MANAGED BY:
MINGGU
29 MARET
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | RADAR MUDA | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

HUKUM & PERISTIWA

Rabu, 12 Februari 2020 10:10
Kasus Nabi Palsu Berlanjut, Polres HST Limpahkan Perkara ke Kejaksaan
PASRAH: NS (berpeci) menyaksikan aparat kepolisian menggeledah rumahnya tahun 2019 lalu. | Foto: Wahyu Ramadhan/Radar Banjarmasin

PROKAL.CO, BARABAI - Kasus dugaan penisataan agama yang dilakukan NS (59), memasuki babak baru. Berkas kasus warga Desa Kahakan Kecamatan Batu Benawa, Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST) beserta beserta barang bukti dilimpahkan ke kejaksaan negeri setempat, Selasa (11/2) kemarin.

Kapolres HST, Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Danang Widaryanto melalui Kasat Reskrim, AKP Dani Sulistiono mengungkapkan penyidikan kasus dugaan penistaan agama yang dilakukan NS sudah selesai.

“Semuanya sudah dilimpahkan kepada penyidik kejaksaan, untuk selanjutnya dilaksanakan sidang di Pengadilan Negeri Barabai,” ucapnya.

NS resmi menjadi tersangka dan menjadi tahanan Polres HST sejak 2 Desember 2019 lalu. Ia kembali membuka pengajian agama yang dinamakannya ‘Ajaran Selamat’.  Pengajian ini pernah ditutup MUI HST bersama Badan Koordinasi Pengawas Aliran Kepercayaan (Bakorpakem) pada tahun 2003 silam.

Dari hasil penelusuran Radar Banjarmasin, beserta salinan surat yang didapatkan dari MUI HST, pengajian agama yang digelar NS cukup kontroversial. Diantaranya, ia membuat kitab suci sendiri. Kitab itu dinamai Alfurqan. Isinya kutipan-kutipan terjemah ayat suci Alquran yang sudah diubah.

Kemudian, dalam salinan surat yang ada pada MUI HST, NS dituding mengubah syahadat, mengajarkan bacaan salat, azan dengan memakai bahasa Indonesia. Dan mengakui diri sebagai seorang nabi ke-26.

Sementara itu, sebelum berkas dilimpahkan ke kejaksaan, Polres HST juga sudah melakukan observasi dan pemeriksaan kejiwaan NS di Rumah Sakit Kandangan, selama 28 hari. Dari hasil visum dokter jiwa, ia dinyatakan mengalami gangguan jiwa berat.

Meski begitu, Kasat Reskrim AKP Dani Sulistiono menegaskan proses hukum tetap berjalan. NS sendiri dikenakan Pasal 156 a KUHP tentang penistaan agama dengan ancaman hukuman 5 tahun penjara. (war/ema)


BACA JUGA

Jumat, 31 Januari 2020 11:41

Ditetapkan Jadi Tersangka Kasus Asusila, Mantan Ketua KPU Banjarmasin Digelandang Aparat

BANJARBARU - Gusti Makmur memenuhi panggilan penyidik Polres Banjarbaru, kemarin…

Jumat, 31 Januari 2020 11:27

Sengketa Warga Antar Baru vs PT Barito Putera Plantation: Warga Serahkan Bukti Kepemilikan

MARABAHAN - Lama tidak terdengar, mediasi sengketa lahan sawit antara…

Jumat, 31 Januari 2020 11:11

Timbun Solar, Samsul dan Syamsuddin Digrebek

BANJARMASIN - Kepolisian Polsek Banjarmasin Utara menggerebek dua rumah di…

Jumat, 31 Januari 2020 11:03

Mabuk Bawa Sajam, Buronan Apes

BANJARMASIN – Jadi buronan selama dua pekan, Taufik Rahman alias…

Jumat, 31 Januari 2020 10:36

Sabirin Terjebak Polisi Menyamar

AMUNTAI - Nasib sial dialami Sabirin (28), warga Desa Harus…

Jumat, 31 Januari 2020 10:34

Korban Berteriak, Anto pun Panik, Dengan Mudah Ia Dikepung Warga

MARABAHAN - Sial masih jauh dari Armina. Warga Desa Sinar…

Jumat, 31 Januari 2020 10:31

Disergap, Pengedar Sabu Tak Berkutik

MARABAHAN - Pengedar narkoba sedikit demi sedikit digulung Sat Res…

Kamis, 30 Januari 2020 11:48

Susahnya Memberantas Indekos Mesum di Kota Idaman: Paket Murah, Sukar Terjamah, Remaja Lajang Tak Bisa Dipidana

Indekos. Bagi mahasiswa, ruang kecil berjuta cerita. Dari mengerjakan tugas,…

Kamis, 30 Januari 2020 10:56

Pengendara Panik ada Razia di Kayutangi, 62 Pemotor Ditilang

BANJARMASIN - Pengendara yang melintasi Jalan Hasan Basry mendadak panik…

Kamis, 30 Januari 2020 10:49

Dua di Jalan, Satu di Toilet; Budak Sabu Barabai Tak Berkutik Diringkus

BARABAI - Ada-ada saja ulah FP (20). Pemuda asal Desa…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers