MANAGED BY:
SELASA
31 MARET
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | RADAR MUDA | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

BANUA

Minggu, 16 Februari 2020 06:51
Dari Wuhan, Diobservasi di Natuna; Hari Ini 7 Mahasiswa asal Kalsel Dipulangkan
SEHAT WALAFIAT: Para mahasiswa asal Kalsel alumni Natuna saat berfoto bersama para penjemput, kemarin. Mereka hari ini akan pulang ke Banua. | FOTO: BPBD KALSEL FOR RADAR BANJARMASIN

PROKAL.CO, BANJARBARU - Tujuh mahasiswa asal Kalsel yang masuk dalam 238 warga negara Indonesia (WNI) dari Wuhan, Cina, Sabtu (15/2) kemarin selesai menjalani 14 hari masa observasi di Natuna, Kepulauan Riau (Kepri). Hari ini, mereka direncanakan pulang ke Banua.

Ketujuh warga Banua itu dijadwalkan berangkat menggunakan pesawat Batik Air dari Bandara Internasional Halim Perdanakusuma Jakarta pada pukul 10.10 WIB. Diperkirakan mereka tiba di Bandara Syamsudin Noor di Banjarbaru pada siang hari.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalsel Wahyuddin mengatakan, tidak ada penyambutan khusus yang dilakukan pemerintah daerah saat tujuh mahasiswa yang rata-rata kuliah di Hubei University of Science and Technology Hubei Polytechnic University tersebut tiba di Banua.

"Mereka dijemput oleh keluarga masing-masing, kami memonitor saja melalui Tim Satgas Bencana non Alam," katanya kepada Radar Banjarmasin, kemarin.

Dia menuturkan, BPBD Kalsel ikut memonitor karena BNPB juga terlibat di tingkat pusat dalam pemulangan 238 warga dari Natuna ke daerah masing-masing. Berdasarkan informasi dari pusat, seluruh mahasiswa asal Kalsel yang kembali dari Natuna dinyatakan sehat. “Kemarin ketika pelepasan, seluruh mahasiswa dinyatakan sehat,” tuturnya.

Diungkapkannya, dari tujuh mahasiswa asal Kalsel, enam diantaranya merupakan warga Tabalong dan satu orang lainnya dari Banjarmasin. "Setibanya di Banua, mereka nanti langsung pulang ke daerah masing-masing," ungkapnya.

Secara terpisah, Kepala Dinas Kesehatan Kalsel M Muslim juga memastikan tujuh mahasiswa Cina asal Banua yang selesai menjalani 14 hari masa observasi di Natuna akan dipulangkan hari ini.

Dia menyampaikan, tidak adanya penyambutan khusus untuk kepulangan para mahasiswa itu lantaran mereka semua dianggap sehat. "Mereka adalah orang-orang yang sehat, jadi langsung dijemput keluarganya dan lanjut ke tempat masing-masing," ucapnya.

Sementara itu, Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto meminta dinas kesehatan tetap memantau WNI yang pulang dari observasi di Natuna meski menekankan bahwa mereka semua dalam keadaan sehat.

"Setelah pulang kita minta dinas kesehatan memantau, namanya surveillance tracking. Itu terus dikerjakan. Tapi tidak seperti intelijen terus diperiksa, tapi hanya pengamatan yang sifatnya nyaman dan kekeluargaan. Sehingga semuanya tidak ada hal yang membuat resah," katanya saat ditemui awak media di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta, Sabtu pagi.

Menkes Terawan bersama Menko PMK Muhadjir Effendy dan Kepala BNPB Doni Monardo terbang ke Natuna untuk menjemput para WNI dari Wuhan, Cina yang diobservasi selama 14 hari. Guna memastikan tidak menunjukkan gejala terinfeksi virus corona COVID-19.

Ratusan WNI itu dievakuasi dari Wuhan di Provinsi Hubei, Cina yang merupakan pusat penyebaran COVID-19, penyakit disebabkan oleh virus corona yang menyerang sistem pernapasan manusia.

Mereka harus menjalani observasi di Natuna selama dua pekan sesuai dengan petunjuk dari Organisasi Kesehatan Dunia (World Health Organization/WHO) untuk menunggu masa inkubasi.

Sampai dengan masa observasi selesai, Kementerian Kesehatan menyatakan bahwa semua WNI tersebut berada dalam keadaan sehat dan tidak menunjukkan gejala-gejala yang mengindikasikan virus corona COVID-19.

----
ABK Kapal Vega Rose Masih Dirawat

Sementara itu, hingga Sabtu (15/2) kemarin, dua ABK kapal Vega Rose masih dirawat di ruang khusus di RSUD Kotabaru. Plt Dirut RSUD Kotabaru, Cipta Waspada mengatakan, selama dirawat ke dua pasien kapal belum menunjukkan seluruh gejala terjangkit corona. Jika hari ini gejala tidak muncul, ke dua pasien sudah boleh pulang.

Vega Rose berawak 23 orang. Dua orang dari Korea, satu Jepang, sisanya Indonesia. Januari 2020, kapal beberapa kali singgah di pelabuhan Cina. Terakhir pada 3 Februari berada di Zhenjiang Cina. Tanggal 12 Februari tadi kapal tiba di pesisir Pulau Laut Kotabaru. Tepatnya di Tanjung Pemancingan. Kapten Kapal Lee Yungsu melapor kepada petugas, bahwa dua ABK nya sakit. Suhu badan tinggi disertai batuk.

Dua ABK dijemput petugas di Pelabuhan Sigam. Sekitar enam kilometer dari pusat kota. Dua pasien asal Jawa itu langsung dimasukkan di ruang isolasi.

Walau Kotabaru tidak punya alat tes darah untuk memastikan apakah pasien corona atau tidak, namun tim penanganan corona di Kalsel sepakat pasien diobservasi dulu di Kotabaru. "Jika dalam masa 14 hari tidak ada gejala ke arah infeksi Covid 19, maka dua pasien bisa dinyatakan aman," kata Cipta Waspada kemarin.

Masa 14 hari kata Cipta berakhir pada 16 Februari (hari ini). Walau jika mengacu pada tanggal terakhir di China 3 Februari, mestinya masa inkubasi baru berakhir pada 17 Februari (lusa).

Cipta menjelaskan, gejala terjangkit virus corona adalah: suhu di atas 39,5 derajat, batuk pilek, gangguan pernapasan, sakit tenggorokan disertai letih dan lesu.

Sejak hari pertama di RSUD Kotabaru ungkap Cipta, pasien hanya menderita masalah pernapasan. Namun suhu tubuh di bawah 39,5 derajat. Hari pertama hingga kemarin suhu tubuh pasien stabil di 36,7 hingga 36,5 derajat.

Jika selama masa inkubasi semua gejala itu muncul, maka pasien akan dikirim ke lab khusus yang menangani corona.

Ia pun kembali meminta masyarakat tidak khawatir berlebihan. Pasien akunya sudah mereka tangani profesional. "Sekarang pasien sudah boleh dijenguk tapi harus pakai alat pelindung diri," pungkasnya.

Kasus ini sendiri sempat menggegerkan pesisir Kotabaru. Banyak warga menyesalkan, mengapa dua pasien tidak langsung dibawa ke lab khusus yang menangani corona. "Harusnya langsung dibawa. Supaya bisa dipastikan," ujar Rapi warga yang tinggal di pusat kota.

Sekadar diketahui, kapal Vaga Rose sendiri masih diisolasi di Tanjung Pemancingan. Semua penumpang berikut kapten tidak boleh ke luar. Sampai status aman dikeluarkan pemerintah. ris/zal/ran/ema)


BACA JUGA

Selasa, 31 Maret 2020 11:19

Ibu Kota Banua Tanpa Karantina Wilayah, "KAMI TAKUT..!"

Disinfeksi digencarkan. Imbauan tinggal di rumah, mencuci tangan dan menjaga…

Selasa, 31 Maret 2020 11:16

Manager ASDP Dituding Halangi Pemeriksaan Corona di Kapal, Gugus Tugas Rekomendasikan Arif Budiman Pindah

Sekda Tanbu H Rooswandi Salem marah-marah di Pelabuhan Samudera Batulicin.…

Selasa, 31 Maret 2020 11:11

5 Positif, Kalsel Pertimbangkan Karantina Wilayah

BANJARMASIN - Tanda-tanda ledakan pasien virus corona di banua mulai…

Selasa, 31 Maret 2020 11:07

Dikuburkan di Balikpapan, Keluarga Bantah Covid-19

BANJARMASIN - Ponpes Tahfidzul Quran Al Ikhsan, Banjarmasin berduka. Pimpinan…

Selasa, 31 Maret 2020 11:05

Dua PDP Banjarbaru Dikonfirmasi Negatif Covid-19

BANJARBARU - Status dua orang PDP (Pasien Dalam Pengawasan) asal…

Selasa, 31 Maret 2020 11:02

Bersandar di Kotabaru, Kapal Bawa ODP dari Sulawesi

KOTABARU - Akhir-akhir ini keresahan warga Kotabaru meningkat. Menyusul beredarnya…

Selasa, 31 Maret 2020 10:54

Hari ini, Rapat Paripurna Tetap Digelar; Kursi Rapat Diberi Jarak

BANJARBARU - Meski di tengah situasi Pandemi Covid-19. Agenda penting…

Selasa, 31 Maret 2020 10:50

Karantina Siswa Diperpanjang, Jangan Bebani dengan Pelajaran Berlebih

BANJARMASIN – Dinas Pendidikan Banjarmasin akhirnya memperpanjang masa karantina siswa.…

Selasa, 31 Maret 2020 10:31

Tangani Corona, Ketua DPRD: Dana Perjalanan ke Luar Negeri Bisa Dipakai

BANJARMASIN - Penanganan pandemi virus corona bakal menyedot anggaran besar.…

Selasa, 31 Maret 2020 09:31
Pemko Banjarbaru

Pemko Dapat Bantuan Dua Wastafel dari PT Arutmin

BANJARBARU - Berbagai bantuan terus mengalir, di tengah perlawanan yang…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers