MANAGED BY:
SENIN
06 APRIL
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | RADAR MUDA | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

BANUA

Minggu, 16 Februari 2020 06:53
Penduduk Kalsel Diprediksi Lewati 4 Juta Jiwa
CACAH ONLINE: Fitriansyah menunjukkan aplikasi sensus online. Hanya butuh waktu sekitar lima menit mengisi data kependudukan. | FOTO: M OSCAR FRABY/RADAR BANJARMASIN

PROKAL.CO, BANJARMASIN – Fitriansyah hanya butuh waktu sekitar lima menit untuk mengisi data kependudukan. Hanya melalui smartphone miliknya secara daring. 

Dia mengetahui sensus penduduk setelah melihat di televisi bahwa pemerintah tengah melakukan sensus penduduk tahun ini. “Tak susah. Hanya masuknya agak lelet. Mungkin karena jaringan saja,” ucap Fitri usai mengisi sensus pendudukan keluarganya, kemarin.

Karena penasaran, dia pun mencobanya. Data kependudukan milik keluarganya yang tersimpan di file foto handphonenya membuat dia tak perlu lagi mencari berkas di rumah. “Sangat mudah. Kita tinggal mengisi form yang sudah disediakan,” terangnya.

Untuk diketahui, di sensus penduduk tahun ini, pemerintah memberikan kemudahan dengan menyediakan website resmi yang dapat di buka siapa saja. Melalui website https://sensus.bps.go.id/login, masyarakat tinggal login dengan memasukkan nomor induk kependudukan dan nomor kartu keluarga.

Setelah itu, user diminta memasukkan password dan jawaban pertanyaan agar ketika lupa dengan password yang sudah dibuat. Usai itu, user diminta mengisi sejumlah form, dari tanggal dan tempat lahir, suku, pendidikan, pekerjaan hingga status kepemilikan rumah dan berama lama mendiami. Sampai pada akhirnya dinyatakan valid dan lengkap sebelum dikirim.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kalsel, Diah Utami mengatakan, di sensus penduduk tahun ini, warga diberi kemudahan. Khususnya yang memiliki jaringan internet. “Tinggal buka websitenya. Masukkan data, selesai,” tutur Diah kemarin.

Lalu bagaimana dengan daerah susah jaringan internetnya, atau warga tersebut tak bisa teknologi digital. Diah menerangkan, warga jangan takut tak didata. Pasalnya, sensus penduduk dengan metode online ini adalah tahap pertama. Digeber mulai 15 Februari hingga 31 Maret 2020 mendatang.

Sedangkan tahap kedua, BPS sebutnya akan melakukan sensus kembali dengan metode offline. Sekaligus memastikan kesahihan data yang sudah diinput warga melalui metode online. “Hari ini resmi dimulai sensus penduduk secara online. Ini yang pertama kali diberlakukan,” ungkapnya.

Nah, pada 1-31 Juli 2020 nanti akan dilakukan pencatatan dengan mendatangi setiap rumah tanpa kecuali, atau wawancara langsung. “Kami akui tak semuanya yang dapat melakukan secara online. Makanya tetap ada sensus langsung,” imbuhnya.

Di pencatatan secara offline nanti, pihaknya akan menerjunkan sedikitnya 6.320 petugas. Jumlah tersebut terangnya, sudah sangat cukup untuk menyasar ke seluruh kawasan di Kalsel. “Kami ingin partisipasi masyakarat saat pencatatan nanti, dengan memberikan data yang valid,” harapnya.

Sensus penduduk sendiri tak berakhir tahun ini. Diah menerangkan, akan dilanjutkan kembali di tahun 2021 mendatang, dengan pertanyaan lebih rinci. “Tahun ini hanya pertanyaan dasar dari penduduk saja,” tambahnya.

Untuk diketahui, penduduk Kalsel berdasarkan hasil sensus tahun 2010 lalu, jumlahnya mencapai 3,64 juta jiwa. Kian tahun jumlah tersebut semakin bertambah, diproyeksi oleh BPS Kalsel, jumlah penduduk Kalsel hingga Juni 2019 lalu mencapai 4,2 juta jiwa. “Sensus tahun ini hasilnya akan ketahuan, berapa jumlah riil penduduk Kalsel,” tandasnya.

Sensus tahun ini adalah yang keenam dilakukan BPS, sejak tahun 1971 silam. Sebelumnya juga telah dilakukan sensus pada tahun 1980,1990,1995, 2000 dan 2010 lalu.

Di sisi lain, Gubernur Kalsel, Sahbirin Noor menyambut baik program sensus penduduk tahun ini. Terlebih adanya metode online yang dapat memudahkan masyarakat tanpa harus didatangi petugas sensus. “Sensus penduduk merupakan landasan pemerintah untuk merumuskan sebuah program, selain untuk menghitung jumlah penduduk. Berikan data yang akurat untuk kemajuan bangsa ini,” himbaunya. (mof/ran/ema)


BACA JUGA

Minggu, 05 April 2020 15:06
Pemkab Balangan

Bupati Perketat Akses Keluar Masuk Kabupaten

PARINGIN – Bupati Balangan Ansharuddin bersama sejumlah jajarannya yang masuk…

Minggu, 05 April 2020 09:15

Lab Corona Banjarbaru akan Beroperasi Pekan Depan

BANJARBARU - Tinggal menghitung hari, laboratorium pemeriksaan Covid-19 untuk wilayah…

Minggu, 05 April 2020 09:10

Innalillahi...Satu Pasien PDP Meninggal, PDP Juga Bertambah Satu

BANJARMASIN - Satu pasien dalam pengawasan (PDP) dinyatakan meninggal dunia,…

Minggu, 05 April 2020 09:07

Tak Bisa WFH, Driver Online Silakan Jalan

BANJARMASIN - Belakangan beredar kabar bahwa aktivitas transportasi online akan…

Minggu, 05 April 2020 09:05

Tak Pulang Dulu, 25 Personel Polda Kalsel Dikarantina

BANJARMASIN – Sebanyak 25 anggota Polda Kalsel yang mengikuti Sekolah…

Minggu, 05 April 2020 09:03

Jadi Zona Merah, Warga Banjarmasin Utara Wajib Siaga

BANJARMASIN - Masuk zona merah penyebaran COVID-19, Banjarmasin Utara membutuhkan…

Minggu, 05 April 2020 08:58

Diskon PDAM Tunggu Regulasi

BANJARMASIN - Meski wali kota telah menyatakan bakal ada pemotongan…

Minggu, 05 April 2020 08:44

Jika Ada Pasien Corona Meninggal, Lokasi Khusus Pemakaman Sudah Disediakan

MARTAPURA – Hingga kini sudah ada tiga pasien positif virus…

Sabtu, 04 April 2020 07:55

Wapres Minta Fatwa Haram Mudik ke MUI

JAKARTA – Di tengah kurva wabah Covid-19 yang terus menanjak,…

Sabtu, 04 April 2020 07:52

Mayoritas Terpapar di Luar, PDP Ulin 26 Meninggal Dunia

BANJARMASIN – Imbauan pemerintah agar tetap berada di rumah di…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers