MANAGED BY:
SABTU
04 APRIL
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | RADAR MUDA | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

FEATURE

Kamis, 13 Februari 2020 12:00
Gaduk, Minuman Oplosan yang Kebal Regulasi: Bisa Bikin Mati Mendadak, Tengah Malam Bisa Jual Lebih Mahal
MENINGKAT: Kasus penyalahgunaan alkohol di Kota Banjarbaru terus terjadi. Aparat seakan kewalahan memberantas jenis minuman oplosan memabukkan yang kebal aturan ini. | Foto: Rifani/Radar Banjarmasin

PROKAL.CO, Fungsinya sudah jelas. Alkohol tunggal dengan kadar mencapai 95% bukan untuk diminum. Namun ada saja yang nekat mengonsumsinya. Targetnya; mabuk dan merasa lebih tenang.

---

Begitulah fenomenanya di Kota Banjarbaru. Sepanjang tahun 2019, terjadi peningkatan kasus penyalahgunaan alkohol tunggal ini. Total sudah ada ratusan botol alkohol yang dimusnahkan.

Bahkan, ketika aparat menggelar razia. Hampir tiap pekan didapati remaja yang mengonsumsi minuman yang akrab disebut Gaduk atau Aldo, diambil dari merek alkohol Gajah Duduk dan singkatan alkohol doang.

Selain menciduk pemakainya. Beberapa penjual juga digulung petugas. Dari yang jualan hanya puluhan hingga ratusan. Tercatat, dari 2019 hingga sekarang setidaknya ada tiga penjual Gaduk kelas kakap yang digerebek. Jualannya sudah ratusan botol.

Dari hasil penelusuran Radar Banjarmasin. Penjual gaduk cukup mudah ditemui di kios pinggir jalan. Dari informasi yang didapat, wartawan koran ini mendatangi sebuah kios di kawasan Jalan A Yani Loktabat.

Bagi orang awam, tak ada kecurigaan kios ini menjual alkohol. Penjualnya seorang lelaki 40 tahunan, mengenakan kaos oblong dengan topi cokelat.

Langsung saja, ketika dibilang ingin beli alkohol, tanpa ragu, ia langsung menyodorkan dua botol, berukuran 100ml dan yang lebih besar 300ml. Mereknya tertera Tjap Gadjah. Kadar alkoholnya 95%.

Untuk ukuran 300ml atau akrab disebut paket hemat. Bagus menjual dengan harga Rp22.000. Sementara untuk paket komplit: plus minuman suplemen bubuk, ia mematok Rp25.000. Untuk kemasan sedang, ia menyebut kurang favorit. Karena harganya bisa jadi dua kali lipatnya.

"Tambah madu sachet juga bisa. Tambah 2000 rupiah," tawar Bagus saat itu.

Transaksi cepat berjalan cepat, ia membungkusnya dalam plastik hitam. Tapi wartawan koran ini coba mengorek informasi lebih dalam, dengan alasan tertarik berjualan di daerah lain.

Bapak dua anak ini bercerita, bisnisnya sangat mudah. Bahkan keuntungannya, ia menyebut ‘cuan’ sangat besar. Apalagi jika punya modal besar. "Kalau ambil dus-dus an, satu botol kecil (100ml) bisa dapat Rp12.500. Dijual dari Rp20 ribu, kalau tengah malam bisa dijual lebih tinggi. Jadi untungnya besar," katanya.

Dalam satu bulan, Bagus bisa menjual puluhan botol. Bahkan saat akhir pekan, dalam satu malam bisa laku 15 botol. "Biasanya ada yang beli 3-5 botol. Buat rame-rame katanya."

Tapi ketika ditanya dimana ia dapat pasokan, ia langsung bisnis pria ini langsung jalan. "Itu rahasia bos. Kalau mau bisa ambil sama saya, atau bisa juga beli di apotek saja," ujarnya.

Apakah berisiko jualan alkohol? Ia bertutur pernah dijebak petugas Satpol PP. "Malamnya beli, besok saya digerebek. Tidak disanksi berat seperti penjara, hanya surat pernyataan dan alkoholnya dibuang. Memang tidak ada larangannya," kisahnya.

Setelah tertangkap, ia berpindah lokasi. Rombong kiosnya juga dicat berbeda. Tapi pindahnya cuma 200 meteran. “Tapi masih diawasi, makanya awal-awal saya minta teman yang menjaganya," tuntasnya

Kasat Pol PP Banjarbaru, Marhain Rahman melalui PPNS Seksi Opsdal, Yanto Hidayat mengungkap bahwa penyalahgunaan alkohol di Banjarbaru memang marak. Peningkatan nilainya sejak 2019.

"Paling banyak kita tertibkan. Kalau giat rutin Jumat dan Sabtu malam, pasti ada tangkapan. Kebanyakan remaja yang tepergok pesta gaduk ini. Mereka kita tertibkan dan dibina atau di sanksi fisik seperti push up di tempat," katanya.

Untuk penjual tetap dimintai keterangan di kantor. Jualannya disita dan dimusnahkan. “Kalau ke ranah hukum tidak bisa, kita pernah mau menyidangkan salah satu penjual besar, tapi ditolak pengadilan karena ini konteksnya penyalahgunaan," katanya.

Disinggung masih adanya kios-kios yang menjual alkohol. Yanto menjawab bahwa hal ini perlu proses penyelidikan. Lantaran penjual kerap tertutup dan tidak terang-terangan.

"Kita dapati ada di warung, kios sampai rumah pribadi. Bahkan di rumah itu ada istri dan anaknya. Jadi memang menjualnya diam-diam, pembelinya kebanyakan juga langganan," katanya.

Dari beberapa kali menciduk pemakai. Yanto juga sempat miris. Lantaran ada pelajar yang turut ikut. "Ada juga yang masih di bawah umur. Karena memang cara mendapatkannya gampang."

Sementara itu, dari perspektif hukum, Alkohol tunggal yang dioplos dan disalahgunakan jadi minuman merupakan hal dilematis. Meski banyak kasus terungkap hingga ada spesialis penjualnya. Namun tak banyak yang bisa dilakukan aparat untuk memberi efek jera.

Menurut Pengamat Hukum Tata Negara asal Banua, Ahmad Fikri Hadin, S.H,. LL.M jika Gaduk (alkohol oplosan) tidak bisa dilarang beredar. Lantaran tidak ada dasar aturan yang mengatur itu.

"Kalau dasar aturan melarang penjual menjual alkohol dalam konteks kesehatan itu tidak ada larangan dari pihak pemerintah. Surat edaran atau arahan pun juga belum ada," katanya.

---

Bisa Buat Mati Mendadak

BANJARBARU - Alkohol tunggal memang bukan kategori miras apalagi narkotika. Meski sama-sama memabukkan, alkohol tunggal yang dioplos rupanya berefek lebih mematikan.

Menurut Kasi Rehabilitasi Badan Narkotika Nasional Kota Banjarbaru, Aguswin. Pihaknya pernah menangani pengguna alkohol mix (campuran) yang terbilang parah.

"Jadi ada satu anak mengonsumsi alkohol tunggal di mix dengan lotion anti nyamuk. Menurut pengakuannya, itu bisa membuat efek (mabuk) lebih nendang," kata Aguswin.

Memang katanya, Klinik rehabilitas di BNNK Banjarbaru tak bisa menangani kasus alkohol tunggal. Lantaran tak termasuk dalam UU Narkotika. Tetapi jika alkohol dikombinasikan dengan unsur narkotika, maka pihaknya akan mengakomodir.

"Jadi sebetulnya, alkohol tunggal ini bisa jadi gerbang awal mereka untuk mencoba narkoba. Akhirnya nanti ada yang mencampurnya. Nah ini yang berbahaya," ucapnya.

Kemudian, dokter Daryl di Klinik Pratama BNNK Banjarbaru menambahkan, bahwa efek alkohol yang dikonsumsi tak wajar sangat berbahaya untuk kesehatan. Terparah, bisa meninggal mendadak.

"Alkohol ini termasuk golongan Depresan. Efeknya menenangkan. Kalau dikonsumsi dengan dosis tinggi, maka efeknya mengganggu konsentrasi. Terparah, bisa ke Jantung dan Ginjal, akibatnya dapat gagal jantung atau ginjal dan meninggal mendadak," paparnya.

Makanya ia tak heran ada beberapa berita bahwa pemakai gaduk yang meninggal mendadak. Secara kesehatan ini sesuai, lantaran kerja jantung dan ginjal menurutnya terlalu berat dan cepat. Tidak beraturan.

"Apalagi kalau alkoholnya jenis Etanol. Ini paling cepat efek mematikannya. Karena kan alkohol itu ada beberapa jenisnya, nah paling bahaya yang etanol," tambahnya. (rvn/bin/ema)


BACA JUGA

Kamis, 02 April 2020 14:56

Sibuknya Peserta dan Alumni Pelatihan Menjahit Saat Pandemi

Akibat Covid-19, masker bedah dipasaran menjadi langka. Untuk menyiasati itu,…

Rabu, 01 April 2020 13:05

Kala Dokter Menginisiasi Produksi APD Secara Mandiri; Libatkan Guru, Anak SMK hingga Tukang Ojek

Minimnya ketersediaan alat pelindung diri (APD) untuk para tenaga medis…

Senin, 30 Maret 2020 12:36

Berita Baik di Tengah Pandemi Corona: Barista Kopi Dibalik Gerakan Pasang Keran Gratis

Dalam perang melawan wabah, Anda tak perlu menunggu menjadi hartawan…

Jumat, 27 Maret 2020 11:51

Fenomena Takhayul Pesisir Kalsel di Tengah Corona

Optimisme beberapa pejabat pemerintah, yang percaya warga akan disiplin tanpa…

Kamis, 26 Maret 2020 13:02

Pakai Jas Hujan, Berharap Kiriman APD Bukan Hanya bagi Perawat Saja

Alat pelindung diri (APD) menjadi pakaian paling "tren" sekarang ini.…

Rabu, 25 Maret 2020 11:49

Cerita-cerita Calon Pengantin yang Gagal Gelar Resepsi; Katering Sudah Pesan Akhirnya Dibagikan ke Anak Yatim

Niat Arif Hendy Wijaya (25) warga Desa Barambai untuk bersanding…

Senin, 23 Maret 2020 12:51

Bincang Santai dengan "Indro Corona"; Sudah Ada Sebelum Masehi, Sembuh dengan Vitamin E

Muhammad Indro Cahyono akhir-akhir ini sibuk mondar-mandir kantor-kantor pemerintah untuk…

Minggu, 22 Maret 2020 05:48

Melihat Penerapan Social Distancing di Bandara Syamsudin Noor

Upaya pencegahan dan meminimalisir penyebaran virus corona atau Covid-19 dilakukan…

Kamis, 19 Maret 2020 11:54

Kondisi Jembatan Ulin Desa Gadung Hilir; Atasnya Masih Bagus, Bawahnya Lapuk Termakan Usia

Jembatan di Rukun Tetangga (RT) 1 di Desa Gadung Hilir…

Rabu, 18 Maret 2020 13:12

Tangkal Corona, SMKN 1 Banjarbaru Membuat Hand Sanitizer Sendiri

Di tengah pandemi virus corona atau Covid-19, orang-orang rela membeli…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers