MANAGED BY:
RABU
20 OKTOBER
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | RADAR MUDA | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

HUKUM & PERISTIWA

Senin, 10 Februari 2020 10:11
Tak Jera Jual Anakan Ikan, Pedagang Kucing-Kucingan dengan Petugas
DISITA: Petugas gabungan menyita sembilan belas baskom dan dua tong besar berisi anakan ikan di Pasar Keramat Barabai, Minggu (9/2). | Foto: Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan HST

BARABAI - Penjual anakan ikan sepertinya tak juga jera. Dini hari Minggu (9/2), tim gabungan yang terdiri dari Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan Hulu Sungai Tengah (HST) serta Polisi Perairan dan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), kembali menyita ribuan anakan ikan di Pasar Keramat Barabai.

Total, ada sembilan belas baskom dan dua tong besar berisi anakan yang disita petugas pada razia itu. Sayangnya, ketika razia dilakukan, para pedagang sudah lebih dulu kabur. Meninggalkan baskom dan tong besar berisi anakan ikan.

“Baskom juga sempat disembunyikan para penjual di belakang pasar, dekat rumah penduduk dan sebagian di gang-gang dalam pasar,” ungkap Kabid Perikanan, Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan Kabupaten HST, Adriani Razak.

Ia merincikan, dalam satu baskom diperkirakan berisi sekitar 5.000 anakan ikan. Sementara satu tong, diperkirakan berisi 10.000 ribu anakan ikan. Jadi, apabila ditotal ada 115.000 anakan ikan yang disita.

“Ini sitaan terbesar bila dibandingkan bulan Januari lalu yang berjumlah sepuluh baskom,” ucapnya.
Anakan ikan yang disita dan yang masih hidup dilepas di perairan umum. Sedangkan yang sudah mati, langsung dikubur.

Perlu diketahui, giat razia yang dilakukan, merupakan tindak lanjut Penegakan Perda Nomor 16 Tahun 2011 tentang Perlindungan Sumber Daya Ikan dan Larangan Penangkapan Ikan dengan Alat Setrum dan Potas atau sejenisnya di Kabupaten HST.

Kemudian, pada Bab IV Pasal 10 ayat 1 disebutkan bahwa dilarang melakukan penangkapan dan atau perdagangan benih-benih ikan (anak-anak ikan) lokal ekonomis tinggi untuk keperluan konsumsi.

Berikutnya, benih-benih ikan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) adalah meliputi benih ikan tauman, gabus, papuyu, biawan, dan sapat siam. Serta dilarang melakukan kegiatan penangkapan ikan di wilayah perairan yang dilindungi atau reservat.

Ada pun ancaman terhadap para pelaku yang terbukti melanggar, maka sanksi yang diterapkan yakni kurungan penjara paling lama enam bulan atau denda paling banyak Rp50 juta.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan Kabupaten HST, Sunar Wiwarni menjelaskan sosialiasasi larangan penangkapan telah dilakukan hampir setiap hari. Dia juga meyakini para penjual mengetahui pelarangan tersebut.

Namun, para penjual kerap melakukan kucing-kucingan. Jika petugas melalukan patroli, mereka tidak berjualan. Namun bila selesai patroli, jualan kembali digelar.

“Kami berharap para penjual dan nelayan dapat menyadari dampak penangkapan anakan ikan secara berlebih. Selain dapat merusak keberlangsungan habitat dan ekosistemnya, juga dapat merugikan para nelayan sendiri ke depannya,” tuntasnya. (war/ema)


BACA JUGA

Selasa, 19 Oktober 2021 20:37

Sindikat Penagihan Online Dibongkar Polisi

KOTABARU- Sindikat kantor penagihan di Desa Semayap, Kotabaru, digulung polisi,…

Selasa, 19 Oktober 2021 14:22

Nenek Tanpa Identitas Tewas Ditabrak, Sehari Dua Kecelakaan Lalu Lintas di Rantau

RANTAU – Kecelakaan lalu lintas kembali terjadi lagi di Tapin,…

Selasa, 19 Oktober 2021 14:17

Yaa Allah..! Pengendara Masuk Kolong Mini Bus

BARABAI - Seorang pengendara motor bernama Misransyah (54) mengalami kecelakaan…

Selasa, 19 Oktober 2021 14:09

1.640,14 gram Sabu Dilarutkan ke Drainase, Hasil Tangkapan Dua Bulan

BANJARMASIN - Barang bukti hasil tangkapan Satres Narkoba Polresta Banjarmasin…

Selasa, 19 Oktober 2021 13:41

Dipukul, Balas Menikam Hingga Tewas, Satu Persatu Pelaku Dicokok

BANJARMASIN - Tiga orang pelaku pengeroyok yang menewaskan Ahmad Muzakir…

Senin, 18 Oktober 2021 21:50

Heboh..! Fortuner Remuk Ditimpa Kontainer

  BANJARBARU - Warga Banjarbaru dibuat heboh. Pasalnya, satu unit…

Senin, 18 Oktober 2021 16:11

Mayat Bayi Ditemukan di Tepi Laut

KOTABARU -  Temuan mayat bayi di pinggir laut Desa Hilir…

Senin, 18 Oktober 2021 16:10

Ditinggal Pergi, Rumah Ludes Terbakar

PELAIHARI - Rumah yang dihuni Rafi'i di Jalan Lok Serapang…

Senin, 18 Oktober 2021 15:47

Mahasiswi Korban Jambret Luka di Pipi, Tiga Hari Pelaku dan Penadah Berhasil Diringkus

BANJARBARU - Sepekan silam, tepatnya Ahad (10/10) dinihari, Gang Purnama…

Sabtu, 16 Oktober 2021 13:52

Puluhan Kasus Narkoba Diungkap Polres Kotabaru

KOTABARU- Dalam lima bulan terakhir, jajaran Polres Kotabaru gencar memerangi…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers