MANAGED BY:
SELASA
31 MARET
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | RADAR MUDA | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

RAGAM INFO

Minggu, 08 Mei 2016 14:53
Selalu Ada Harapan di Selembar Sasirangan
Herry R Razak cekatan menggambar motif sasirangan bergambar naga di atas kain katon warna putih yang diletakkannya di atas meja tamu. Meski tidak memiliki ruang kerja yang besar.

PROKAL.CO, Sasirangan, kain khas Banjar telah melintasi rentang waktu yang panjang dari zaman ke zaman. Meski masih mampu bertahan di era fesyen modern,  sasirangan menghadapi pelbagai permasalahan. Mulai dari susahnya memasarkan,  kebijakan yang belum berpihak pada pedagang, hingga permasalahan duplikasi motif yang kian meresahkan.

============================

Herry R Razak cekatan menggambar motif sasirangan bergambar naga di atas kain katon warna putih yang diletakkannya di atas meja tamu. Meski tidak memiliki ruang kerja yang besar, pemilik Butik Heri Sasirangan yang terletak di Jalan Belitung Darat Komplek Perumahan Belitung Permai Nomor 1 B RT 18 Banjarmasin ini  membuat motif-motif sasaringan yang menjadi ciri khas dan karakternya sendiri.

 

Mistar plastik dan  pensil 2B menjadi teman setianya dalam membentuk motif sasirangan yang diinginkan oleh pelanggannya yang rata-rata adalah pemilik butik atau rumah sasirangan yang menjual kain dan pakaian sasirangan di Kalsel.

 

Sesekali lelaki yang akrab dipanggil Heri ini menyapu keringat di wajahnya karena ruang tamu yang dijadikan ruang kerja tersebut tidak ada kipas anginnya. Udara panas yang menyelimuti ruang tamu tidak menghentikannya menggambar motif sasirangan. Sesekali pula ia mengisap sebatang rokok untuk melepaskan penat karena terlalu lama berjongkok menggambar motif sasirangan di atas meja tamu.

 

Heri mengatakan, hampir semua desainer sasirangan menggunakan mal untuk menggambar motif sasirangan.  Kain yang dijelujur ini kemudian diikat dengan karet ban bekas dan dicelupkan ke pewarna. Setelah dibuka maka kain yang dijelujur ini tidak akan terkena cat pewarna sehingga membentuk garis putih membentuk motif gambar. Motif sasirangan milik Heri sering dibeli dan dipesan orang. Tapi setelah masuk butik bukan nama Heri yang muncul, tapi label atau merek orang lain.

 

Heri tidak terlalu peduli dengan motif miliknya yang dijadikan lebel orang lain selama orang tersebut masih tetap menjadi pelanggannya. Heri akan kesal apabila motif miliknya ditiru oleh desainer lain tanpa mengubah sedikitpun motif olahannya. “Memang aku belum pernah mematenkan motif ciptaanku sendiri,” katanya.

 

Hal senada diresahkan Heni, pemilik rumah gaun Diyang Kinjut di Banjarbaru.   Industri fesyen yang berkembang sangat cepat membuat beberapa pihak cenderung pragmatis dan tidak mau berkreasi dalam kompetisi yang bergerak dinamis. Ada pihak-pihak yang cukup puas dengan meniru ide dan hasil karya orang lain.

 

“Saya pernah melihat desain dan hasil ide saya dipajang di mal di Banjarmasin,” karta Heni yang mengatakan semestinya ada penerapan HKI (Hak Kekayaan Intelektual) untuk produk fesyen. Meski ia mengakui  hal itu sangat sulit diterapkan karena perubahan dalam fesyen yang sangat cepat. “Saya tidak bisa mendaftarkan HKI terus untuk setiap karya saya karena sangat banyak,” keluhnya.

 

Kerap kali pula Heni mengatakan permasalahan ini membuatnya frustasi. Iklim pemalsuan  atau menduplikasi  karya orang lain ini menurut Heni bisa mematikan secara perlahan industri fesyen. “Karena tidak ada lagi orang yang mau berpikir kreatif dan mewujudkan ide, karena orang lain bisa meniru ide mereka tanpa susah payah,” katanya gemas.

 

Apalagi  konsumen cenderung tidak menganggap hal ini sebagai persoalan, mereka bahkan menyukai ide yang sama dengan harga yang lebih murah meski duplikat. Ketua Komunitas Pecinta Sasirangan (KPS) Agus Gazali Rahman atau yang akrab disapa Agus Sasirangan sendiri mengatakan motif sasirangan yang dipatenkan oleh Dirjen HAKI Departemen Hukum dan HAM RI ada sekitar 16 motif.

 

Diantaranya Iris Pudak, Kambang Raja, Bayam Raja, Kulit Kurikit, Ombak Sinapur Karang, Bintang Bahambur, Sari Gading, Kulit Kayu, Naga Balimbur, Jajumputan, Turun Dayang, Kambang Tampuk Manggis, Daun Jaruju, Kangkung Kaombakan, Sisik Tanggiling, Kambang Tanjung.

---------- SPLIT TEXT ----------

 

Khusus untuk motif sasirangan yang dipatenkan oleh pemerintah, Agus mengatakan tidak ada larangan bagi desainer atau pengrajin kain sasirangan menggunakan motif yang sudah dipatenkan tersebut. “Tidak ada larangan dan bebas saja siapapun menggunakan motif sasirangan yang dipatenkan oleh pemerintah,” kata pria yang juga terkenal sebagai chef ini.

 

Memang ada beberapa desainer atau pengrajin kain sasirangan yang mempunyai karakter motif tersendiri tapi belum dipatenkan. Misalnya motif sasirangan milik Agus yang diberi nama Halilipan (kelabang). “Binatang Halilipan ini merupakan karakter motif produk Agus Sasirangan,” ujarnya.

 

Sementara itu, Kepala Bidang Pelayanan Hukum Kemenkum HAM Kalsel Husin Nafarin menjelaskan, masalah ini terkait dengan kesalahankaprahan masyarakat mengenai soal  hak paten. Sebenarnya hak paten itu diatur dalam regulasi Hak Kekayaan Intelektual (HKI) meliputi 6 Undang-undang.

 

Dijelaskan Husin, implementasi HKI pada suatu produk tidak hanya satu UU saja untuk melindunginya. Misalnya saja produk baju, di dalamnya terdiri dari merek sebagai simbol dagang si penjual kemudian desain industri atau tampilan luar dan terakhir hak cipta atau logo yang dipakai pada produk tersebut. "Jadi dalam suatu produk itu minimal ada 2 UU yang melindungi," sebutnya.

 

Jika ada yang tetap nekat melanggar, menciplak, mendompleng, mengambil merek dagang suatu produk, bisa terkena sanksi hukum pidana maupun perdata. Untuk sanksi pidana umum hukuman penjara 5 tahun atau denda paling banyak 1 miliar. "Sesuai dengan pasal 90 UU tentang merek," ujarnya.

                  

Bisa pula digugat oleh pemilik HKI melalui gugatan perdata di Pengadilan Niaga. Yang berwenang dalam penegakkan hukumnya adalah polisi dan Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) di bidang HKI. Bicara soal aturan membuat HKI, jelas dia, cukup mudah dengan datang ke Kanwil Kemenkum HAM Kalsel atau bisa saja ke Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual di Jakarta.

 

Setelah resmi terdaftar mereka akan mendapatkan sertifikat  "Kalau ke sana biayanya besar, mereka bisa ke Kanwil Kemenkum HAM Kalsel, nanti kita yang akan meneruskan ke Ditjen Kekayaan Intelektual," jelasnya.

 

Memang,  menurut Husin, soal HKI ini tidak ada kewajiban untuk mendaftarkan. Namun seperti diketahui, sekarang sudah banyak merek dagang yang diambil oleh orang.

 

Nah, untuk mengantisipasi dan melindungi suatu produk, sejatinya didaftarkan. "Siapa yang duluan mendaftarkan dialah yang mendapat perlindungan hukum," ujarnya.  Husin mengatakan, pihaknya saat ini tengah gencar-gencarnya melakukan sosialisasi mengenai HKI.

 

Sasarannya adalah pelajar, perguruan tinggi serta para pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM). "Kepada masyarakat diimbau agar segera mendaftarkan produk miliknya atau temuannya ke HKI, karena dengan begitu dapat melindungi HKI miliknya," tandasnya.

 

Perlindungan lah yang sekarang langka. Yang ironis, terkadang peniru motif datang dari kalangan pemerintah sendiri. Hal ini pernah disaksikan Heri.  Ada kain  sasirangan digital printing yang dibuat oleh salah satu dinas di pemerintah daerah untuk baju kantor.

---------- SPLIT TEXT ----------

 

Menurutnya, seharusnya pemerintah daerah melindungi para pengrajin sasirangan, bukan malah mematikan atau membunuh usaha pengrajin sasirangan dengan membuat kain sasirangan tiruan dari digital printing. “Kita berharap ke depannya pemerintah bisa melindungi para pengrajin sasirangan dari produk-produk sasirangan palsu,” tegasnya.

 

Meski demikian, pentingnya HKI membuat Heri mulai berpikir untuk mematenkan karyanya.    Ada beberapa motif sasirangan yang menjadi andalannya, yakni motif bata, naga, dan tangga.   Agus Sasirangan juga mengatakan harapan yang sama. Dia tidak mau kalah dengan para pembajak. Dia membuat sendiri motif  halilipan.  “Filosopi halilipan ini sangat bagus, makanya saya menggunakan brand halilipan,” ujarnya.

 

Selain motif, Agus juga mulai mengembangkan pakaian sasirangan yang tidak hanya menggunakan full kain sasirangan, tapi sudah dikombinasikan dengan kain-kain polos dan bordir yang bisa digunakan untuk acara formal, perkawinan, pergi kuliah, atau jalan-jalan ke mall.  Hal ini dilakukannya untuk membuat sasirangan bisa terus eksis disukai semua kalangan. (hni/gmp/by/ran/tof)

 

Halaman:

BACA JUGA

Kamis, 30 Januari 2020 11:43

HPN 2020 di Kalsel, Jokowi Bakal Tanam Pohon di Forest City

Puncak acara Hari Pers Nasional (HPN) tahun ini, pada 6…

Kamis, 30 Januari 2020 11:15

Gotong Royong, Warga Tapin Pasang Lampu Hias di Jalur Menuju Haul

RANTAU - Inisiatif warga Jalan Cangkring Kelurahan Rantau Kanan Kecamatan…

Rabu, 29 Januari 2020 12:19

Reguler di Tahun ini, Taman Budaya akan Gelar Musik Panting di Kiram

BANJARMASIN - Unit Pelayanan Teknis Dinas Taman Budaya (UPTD Tambud)…

Rabu, 29 Januari 2020 11:59

Bupati Banjar Berencana Pamerkan Barang Peninggalan Nabi, Saifullah Ragukan Keaslian Artefak

MARTAPURA - Bupati Banjar, Khalilurrahman berencana memamerkan barang-barang peninggalan Nabi…

Rabu, 29 Januari 2020 09:27
Dafam Q Hotel

Ratusan Anak Peringati HGN di Dafam

BANJARBARU - Hari Gizi Nasional (HGN) ke-60 diperingati setiap 25…

Selasa, 28 Januari 2020 15:54

Siapkan Mahasiswa Magang Tiga Semester, ULM Dukung Program Menteri Nadiem Makarim

BANJARMASIN - Rencana Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Nadiem Makarim memperpanjang…

Selasa, 28 Januari 2020 10:44

Ingin Punya Anak Tapi Tak Ada Biaya, Pakar Bayi Tabung ini Beri Solusi Paling Mudah

Hadirnya seorang anak di tengah keluarga menjadi anugerah tak ternilai.…

Selasa, 28 Januari 2020 09:57

Datangi SMK, Agar Pelajar Tak Terjerumus Narkoba

BANJARMASIN - Tim Dokkes Polda Kalsel menyambangi SMKN 4 Banjarmasin…

Selasa, 28 Januari 2020 09:56

Semakin Sukses dan Diberkahi

BANJARMASIN- Kemarin menjadi hari yang spesial bagi seluruh karyawan Radar…

Selasa, 28 Januari 2020 09:53

Tingkatkan Kemampuan, 35 Penyidik Polresta Banjarmasin Dilatih

BANJARMASIN - Demi meningkatkan kemampuan SDM Polresta Banjarmasin, digelar pelatihan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers