MANAGED BY:
MINGGU
07 JUNI
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | RADAR MUDA | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

BANUA

Selasa, 11 Februari 2020 11:24
Tabalong Surut, Amuntai Darurat; Ponpes Rakha Liburkan Santri Tiga Hari
JADI SUNGAI: Warga di Jalan Abdul Gani Ma'jidi memilih menggunakan perahu untuk transportasi. | Foto: Muhammad Akbar/Radar Banjarmasin

PROKAL.CO, AMUNTAI - Dampak kiriman air dari Kabupaten Tabalong dan Balangan sudah sampai di Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU). Tinggi air memuncak sejak Sabtu (9/2) malam sampai Senin (10/2) kemarin. Data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) HSU, sudah ada 10 ribu rumah warga yang terendam.

Rumah tersebut tersebar di delapan kecamatan, yakni Amuntai Utara, Banjang, Tengah, Amuntai Selatan, Sungai Panda, Babirik, Haur Gading dan Sungai Tabukan. Yang masih belum tergenang hanya Danau Panggang serta Paminggir.

Kemarin, sejumlah santri dan santriwati terlihat menunggu jemputan travel atau keluarga di Jalan Poros Rakha Amuntai, HSU. Pesantren mereka, (Ponpes) Rakha Amuntai terendam air dan membuat pengurus ponpes meliburkan aktivitas belajar mengajar.

"Saya pulang karena kamar tidak bisa kami diami semua tergenang air. Saya lagi tunggu orang tua menjemput," kata Nur Aulia salah satu santriwati Ponpes Rakha asal Kecamatan Lampihong.

Sementara itu, Santri Rakha Putra bernama Rizki asal Paringin memilih untuk tinggal di pondok dan melakukan aktivitas mengangkat karung pasir untuk membendung luapan air sungai Tabalong yang meluap ke jalan poros di depan ponpes tertua tersebut.

"Saya pilih tinggal bersama teman-teman bersama untuk membuat karung pasir sebagai bendungan agar air tidak naik lebih tinggi. Ini bakti kami pada ponpes kami," ucapnya bersemangat.

Sementara itu Aulia Rahman selaku penjaga keamanan pesantren mengakui ini banjir terdahsyat sejak dia bekerja di sana dalam 14 tahun terakhir.

"14 jadi Satpam baru kali ini saya melihat luapan banjir menggenangi parah ponpes ini," kata Aulia pada Radar Banjarmasin.

Kepala BPBD HSU Sugeng Riyadi mengatakan bahwa banjir ini memang sangat besar. Penyebab bukan hujan melainkan kiriman air yang melimpah dari hulu sungai. Ditambah kantong-kantong air yakni Polder Alabio juga telah terisi air. "Ini mungkin banjir terbesar sejak 10 tahun terakhir," kata Sugeng.

Pada kesempatan tersebut, Sugeng meminta pada warga masyarakat untuk berhati-hati khususnya pada sistem kelistrikan rumah. Jangan sampai terkena air.

Anggota DPRD HSU Teddy Suryana berharap musibah ini dijadikan level darurat bukan siaga bencana lagi. "Kami dari DPRD HSU mendesak pihak terkait untuk menjadikan status banjir ini menjadi darurat bencana," tegas Teddy.

Budi Lesmana selaku tokoh pemuda di HSU menyampaikan bahwa banjir tahun ini memang sangat parah. "Ada lokasi yang tidak pernah banjir jadi banjir tahun ini," ungkapnya.

--- 

Wilayah Selatan Tabalong Masih Banjir

Banjir belum sepenuhnya surut di seluruh kawasan Tabalong. Di wilayah selatan Tabalong, air masih menggenang. Rumah warga dan bangunan milik umum masih terendam. Kondisi ini terjadi di empat kecamatan. Diantaranya di Kecamatan Muara Harus, Kelua, Pugaan dan Benua Lawas.

Untuk Kecamatan Muara Harus perlahan mulai surut karena lokasinya lebih tinggi dari tiga kecamatan lainnya. Sementara yang paling parah berada di Kecamatan Benua Lawas. Sejumlah desa di sana terendam hingga masuk ke rumah warga, termasuk sekolah.

Pemerintah setempat pun berupaya melakukan penanggulangan dan evakuasi terhadap korban banjir. Dapur umum masih terlihat melayani warga. Terlihat salah satunya di Desa Batang Banyu, Kecamatan Benua Lawas.

Kepala Dinas Pekerjaan dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Tabalong, Muhammad Noor Rifani mengatakan, saat ini Pemkab Tabalong akan melakukan rekapitulasi terhadap dampak banjir.
Beberapa sarana dan prasarana ada yang mengalami kerusakan pasca banjir. Diantaranya adalah jalan dan jembatan.

"Kami akan menginventarisir kerusakan. Kami minta kepala desa mendata dan camat menginventarisirnya untuk direkap dan diserahkan ke kami," katanya. Adapun beberapa jembatan yang rusak itu diantaranya adalah jembatan di Bintang Ara dan Haruai. (mar/ibn/ran/ema)


BACA JUGA

Sabtu, 06 Juni 2020 12:18

Semua Kesetrum Tagihan Listrik

BANJARBARU - Masyarakat Banua ramai-ramai mengeluhkan membengkaknya tagihan listrik pada…

Sabtu, 06 Juni 2020 12:09
BREAKING NEWS

Banjir, Jalan Sekapuk Macet

BATULICIN - Hujan deras yang mengguyur Kabupaten Tanah Bumbu, sejak…

Sabtu, 06 Juni 2020 12:07

Sabilal Masih Tiadakan Salat Jumat

BANJARMASIN - Usai pembatasan sosial berskala besar (PSBB) di Kota…

Sabtu, 06 Juni 2020 11:58

Tidak Laksanakan Protokol Kesehatan, Kemenag Kirim Penyuluh Agama Beri Penyadaran

BANJARBARU - Beberapa waktu lalu, selepas PSBB berakhir. Pemko Banjarbaru…

Sabtu, 06 Juni 2020 11:56
PARLEMENTARIA

Dewan Bentuk Pansus Covid-19

BANJARBARU - Pihak legislatif akhirnya membentuk Pansus Penanganan Covid-19. Tujuannya…

Sabtu, 06 Juni 2020 11:52

ASN yang Ngantor Lebih Banyak, yang WFH Sisa 40 Persen

BANJARBARU - Memasuki fase pendisiplinan hingga 13 Juni mendatang. Persentase…

Sabtu, 06 Juni 2020 11:50

Rapat Online Tak Efektif, Belasan Raperda Mandek

BANJARMASIN - Pandemi mengganggu agenda DPRD Kalsel. Pembahasan rancangan peraturan…

Sabtu, 06 Juni 2020 11:47

3 Kelurahan Jadi Zona Merah Pekat, Tapi Warga Masih Bisa Nongkrong Santai

Kamis (4/6), jumlah kasus positif COVID-19 di Banjarmasin kembali melonjak.…

Sabtu, 06 Juni 2020 11:34

Bantu Ketahanan Pangan Masyarakat

RANTAU - Tugas polisi bukan hanya menumpas kejahatan. Tetapi juga…

Sabtu, 06 Juni 2020 10:05

New Normal Kotabaru, Harus Dievaluasi

KOTABARU – Jemaah masjid membeludak salat Jumat di Masjid Agung…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers