MANAGED BY:
KAMIS
27 FEBRUARI
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | RADAR MUDA | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

HUKUM & PERISTIWA

Jumat, 14 Februari 2020 11:02
4 Tahun Pembebasan Lahan PLTMG
PENYERAHAN: Setelah kurang lebih empat tahun, Edy Kartono (kiri) akhirnya bersedia menyerahkan dokumen kepemilikan lahannya dan bersedia mengambil uang ganti rugi yang dititipkan di Pengadilan Negeri Marabahan. | Foto: BPN Batola for Radar Banjarmasin

PROKAL.CO, MARABAHAN - PLN Unit Induk Pembangunan Kalimantan Bagian Tengah akhirnya mendapatkan lokasi yang diinginkan, untuk pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Mesin Gas (PLTMG) PLN di Desa Jelapat 1 dan Desa Jelapat Baru Kabupaten Barito Kuala.

Panjang perjalanan untuk bisa menguasai lahan seluas 12,5 hektare yang ditentukan PLN ini. Perlu waktu empat tahun, hingga akhirnya pada Rabu (5/2) tadi, pemilik tanah Edy Kartono, bersedia melepas lahannya dan mengambil uang konsinyasi yang dititipkan di Pengadilan Negeri Marahaban, sejak tahun 2015. Nilainya Rp150 ribu per meter atau total hampir Rp19 miliar.

Lamanya proses ini, karena Edy melakukan upaya kasasi hingga ke Mahkamah Agung, untuk mendapatkan nilai ganti rugi yang menurutnya lebih layak. Namun, setelah upaya hukumnya gagal, Edy pun menyerahkan sertifikat lahan yang sebelumnya digunakan untuk aktivitas perusahaannya.

Penyerahan secara sukarela sebelum dilakukan eksekusi ini pun diapresiasi Kepala BPN Batola Suhaimi.

“Pengadaan tanah untuk pembangunan PLTMG ini sejalan dengan program strategis nasional. Dengan adanya gardu pembangkit listrik di Batola, bisa menjadi solusi untuk mendukung Kalsel sebagai gerbang menuju Ibukota Negara,”ujar Suhaimi kepada Radar Banjarmasin, Kamis (12/2).

Sekarang ujar Suhaimi, pihaknya menunggu tindak lanjut PLN untuk pemberkasan tanah. "Sampai saat ini kami belum menerima permintaan hak pakai atau HGB untuk tanah yang sudah dikuasai negara tersebut," ujarnya.

Terpisah, Senior Manager Bidang Pertanahan dan Komunikasi PLN Unit Induk Pembangunan Kalimantan Bagian Tengah, Albert Riduanto Simarmata menjelaskan, pemilihan tempat ini berdasarkan kajian matang. Pertimbangan diantaranya akses bahan bakar batubara atau gas yang mudah. Bisa dilakukan melalui sungai, tidak perlu jalur darat.

Setelah proses penyerahan ini, menurut Albert pihaknya akan melakukan pembersihan lahan. Serta membebaskan lahan sampai bersih. Hingga semua berkas lengkap. "Namanya bekas pabrik plywood, banyak alat berat tua yang masih berada di lokasi. Kami juga akan ke BPN untuk menyelesaikan surat-suratnya," ujarnya seraya memperkirakan tanah akan siap bangun dalam dua tahun lagi.

Berkaitan dengan pembangunan PLTMG sendiri, ternyata masih menunggu pusat. Menurutnya pembangunan PLTMG masih belum mendesak. Dikarenakan pertumbuhan penduduk di lokasi masih 6-8 persen. "Pembangunan tidak buru-buru. Kecuali ada pesanan khusus tegangan tinggi," ujarnya sembari mengatakan pembangunan akan cepat seiring pemindahan ibukota baru. (bar/bin/ema)


BACA JUGA

Jumat, 31 Januari 2020 11:41

Ditetapkan Jadi Tersangka Kasus Asusila, Mantan Ketua KPU Banjarmasin Digelandang Aparat

BANJARBARU - Gusti Makmur memenuhi panggilan penyidik Polres Banjarbaru, kemarin…

Jumat, 31 Januari 2020 11:27

Sengketa Warga Antar Baru vs PT Barito Putera Plantation: Warga Serahkan Bukti Kepemilikan

MARABAHAN - Lama tidak terdengar, mediasi sengketa lahan sawit antara…

Jumat, 31 Januari 2020 11:11

Timbun Solar, Samsul dan Syamsuddin Digrebek

BANJARMASIN - Kepolisian Polsek Banjarmasin Utara menggerebek dua rumah di…

Jumat, 31 Januari 2020 11:03

Mabuk Bawa Sajam, Buronan Apes

BANJARMASIN – Jadi buronan selama dua pekan, Taufik Rahman alias…

Jumat, 31 Januari 2020 10:36

Sabirin Terjebak Polisi Menyamar

AMUNTAI - Nasib sial dialami Sabirin (28), warga Desa Harus…

Jumat, 31 Januari 2020 10:34

Korban Berteriak, Anto pun Panik, Dengan Mudah Ia Dikepung Warga

MARABAHAN - Sial masih jauh dari Armina. Warga Desa Sinar…

Jumat, 31 Januari 2020 10:31

Disergap, Pengedar Sabu Tak Berkutik

MARABAHAN - Pengedar narkoba sedikit demi sedikit digulung Sat Res…

Kamis, 30 Januari 2020 11:48

Susahnya Memberantas Indekos Mesum di Kota Idaman: Paket Murah, Sukar Terjamah, Remaja Lajang Tak Bisa Dipidana

Indekos. Bagi mahasiswa, ruang kecil berjuta cerita. Dari mengerjakan tugas,…

Kamis, 30 Januari 2020 10:56

Pengendara Panik ada Razia di Kayutangi, 62 Pemotor Ditilang

BANJARMASIN - Pengendara yang melintasi Jalan Hasan Basry mendadak panik…

Kamis, 30 Januari 2020 10:49

Dua di Jalan, Satu di Toilet; Budak Sabu Barabai Tak Berkutik Diringkus

BARABAI - Ada-ada saja ulah FP (20). Pemuda asal Desa…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers