MANAGED BY:
SABTU
04 APRIL
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | RADAR MUDA | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

FEATURE

Selasa, 11 Februari 2020 11:36
Pamer Buah-Buah Langka, Ada Buah yang Tidak Bisa Diperjualbelikan

Mengunjungi Festival Buah Lokal di Desa Marajai

LANGKA: Beragam jenis buah-buahan yang dipamerkan dalam kegiatan festival buah lokal Kalimantan Selatan di Desa Marajai. | FOTO: WAHYUDI/RADAR BANJARMASIN

PROKAL.CO, Marajai, desa yang terletak di lereng pegunungan Meratus ini, menunjukkan pesonanya. Puluhan jenis buah lokal dipamerkan. Dari yang paling populer hingga sangat langka.

-- Oleh: WAHYUDI, Balangan. --

GUGUSAN bukit tampak berderet rapi mengelilingi Desa Marajai yang ketenarannya sudah mendunia, seiring dengan penemuan ratusan jenis buah lokal dan langka oleh Hanif Wicaksono, seorang pemerhati buah-buahan.

Oleh karenanya, tidak sedikit peneliti lokal hingga mancanegara melakukan penelitian di desa pedalaman Kecamatan Halong Kabupaten Balangan ini.

Minggu (7/2) kemarin, Desa Marajai benar-benar memesona ratusan pengunjung yang berkunjung ke sana dengan koleksi puluhan jenis buah-buahan lokal dan langka miliknya.

Pameran buah-buahan ini dibungkus dalam sebuah acara Festival Buah Lokal Kalimantan Selatan. Bertajuk, Hutan Lestari, Desa Mandiri.

Banyak buah-buahan yang wujudnya baru pertama kali penulis lihat. Begitu juga dengan namanya, baru tahu sekarang. Hal serupa dialami pengunjung lainnya, semua memperlihatkan ekspresi kagum.

Menurut penuturan Hanif, koordinator acara, ada sekitar 70 sampai 80 jenis buah-buahan lokal dan langka yang dipamerkan dalam kesempatan ini. Diantaranya bahkan ada yang sudah dilindungi Undang-Undang. Dilarang diperjualbelikan.

“Sebenarnya masih banyak lagi sampai 150 an jenis, tapi karena musimnya sudah lewat, jadi buah yang ada saja yang kita pamerkan,” ujarnya. Acara ini, kata Hanif, digelar selama dua hari, 8-9 Februari 2020. Selain festival buah lokal, ada juga pameran eco print dan geo tour.

Sejatinya, lanjut Hanif, tujuan utama dari kegiatan yang sudah dilaksanakan kali kedua ini, selain memberikan pendidikan kepada pengunjung terkait buah-buahan, juga meningkatkan ekonomi warga.

“Beberapa tahun lalu mungkin nama desa ini tidak pernah didengar oleh orang luar, tapi dengan adanya kegiatan ini, setidaknya warga memiliki sumber mata pencaharian yang lain selain berkebun karet dan jagung,” ujarnya.

Impian Hanif beriringan dengan pemerintahan desa yang memiliki program baru, menjadikan desanya sebagai desa wisata plasma nutfah.

Bukan cuma warga lokal Kalimantan Selatan yang datang untuk menikmati berbagai buah lokal dan langka. Ada juga turis dari luar negeri. Jepang, Prancis, Australia.

Joys, warga negara Prancis mengaku, sangat menikmati waktunya selama dua hari berada di Desa Marajai. Alamnya begitu kaya. Keramahan juga ditunjukkan warganya.

Joys yang merupakan pencinta buah-buahan ini, juga mengapresiasi gagasan pemerintah desa setempat yang menggelar festival buah. Menurutnya, ini terobosan yang sangat bagus untuk kemajuan desa.

Bupati Balangan Ansharuddin yang turut berhadir dalam kesempatan itu sangat berterima kasih kepada warga setempat atas terselenggaranya kegiatan ini.

“Marajai telah memperkenalkan Balangan ke mata dunia. Ini harus dikembangkan lagi, sehingga menjadi ciri khas Balangan. Kami dari pemerintah daerah tentunya akan selalu mendukung,” tegasnya.
Kegiatan diakhiri dengan pembagian buah secara cuma-cuma kepada para pengunjung. (ran/ema)


BACA JUGA

Kamis, 02 April 2020 14:56

Sibuknya Peserta dan Alumni Pelatihan Menjahit Saat Pandemi

Akibat Covid-19, masker bedah dipasaran menjadi langka. Untuk menyiasati itu,…

Rabu, 01 April 2020 13:05

Kala Dokter Menginisiasi Produksi APD Secara Mandiri; Libatkan Guru, Anak SMK hingga Tukang Ojek

Minimnya ketersediaan alat pelindung diri (APD) untuk para tenaga medis…

Senin, 30 Maret 2020 12:36

Berita Baik di Tengah Pandemi Corona: Barista Kopi Dibalik Gerakan Pasang Keran Gratis

Dalam perang melawan wabah, Anda tak perlu menunggu menjadi hartawan…

Jumat, 27 Maret 2020 11:51

Fenomena Takhayul Pesisir Kalsel di Tengah Corona

Optimisme beberapa pejabat pemerintah, yang percaya warga akan disiplin tanpa…

Kamis, 26 Maret 2020 13:02

Pakai Jas Hujan, Berharap Kiriman APD Bukan Hanya bagi Perawat Saja

Alat pelindung diri (APD) menjadi pakaian paling "tren" sekarang ini.…

Rabu, 25 Maret 2020 11:49

Cerita-cerita Calon Pengantin yang Gagal Gelar Resepsi; Katering Sudah Pesan Akhirnya Dibagikan ke Anak Yatim

Niat Arif Hendy Wijaya (25) warga Desa Barambai untuk bersanding…

Senin, 23 Maret 2020 12:51

Bincang Santai dengan "Indro Corona"; Sudah Ada Sebelum Masehi, Sembuh dengan Vitamin E

Muhammad Indro Cahyono akhir-akhir ini sibuk mondar-mandir kantor-kantor pemerintah untuk…

Minggu, 22 Maret 2020 05:48

Melihat Penerapan Social Distancing di Bandara Syamsudin Noor

Upaya pencegahan dan meminimalisir penyebaran virus corona atau Covid-19 dilakukan…

Kamis, 19 Maret 2020 11:54

Kondisi Jembatan Ulin Desa Gadung Hilir; Atasnya Masih Bagus, Bawahnya Lapuk Termakan Usia

Jembatan di Rukun Tetangga (RT) 1 di Desa Gadung Hilir…

Rabu, 18 Maret 2020 13:12

Tangkal Corona, SMKN 1 Banjarbaru Membuat Hand Sanitizer Sendiri

Di tengah pandemi virus corona atau Covid-19, orang-orang rela membeli…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers