MANAGED BY:
KAMIS
27 FEBRUARI
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | RADAR MUDA | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

BANUA

Sabtu, 08 Februari 2020 10:51
Wartawan Perlu Tanam Pohon, Jangan Cuma Cari Berita
HARAPKAN KEPEDULIAN: Kepala Dinas kehutanan Kalsel Hanif Faisol Nurofiq memandu Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya meninjau Hutan Pers yang akan diresmikan Presiden Joko Widodo hari ini. | Foto: Humas for Radar Banjarmasin

PROKAL.CO, BANJARBARU - Jelang puncak acara peringatan Hari Pers Nasional (HPN) 2020 yang digelar Sabtu (8/2) hari ini, Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Siti Nurbaya Bakar, Jumat (7/2) kemarin secara langsung meninjau Hutan Pers Taman Spesies Endemik Indonesia.

Berlokasi di kawasan perkantoran Sekretariat Daerah Provinsi Kalsel, Siti Nurbaya datang bersama Ketua Panitia HPN 2020, Auri Jaya dan didampingi Kepala Dinas Kehutanan Prov Kalsel, Hanif Faisal Nurofiq.

Di sana, rombongan meninjau lokasi penanaman yang akan ditanami 74 tanaman endemik Indonesia tersebut. Termasuk pohon khas Kalsel berjenis Mersawa Anisoptera yang bakal ditanam oleh Presiden Jokowi pada hari ini.

Pohon setinggi 10 meter lebih tersebut diketahui berusia 20 tahun. Panitia memilih Mersawa sebagai pohon yang ditanam Jokowi, lantaran dianggap sebagai salah satu jenis tanaman langka di Indonesia.

Meskipun cuaca tidak bersahabat, karena sejak pagi diguyur hujan tidak menyurutkan antusias Menteri LHK berserta rombongan untuk melihat secara langsung lokasi yang akan diresmikan Jokowi itu.

Usai meninjau Hutan Pers Taman Spesies Endemik Indonesia, rombongan kemudian berpindah ke Taman Hutan Hujan Tropis Indonesia. Di lokasi yang sebelumnya diberi nama Miniatur Hutan Hujan Tropis (MH2T) ini, Jokowi bakal menandatangani prasasti sebagai tanda peresmian.

Setelah melihat-lihat sebentar lokasi Taman Hutan Hujan Tropis Indonesia, Ketua Panitia HPN Tahun 2020, Auri Jaya, mengakui Hutan Pers Taman Spesies Endemik di Provinsi Kalsel bukanlah pertama di Indonesia, namun menurutnya dikelola paling serius karena didukung penuh oleh Kementerian LHK.

"Setiap momentum HPN kita berharap ada kepedulian wartawan terhadap lingkungan. Besok (hari ini) Hutan Pers bakal diresmikan oleh bapak presiden bersama dengan kegiatan kebun bibit desa," akunya.

Auri juga menyebut pelaksaan HPN 2020 di Provinsi Kalsel menjadi sangat tepat dalam melaksakan program penghijauan karena terdapat banyak lahan hutan di Banua. "Ditambah lagi, pelaksanaan HPN di Kalsel juga sekaligus berkaitan dengan rencana ibu kota yang akan pindah di pulai Kalimantan," ujarnya.

Lanjutnya, sesuai tema HPN 2020 yakni Pers Menggelorakan Kalsel Gerbang Ibu Kota Negara, maka diharapkan ketika ibu kota negara dibangun, kemajuan juga akan berdampak pada kota penyangganya termasuk Kalsel. "Insan pers tidak hanya sekadar mengejar berita, tapi juga harus peduli terhadap lingkungan," tuturnya.

Sementara itu, Menteri LHK, Siti Nurbaya Bakar, menyebut ada beberapa konteks penting yang perlu ditekankan dalam pelaksanaan HPN 2020 di Kalsel. Salah satunya, dia menekankan bahwa pembangunan ibu kota negara sejalan dengan penataan dan sekaligus pemeliharaan lingkungan.

"Sesuai dengan arahan bapak Presiden. Jadi, tidak benar apabila dikatakan pembangunan ibu kota mengorbankan lingkungan. Karena pola pembangunan juga tetap menjaga lingkungan. Artinya, kota itu bangunannya berada diantara pepohonan. Itu desain dibuat begitu rupa. Termasuk persoalan lubang tambang, itu juga ditata," paparnya.

Selain itu, Siti juga mengingatkan pentingnya melakukan pemulihan lingkungan dengan penanaman. Pasalnya, di awal 2020 ini terjadi sejumlah bencana alam yang menjadi pengingat bahwa sudah seharusnya permasalahan lingkungan harus diselesaikan.

"Saya terus terang mengatakan bahwa Kalsel termasuk provinsi terbaik di dalam upaya penghijauan," katanya.

Terakhir, Siti juga menyebut endemik spesies sangatlah penting karena Indonesia negara yang keanekaragaman hayatinya tinggi. Menurutnya, jika dibandingkan dengan negara-negara Eropa, pohon di Indonesia lebih cepat dalam masa pertumbuhannya. "Misalnya pohon di Eropa tumbuh sampai 150 tahun, namun di Indonesia hanya 60 sampai 70 tahun saja. Nah, itu yang perlu kita benahi," pungkasnya. (ris/by/ran)


BACA JUGA

Rabu, 26 Februari 2020 16:12

Wacana: Kalimantan dan Pulau Laut ingin Dipisahkan, Kotabaru Berpotensi Pecah Lagi

Enam belas tahun Tanah Bumbu memisahkan diri dari Kotabaru. Sekarang…

Rabu, 26 Februari 2020 15:58

Sungai Lulut Tak Lagi Macet

BANJARMASIN – Menjadi  biang kemacetan bertahun tahun . Lantaran kondisinya…

Rabu, 26 Februari 2020 14:47
Pemkab Tanah Bumbu

Segera Perbaharui Data Kependudukan

BATULICIN- Bupati Tanah Bumbu  H Sudian Noor menekankan kepada seluruh…

Rabu, 26 Februari 2020 14:20
Pemko Banjarbaru

Eny Buka Peragaan Manasik Haji Anak Paud

BANJARBARU - Wakil ketua I TP PKK kota Banjarbaru Hj…

Rabu, 26 Februari 2020 14:14
Pemkab Tanah Laut

Bupati Hadir, Tala Dapat Prioritas Banggar DPR RI

PELAIHARI- Bupati Tanah Laut (Tala) Sukamta menghadiri acara kunjungan kerja…

Rabu, 26 Februari 2020 14:13
Pemkab Tanah Laut

Musrenbang Pecahkan Masalah Pembangunan

PELAIHARI – Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Kecamatan Pelaihari dibuka langsung…

Rabu, 26 Februari 2020 14:10
Pemkab Tanah Bumbu

Hasniah: Allah Yang Balas Kebaikan Mereka

BATULICIN – Hasniah, warga Jalan Lapangan 5 Oktober Gang Lamongan…

Rabu, 26 Februari 2020 13:40

Rumah Sakit Baru untuk Warga Tapin, SDM Juga Dipersiapkan

RANTAU - Keinginan masyarakat Tapin untuk memiliki rumah sakit baru…

Rabu, 26 Februari 2020 11:52
Pemkab Tanah Laut

PKK Gelar Pelatihan Kue Kering

PELAIHARI-Tim Penggerak PKK Kabupaten Tanah Laut (Tala) melalui pertemuan rutin,…

Rabu, 26 Februari 2020 11:26

Siswa Kurang, Guru di-PHK; Sekolah Swasta Curigai PPDB Sekolah Negeri

BANJARMASIN - Fenomena anjloknya jumlah siswa di SMA swasta di…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers