Dipisahkan, Kotabaru Berpotensi Pecah Lagi

Enam belas tahun Tanah Bumbu memisahkan diri dari Kotabaru. Sekarang…

Rabu, 26 Februari 2020 15:58

Sungai Lulut Tak Lagi Macet

BANJARMASIN – Menjadi  biang kemacetan bertahun tahun . Lantaran kondisinya…

Rabu, 26 Februari 2020 14:47
Pemkab Tanah Bumbu

Segera Perbaharui Data Kependudukan

BATULICIN- Bupati Tanah Bumbu  H Sudian Noor menekankan kepada seluruh…

Rabu, 26 Februari 2020 14:20
Pemko Banjarbaru

Eny Buka Peragaan Manasik Haji Anak Paud

BANJARBARU - Wakil ketua I TP PKK kota Banjarbaru Hj…

Rabu, 26 Februari 2020 14:14
Pemkab Tanah Laut

Bupati Hadir, Tala Dapat Prioritas Banggar DPR RI

PELAIHARI- Bupati Tanah Laut (Tala) Sukamta menghadiri acara kunjungan kerja…

Rabu, 26 Februari 2020 14:13
Pemkab Tanah Laut

Musrenbang Pecahkan Masalah Pembangunan

PELAIHARI – Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Kecamatan Pelaihari dibuka langsung…

Rabu, 26 Februari 2020 14:10
Pemkab Tanah Bumbu

Hasniah: Allah Yang Balas Kebaikan Mereka

BATULICIN – Hasniah, warga Jalan Lapangan 5 Oktober Gang Lamongan…

Rabu, 26 Februari 2020 13:40

Rumah Sakit Baru untuk Warga Tapin, SDM Juga Dipersiapkan

RANTAU - Keinginan masyarakat Tapin untuk memiliki rumah sakit baru…

Rabu, 26 Februari 2020 11:52
Pemkab Tanah Laut

PKK Gelar Pelatihan Kue Kering

PELAIHARI-Tim Penggerak PKK Kabupaten Tanah Laut (Tala) melalui pertemuan rutin,…

Rabu, 26 Februari 2020 11:26

Siswa Kurang, Guru di-PHK; Sekolah Swasta Curigai PPDB Sekolah Negeri

BANJARMASIN - Fenomena anjloknya jumlah siswa di SMA swasta di…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers