MANAGED BY:
SABTU
04 APRIL
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | RADAR MUDA | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

BANUA

Senin, 17 Februari 2020 12:31
Jalani Masa Mencekam Selama 8 Hari; Masyarakat Banua, Terimalah Mereka
TERHARU TIBA DI BANUA: Para mahasiswa asal Kalsel yang kuliah di Wuhan, Provinsi Hubei, Cina saat tiba di Bandara Internasional Syamsudin Noor, kemarin. Setelah selama 14 hari menjalani masa observasi di Natuna, Kepulauan Riau (Kepri) bersama ratusan WNI lainnya yang dievakuasi Pemerintah Indonesia lantaran mewabahnya virus corona COVID-19 di Wuhan. | FOTO: SUTRISNO/RADAR BANJARMASIN

PROKAL.CO, BANJARBARU – Nadia Ramadannisa Saubari tampak memeluk erat ibunya, Noor Taibah yang datang menjemputnya. Dia tak kuasa menahan tangis haru saat tiba di terminal kedatangan Bandara Internasional Syamsudin Noor bersama enam temannya sesama alumni Natuna.

Ketujuh mahasiswa asal Kalsel yang kuliah di Wuhan, Provinsi Hubei, Cina itu akhirnya tiba di Banua sekitar pukul 12.45 Wita. Setelah selama 14 hari menjalani masa observasi di Natuna, Kepulauan Riau (Kepri) bersama ratusan WNI lainnya yang dievakuasi Pemerintah Indonesia lantaran mewabahnya virus corona COVID-19 di Wuhan.

Suasana haru sangat terasa ketika tujuh mahasiswa tersebut memasuki terminal kedatangan bandara bersama Wakil Gubernur Kalsel Rudy Resnawan. Mereka langsung menghampiri keluarganya masing-masing untuk meluapkan rasa rindu.

Noor Taibah mengaku bersyukur anaknya Nadia Ramadannisa Saubari dapat kembali, setelah terakhir kali pulang pada akhir 2018 lalu. "Iya, dia terakhir pulang saat libur kuliah akhir 2018 lalu. Jadi kami sangat khawatir saat virus corona mewabah di sana," katanya.

Wanita asal Tabalong ini tak kuasa menutupi rasa harunya, matanya berkaca-kaca saat memeluk anak pertamanya itu. "Saya tidak bisa berkata apa-apa, gak bisa bilang bagaimana perasaan kami setelah melihat anak kami bisa pulang," ujarnya.

Dia mengaku terus berdoa agar Nadia bisa lulus dari pemeriksaan, sebab masih ada beberapa mahasiswa asal Indonesia yang tertahan di Cina lantaran tidak lolos skrining. "Ada tiga temannya dari Lamongan (Jatim) masih di Cina karena tidak lulus skrining. Kami takut Nadia juga begitu, Alhamdulillah dia lolos dan dievakuasi ke Indonesia," katanya.

Rasa bahagia juga diutarakan Nadia, dia mengaku sangat rindu dengan keluarganya di Banua. "Kami ucapkan terima kasih kepada Presiden, Kemenkes, Kemenlu dan TNI yang sudah mengobservasi kami. Terimaksih juga untuk Pemprov Kalsel dan Pemkab Tabalong yang sudah menjemput kami di Jakarta," ucapnya.

Hal senada disampaikan alumni Natuna lainnya, Dhiki Purnama Abdi. Dia mengaku bersyukur bisa pulang ke Banua. "Kami berharap masyarakat tidak cemas dan khawatir dengan keadaan kami. Karena kami sudah melalui masa observasi selama 14 hari dan dinyatakan sehat," bebernya.

Dengan kepulangan mereka ke Banua, Dhiki menyampaikan untuk sementara waktu mereka mengikuti perkuliahan secara online. "Kami masih bisa mengikuti proses kuliah melalui online, sembari menunggu di Cina kondusif kembali," paparnya.

Menurutnya, sangat disayangkan jika mereka berhenti kuliah. Sebab, tinggal beberapa tahun lagi lulus. "Kami sudah semester 8, sayang kalau berhenti. Jadi, kalau di sana kondusif kami ingin kembali," ujarnya.

Dhiki sendiri satu kampus dengan Nadia, yakni di Hubei University of Science and Technology. Sedangkan, lima orang lainnya: Felisia Martha, Muhammad Lutfi Madani, Munika Candra Kartina, Risda Astuti dan Septria Niken Pratiwi kuliah di Hubei Polytechnic University.

Wakil Gubernur Kalsel Rudy Resnawan meminta supaya masyarakat menerima ketujuh alumni Natuna asal Banua tersebut dengan rasa suka cita. "Terima mereka seperti biasa, karena mereka sehat dan dinyatakan bebas dari virus corona," pintanya.

Bahkan menurutnya, tujuh mahasiswa itu sudah dinyatakan sehat dan bersih sejak berada di Cina. Hanya saja, protap yang mengatur mereka harus diobservasi dulu di Natuna.

Kepala Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Banjarmasin, Ruslan Fajar juga menegaskan bahwa para WNI yang sudah pulang dari Natuna dipastikan bebas dari virus corona.

“Saya tegaskan mereka itu sehat, sehat, sehat. Saya ulangi sampai tiga kali artinya mereka sama seperti kita. Jadi, masyarakat jangan khawatir,” tegasnya.

Pernyataan itu juga disampaikan Komandan Lanud Syamsuddin Noor Kolonel Penerbang M Taufiq Arasj. Dia memastikan tujuh mahasiswa asal Kalsel alumni Natuna tidak terinfeksi virus corona. "Jadi terima mereka, jangan sampai masyarakat menjauhi mereka," ucapnya.

Jalani Masa Mencekam Selama 8 Hari

Sementara itu, berada di Wuhan, Provinsi Hubei, Cina saat virus corona COVID-1 mewabah, nampaknya menjadi pengalaman yang tak terlupakan bagi tujuh alumni Natuna asal Kalsel yang dipulangkan ke Banua, kemarin.

Septri Niken, salah satu mahasiswi Hubei Polytechnic Univercity, mengaku menjalani masa mencekam selama 8 hari di Hubei. Dan tidak keluar asrama sejak virus corona atau virus Covid-19 mewabah.

“Beruntung setelah 8 hari virus mewabah kami dijemput pemerintah Indonesia dan dievakuasi ke Natuna,” ujar Niken.

Dia menyebut saat virus mewabah, dirinya sedang berada di asrama Kota Huangshi, Provinsi Hubei. Selama wabah itu Niken hanya beraktivitas di dalam asrama tanpa keluar gedung.

“Beruntung pihak kampus menyediakan persediaan makanan, sehingga kami tidak perlu keluar asrama. Selama di asrama saya banyak berdoa untuk keselamatan,” ujarnya.

Niken bersyukur saat pemerintah Indonesia melakukan evakuasi, dirinya lulus dari skrining dan diperbolehkan ikut diobservasi ke Natuna.

Sementara itu, selama di Natuna, mahasiswi lainnya, Nadia Ramadannisa Saubari menyampaikan bahwa mereka diminta untuk rutin ikut senam. "Senam dua kali sehari. Pagi dan sore," ucapnya.

Dia mengaku rindu dengan suasana di Natuna, sebab menurutnya di sana penuh dengan kekeluargaan. "Kami di sana selalu bersama saat makan, salat dan senam. Serta saling sharing. Jadi suasana kekeluargaan di sana sangat terasa," pungkasnya. (ris/ran/ema)


BACA JUGA

Sabtu, 04 April 2020 07:55

Wapres Minta Fatwa Haram Mudik ke MUI

JAKARTA – Di tengah kurva wabah Covid-19 yang terus menanjak,…

Sabtu, 04 April 2020 07:52

Mayoritas Terpapar di Luar, PDP Ulin 26 Meninggal Dunia

BANJARMASIN – Imbauan pemerintah agar tetap berada di rumah di…

Sabtu, 04 April 2020 07:50

PKK Kalsel Bagi Sembako dari Pintu ke Pintu

SUNGAI TABUK - Ketua TP PKK Provinsi Kalimantan Selatan Hj…

Sabtu, 04 April 2020 07:49

Tak Ada Lagi Terbang Malam, Maskapai Terima Demi Kemaslahatan Bersama

BANJARBARU - Bandara Internasional Syamsudin Noor, Jumat (3/3) kemarin akhirnya…

Sabtu, 04 April 2020 07:47

Bupati ini Serahkan Gaji Selama Wabah

PELAIHARI – Bupati Tanah Laut H Sukamta memberi teladan kepedulian…

Sabtu, 04 April 2020 07:39

Hiasi Gerbang Perlu Rp190 Juta

BANJARBARU - Ketika malam hari, pemandangan di tugu atau gerbang…

Sabtu, 04 April 2020 07:38

Siswa dan Orang Tua Belajar di Rumah Diperpanjang

BANJARBARU - Mengingat penyebaran Pandemi COVID-19 masih terus meningkat. Hingga…

Sabtu, 04 April 2020 07:33

ODP Diberi Bantuan Sembako

BATULICIN - Beberapa hari lalu, Dinas Sosial Tanbu menyalurkan bantuan…

Sabtu, 04 April 2020 07:32

Bupati Serahkan Bantuan Mobil Ambulans

BATULICIN - Bupati Tanah Bumbu H Sudian Noor menyerahkan bantuan…

Sabtu, 04 April 2020 07:31

Polres dan Pemda Semprotkan Disinfektan

BATULICIN - Polres Tanah Bumbu bekerja sama dengan Pemkab Tanbu…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers