MANAGED BY:
SELASA
18 FEBRUARI
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | RADAR MUDA | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

FEATURE

Selasa, 11 Februari 2020 11:36
Pamer Buah-Buah Langka, Ada Buah yang Tidak Bisa Diperjualbelikan

Mengunjungi Festival Buah Lokal di Desa Marajai

LANGKA: Beragam jenis buah-buahan yang dipamerkan dalam kegiatan festival buah lokal Kalimantan Selatan di Desa Marajai. | FOTO: WAHYUDI/RADAR BANJARMASIN

PROKAL.CO, Marajai, desa yang terletak di lereng pegunungan Meratus ini, menunjukkan pesonanya. Puluhan jenis buah lokal dipamerkan. Dari yang paling populer hingga sangat langka.

-- Oleh: WAHYUDI, Balangan. --

GUGUSAN bukit tampak berderet rapi mengelilingi Desa Marajai yang ketenarannya sudah mendunia, seiring dengan penemuan ratusan jenis buah lokal dan langka oleh Hanif Wicaksono, seorang pemerhati buah-buahan.

Oleh karenanya, tidak sedikit peneliti lokal hingga mancanegara melakukan penelitian di desa pedalaman Kecamatan Halong Kabupaten Balangan ini.

Minggu (7/2) kemarin, Desa Marajai benar-benar memesona ratusan pengunjung yang berkunjung ke sana dengan koleksi puluhan jenis buah-buahan lokal dan langka miliknya.

Pameran buah-buahan ini dibungkus dalam sebuah acara Festival Buah Lokal Kalimantan Selatan. Bertajuk, Hutan Lestari, Desa Mandiri.

Banyak buah-buahan yang wujudnya baru pertama kali penulis lihat. Begitu juga dengan namanya, baru tahu sekarang. Hal serupa dialami pengunjung lainnya, semua memperlihatkan ekspresi kagum.

Menurut penuturan Hanif, koordinator acara, ada sekitar 70 sampai 80 jenis buah-buahan lokal dan langka yang dipamerkan dalam kesempatan ini. Diantaranya bahkan ada yang sudah dilindungi Undang-Undang. Dilarang diperjualbelikan.

“Sebenarnya masih banyak lagi sampai 150 an jenis, tapi karena musimnya sudah lewat, jadi buah yang ada saja yang kita pamerkan,” ujarnya. Acara ini, kata Hanif, digelar selama dua hari, 8-9 Februari 2020. Selain festival buah lokal, ada juga pameran eco print dan geo tour.

Sejatinya, lanjut Hanif, tujuan utama dari kegiatan yang sudah dilaksanakan kali kedua ini, selain memberikan pendidikan kepada pengunjung terkait buah-buahan, juga meningkatkan ekonomi warga.

“Beberapa tahun lalu mungkin nama desa ini tidak pernah didengar oleh orang luar, tapi dengan adanya kegiatan ini, setidaknya warga memiliki sumber mata pencaharian yang lain selain berkebun karet dan jagung,” ujarnya.

Impian Hanif beriringan dengan pemerintahan desa yang memiliki program baru, menjadikan desanya sebagai desa wisata plasma nutfah.

Bukan cuma warga lokal Kalimantan Selatan yang datang untuk menikmati berbagai buah lokal dan langka. Ada juga turis dari luar negeri. Jepang, Prancis, Australia.

Joys, warga negara Prancis mengaku, sangat menikmati waktunya selama dua hari berada di Desa Marajai. Alamnya begitu kaya. Keramahan juga ditunjukkan warganya.

Joys yang merupakan pencinta buah-buahan ini, juga mengapresiasi gagasan pemerintah desa setempat yang menggelar festival buah. Menurutnya, ini terobosan yang sangat bagus untuk kemajuan desa.

Bupati Balangan Ansharuddin yang turut berhadir dalam kesempatan itu sangat berterima kasih kepada warga setempat atas terselenggaranya kegiatan ini.

“Marajai telah memperkenalkan Balangan ke mata dunia. Ini harus dikembangkan lagi, sehingga menjadi ciri khas Balangan. Kami dari pemerintah daerah tentunya akan selalu mendukung,” tegasnya.
Kegiatan diakhiri dengan pembagian buah secara cuma-cuma kepada para pengunjung. (ran/ema)

loading...

BACA JUGA

Minggu, 16 Februari 2020 06:58

Kalsel Bakal Bangun Pembangkit Listrik Tenaga Angin

Semoga ini bisa menjadi solusi, agar sistem kelistrikan di Banua…

Sabtu, 15 Februari 2020 10:11

Perjalanan Biker Sirath Touring Borneo Lintas Tiga Negara

Hasrat mencapai puncak Pulau Kalimantan menggunakan sepeda motor akhirnya tercapai.…

Kamis, 13 Februari 2020 12:00

Gaduk, Minuman Oplosan yang Kebal Regulasi: Bisa Bikin Mati Mendadak, Tengah Malam Bisa Jual Lebih Mahal

Fungsinya sudah jelas. Alkohol tunggal dengan kadar mencapai 95% bukan…

Kamis, 13 Februari 2020 10:35

Biker Banua Terkesan Kemulusan Aspal Negeri Jiran

Perjalanan tiga anggota Biker Sirath dari Banjarmasin menuju Tip of…

Rabu, 12 Februari 2020 12:27

Nasib Bendungan Pipitak Jaya yang Direncanakan Bakal Tanggulangi Banjir Tapin

Dikerjakan sejak tahun 2015 silam. Bendungan Pipitak Jaya, yang terletak…

Selasa, 11 Februari 2020 11:36

Pamer Buah-Buah Langka, Ada Buah yang Tidak Bisa Diperjualbelikan

Marajai, desa yang terletak di lereng pegunungan Meratus ini, menunjukkan…

Minggu, 09 Februari 2020 10:08

Kebakaran Beruntun 4 Gedung Sekolah di HST: Curiga Disengaja, Datangkan Tim Ahli Forensik dari Surabaya

Kebakaran yang menghanguskan gedung sekolah di Kabupaten Hulu Sungai Tengah…

Jumat, 07 Februari 2020 14:20

Ketika Polisi Datangi SD: Ajari Pakai Helm, Tertib Sejak Dini

Keselamatan di jalan penting ditanamkan sejak dini. Misi itu yang…

Rabu, 29 Januari 2020 12:13

Bertemu Setelah 30 Tahun Kehilangan Anaknya di Arab, Tangis Siti Aisyah Pecah

Seorang ibu di Kecamatan Tapin terpisah dengan anaknya selama 30…

Selasa, 28 Januari 2020 10:48

Geliat Pasar Subuh Amuntai, Jago Nawar Bisa Bawa Pulang Berbagai Anyaman

Pasar Subuh Amuntai hanya buka maksimal 4 jam pada hari…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers