MANAGED BY:
SELASA
18 FEBRUARI
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | RADAR MUDA | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

FEATURE

Minggu, 09 Februari 2020 10:08
Kebakaran Beruntun 4 Gedung Sekolah di HST: Curiga Disengaja, Datangkan Tim Ahli Forensik dari Surabaya
INVESTIGASI: Polres HST, bersama jajaran Polda Kalsel dan tim ahli Laboratorium Forensik Polri Cabang Surabaya, melakukan pemeriksaan terkait musibah kebakaran yang menimpa beberapa gedung sekolah di Kabupaten HST. | Foto: Wahyu Ramadhan/Radar Banjarmasin

PROKAL.CO, Kebakaran yang menghanguskan gedung sekolah di Kabupaten Hulu Sungai Tengah beberapa hari terakhir, membuat jajaran Kepolisian Resor Hulu Sungai Tengah bekerja ekstra. Pada Rabu (5/2) yang mendung, tim ahli dari Laboratorium Forensik Polri Cabang Surabaya datang untuk menyelidiki.

-- Oleh: WAHYU RAMADHAN, Barabai --

Di belakang garis polisi, petugas tampak sibuk meneliti puing-puing bekas kebakaran. Perhatian para personel tim ahli Laboratorium Forensik Polri Cabang Surabaya itu tertuju pada ruang guru dan dua ruang kelas di SDN 2 Banua Jingah.

Sekolah itulah yang pertama kali terbakar. Tepatnya, sehari sebelum tiga sekolah lain di Kabupaten HST terbakar hampir berbarengan pada Senin (3/2) dini hari lalu.

Sama seperti tiga sekolah lain yang terbakar belakangan, SDN 2 Banua Jingah pun terbakar pada dini hari. Si jago merah melalap tiga ruangan. Satu ruang guru dan dua ruang kelas. Itulah yang lantas menjadi fokus perhatian tim ahli forensik dari Surabaya.

Ditemui Radar Banjarmasin di sela-sela pemeriksaan, Plt (pelaksana tugas) Kepala SDN 2 Banua Jingah Abdul Latif menyebut bahwa api pertama kali muncul dari ruang guru.

“Kemudian membakar ruang kelas II dan ruang kelas I. Masing-masing ruang kelas dihuni sepuluh murid. Kini, seluruh murid di dua kelas itu terpaksa harus belajar di perpustakaan,” ungkapnya.

Di sekolah itu, tim forensik dari Surabaya bekerja selama tiga jam. Yakni, mulai pukul 14.00 hingga pukul 15.00 WITA. Tim yang didampingi jajaran personel Polda Kalsel, melakukan banyak kegiatan. Mulai dari mengumpulkan benda-benda yang kemudian dimasukkan ke dalam kantong plastik transparan, mewawancarai sejumlah orang, hingga memotret benda-benda dan ruangan yang diperiksa dari berbagai sudut.

Hasilnya, ada sepuluh benda yang dibawa tim ahli untuk nantinya diperiksa di Laboratorium Forensik. Di antaranya adalah kabel, kipas angin yang hangus terbakar, besi, arang, dan sebuah gembok yang masih tampak terkunci.

Pemeriksaan yang sama juga dilakukan di tiga gedung sekolah lainnya. Yakni, MAN 1 HST, SDN 1 Barabai Timur, dan SDN 2 Barabai Timur. Tiga sekolah tersebut terbakar dalam waktu hampir bersamaan pada Senin dini hari lalu.

Di MAN 1 HST, si jago merah melalap sembilan ruangan. Mulai dari ruang kelas, laboratorium komputer, laboratorium menjahit, ruang guru, gudang, toilet, hingga kantin. Dari keterangan guru MAN 1 HST, Darwis, api pertama kali menjilat ruang Kelas II Jurusan Agama.

“Saya mendengar bunyi ‘kretek-kretek’. Penasaran, saya keluar rumah. Ternyata ada api. Ketika saya berlari untuk memberitahukan orang-orang, api sudah dengan cepat menyebar ke ruangan lain,” beber lelaki yang kediamannya berdampingan dengan gedung MAN 1 HST itu.

Sementara, di SDN 1 Barabai Timur dan SDN 2 Barabai Timur, api keburu padam sebelum sempat mengamuk. Peristiwa itu diketahui oleh masing-masing petugas kebersihan sekolah dan satpam pada pagi harinya.

Dari dua TKP ini pula muncul dugaan unsur kesengajaan. Di SDN 1 Barabai Timur, misalnya. Bekas terbakar tampak pada dua titik. Pintu kantin bagian kiri bawah dan tirai musala sekolah. Sementara di SDN 2 Barabai, bekas hitam terbakar nampak jelas di pintu musala yang bangunannya berada di tengah-tengah lapangan.

Kemudian, kejadian beruntun dengan waktu hampir bersamaan, turut menjadi dasar Polres HST mendatangkan tim ahli dari Surabaya.

“Kami masih belum bisa menyimpulkan apakah ini perbuatan disengaja atau tidak. Belum bisa mengarah ke sana. Yang jelas, sementara ini masih kami lakukan penyelidikan,” ucap Kapolres HST, AKBP Danang Widaryanto, melalui Kasatreskrim Polres HST, AKP Dani Sulistiono.

Dari pantauan Radar Banjarmasin, meski jajaran Polres HST dibantu para ahli dari Polda Kalsel dan Laboratorium Polri Cabang Surabaya, mereka tampak kesulitan mengumpulkan bahan pemeriksaan di empat lokasi kebakaran. Sebab, TKP sudah terlanjur dibersihkan oleh pihak sekolah.

“Seharusnya, ketika ada musibah kebakaran, masyarakat lekas melapor. Kemudian, jangan dulu membersihkan atau menghilangkan benda-benda yang ada di TKP. Agar memudahkan kami melakukan penyelidikan,” beber Dani.

Menyikapi musibah kebakaran yang melanda empat sekolah itu, Polres HST pun menggiatkan patroli rutin. Kepada masyarakat, Polres HST mengimbau untuk tetap tenang. “Benda-benda yang diamankan akan dibawa ke Laboratorium Forensik untuk diperiksa. Kapan hasilnya keluar, masih belum bisa dipastikan,” tambah Dani ...Bersambung

(bin/ema)

Kebakaran yang menghanguskan gedung sekolah di Kabupaten Hulu Sungai Tengah beberapa hari terakhir, membuat jajaran Kepolisian Resor Hulu Sungai Tengah bekerja ekstra. Pada Rabu (5/2) yang mendung, tim ahli dari Laboratorium Forensik Polri Cabang Surabaya datang untuk menyelidiki.

WAHYU RAMADHAN, Barabai

Di belakang garis polisi, petugas tampak sibuk meneliti puing-puing bekas kebakaran. Perhatian para personel tim ahli Laboratorium Forensik Polri Cabang Surabaya itu tertuju pada ruang guru dan dua ruang kelas di SDN 2 Banua Jingah.

Sekolah itulah yang pertama kali terbakar. Tepatnya, sehari sebelum tiga sekolah lain di Kabupaten HST terbakar hampir berbarengan pada Senin (3/2) dini hari lalu.

Sama seperti tiga sekolah lain yang terbakar belakangan, SDN 2 Banua Jingah pun terbakar pada dini hari. Si jago merah melalap tiga ruangan. Satu ruang guru dan dua ruang kelas. Itulah yang lantas menjadi fokus perhatian tim ahli forensik dari Surabaya.

Ditemui Radar Banjarmasin di sela-sela pemeriksaan, Plt (pelaksana tugas) Kepala SDN 2 Banua Jingah Abdul Latif menyebut bahwa api pertama kali muncul dari ruang guru.

“Kemudian membakar ruang kelas II dan ruang kelas I. Masing-masing ruang kelas dihuni sepuluh murid. Kini, seluruh murid di dua kelas itu terpaksa harus belajar di perpustakaan,” ungkapnya.

Di sekolah itu, tim forensik dari Surabaya bekerja selama tiga jam. Yakni, mulai pukul 14.00 hingga pukul 15.00 WITA. Tim yang didampingi jajaran personel Polda Kalsel, melakukan banyak kegiatan. Mulai dari mengumpulkan benda-benda yang kemudian dimasukkan ke dalam kantong plastik transparan, mewawancarai sejumlah orang, hingga memotret benda-benda dan ruangan yang diperiksa dari berbagai sudut.

Hasilnya, ada sepuluh benda yang dibawa tim ahli untuk nantinya diperiksa di Laboratorium Forensik. Di antaranya adalah kabel, kipas angin yang hangus terbakar, besi, arang, dan sebuah gembok yang masih tampak terkunci.

Pemeriksaan yang sama juga dilakukan di tiga gedung sekolah lainnya. Yakni, MAN 1 HST, SDN 1 Barabai Timur, dan SDN 2 Barabai Timur. Tiga sekolah tersebut terbakar dalam waktu hampir bersamaan pada Senin dini hari lalu.

Di MAN 1 HST, si jago merah melalap sembilan ruangan. Mulai dari ruang kelas, laboratorium komputer, laboratorium menjahit, ruang guru, gudang, toilet, hingga kantin. Dari keterangan guru MAN 1 HST, Darwis, api pertama kali menjilat ruang Kelas II Jurusan Agama.

“Saya mendengar bunyi ‘kretek-kretek’. Penasaran, saya keluar rumah. Ternyata ada api. Ketika saya berlari untuk memberitahukan orang-orang, api sudah dengan cepat menyebar ke ruangan lain,” beber lelaki yang kediamannya berdampingan dengan gedung MAN 1 HST itu.

Sementara, di SDN 1 Barabai Timur dan SDN 2 Barabai Timur, api keburu padam sebelum sempat mengamuk. Peristiwa itu diketahui oleh masing-masing petugas kebersihan sekolah dan satpam pada pagi harinya.

Dari dua TKP ini pula muncul dugaan unsur kesengajaan. Di SDN 1 Barabai Timur, misalnya. Bekas terbakar tampak pada dua titik. Pintu kantin bagian kiri bawah dan tirai musala sekolah. Sementara di SDN 2 Barabai, bekas hitam terbakar nampak jelas di pintu musala yang bangunannya berada di tengah-tengah lapangan.

Kemudian, kejadian beruntun dengan waktu hampir bersamaan, turut menjadi dasar Polres HST mendatangkan tim ahli dari Surabaya.

“Kami masih belum bisa menyimpulkan apakah ini perbuatan disengaja atau tidak. Belum bisa mengarah ke sana. Yang jelas, sementara ini masih kami lakukan penyelidikan,” ucap Kapolres HST, AKBP Danang Widaryanto, melalui Kasatreskrim Polres HST, AKP Dani Sulistiono.

Dari pantauan Radar Banjarmasin, meski jajaran Polres HST dibantu para ahli dari Polda Kalsel dan Laboratorium Polri Cabang Surabaya, mereka tampak kesulitan mengumpulkan bahan pemeriksaan di empat lokasi kebakaran. Sebab, TKP sudah terlanjur dibersihkan oleh pihak sekolah.

“Seharusnya, ketika ada musibah kebakaran, masyarakat lekas melapor. Kemudian, jangan dulu membersihkan atau menghilangkan benda-benda yang ada di TKP. Agar memudahkan kami melakukan penyelidikan,” beber Dani.

Menyikapi musibah kebakaran yang melanda empat sekolah itu, Polres HST pun menggiatkan patroli rutin. Kepada masyarakat, Polres HST mengimbau untuk tetap tenang. “Benda-benda yang diamankan akan dibawa ke Laboratorium Forensik untuk diperiksa. Kapan hasilnya keluar, masih belum bisa dipastikan,” tambah Dani


BACA JUGA

Senin, 17 Februari 2020 11:02

Mengenal Legislator yang Suka Menulis: Sebagai Pedoman Sesama Anggota Dewan

Salah satu tugas anggota DPRD adalah membuat peraturan daerah. Apapun…

Minggu, 16 Februari 2020 06:58

Kalsel Bakal Bangun Pembangkit Listrik Tenaga Angin

Semoga ini bisa menjadi solusi, agar sistem kelistrikan di Banua…

Sabtu, 15 Februari 2020 10:11

Perjalanan Biker Sirath Touring Borneo Lintas Tiga Negara

Hasrat mencapai puncak Pulau Kalimantan menggunakan sepeda motor akhirnya tercapai.…

Kamis, 13 Februari 2020 12:00

Gaduk, Minuman Oplosan yang Kebal Regulasi: Bisa Bikin Mati Mendadak, Tengah Malam Bisa Jual Lebih Mahal

Fungsinya sudah jelas. Alkohol tunggal dengan kadar mencapai 95% bukan…

Kamis, 13 Februari 2020 10:35

Biker Banua Terkesan Kemulusan Aspal Negeri Jiran

Perjalanan tiga anggota Biker Sirath dari Banjarmasin menuju Tip of…

Rabu, 12 Februari 2020 12:27

Nasib Bendungan Pipitak Jaya yang Direncanakan Bakal Tanggulangi Banjir Tapin

Dikerjakan sejak tahun 2015 silam. Bendungan Pipitak Jaya, yang terletak…

Selasa, 11 Februari 2020 11:36

Pamer Buah-Buah Langka, Ada Buah yang Tidak Bisa Diperjualbelikan

Marajai, desa yang terletak di lereng pegunungan Meratus ini, menunjukkan…

Minggu, 09 Februari 2020 10:08

Kebakaran Beruntun 4 Gedung Sekolah di HST: Curiga Disengaja, Datangkan Tim Ahli Forensik dari Surabaya

Kebakaran yang menghanguskan gedung sekolah di Kabupaten Hulu Sungai Tengah…

Jumat, 07 Februari 2020 14:20

Ketika Polisi Datangi SD: Ajari Pakai Helm, Tertib Sejak Dini

Keselamatan di jalan penting ditanamkan sejak dini. Misi itu yang…

Rabu, 29 Januari 2020 12:13

Bertemu Setelah 30 Tahun Kehilangan Anaknya di Arab, Tangis Siti Aisyah Pecah

Seorang ibu di Kecamatan Tapin terpisah dengan anaknya selama 30…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers