MANAGED BY:
MINGGU
05 APRIL
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | RADAR MUDA | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

HUKUM & PERISTIWA

Selasa, 18 Februari 2020 12:09
Tengah Malam, Tiga Kepala Desa Digerebek di Kosan, Ternyata Lagi Nyedot Anu....
Ilustrasi

PROKAL.CO, KOTABARU - Tiga orang kepala desa duduk terpekur di kos mereka. Sekitar dua kilometer dari pusar kota. Anggota Sat Narkoba Kotabaru meluruk masuk. Itulah awal petaka.

Kisah ini berawal saat Jumat (31/1) malam, Kades Teluk Kemuning MS (inisial) dan Kades Tanjung Sungkai ZL, serta Kades Lontar Selatan SK dan staf Desa Baharu Utara RK bercengkerama di sebuah kos yang menjadi rumah transit di Kotabaru.

Mereka pun berbincang berbagai hal. Dari urusan satu ke urusan yang lain. Para kepala desa memang rata-rata punya rumah sewaan di pusat kota, memudahkan jika mereka harus nginap karena berbagai keperluan.

Tidak terasa waktu berlalu. Hari berganti. Tepat pukul 00.30, pintu kos digedor. Suara keras di luar menyebut mereka dari Polres Kotabaru.

Hal biasa bagi para kepala desa bertemu polisi. Namun malam-malam buta, apalagi dini hari, jarang sekali. Tambah pula, suara polisi di luar terdengar keras dan tegang.

Belum diketahui secara pasti siapa yang membuka pintu. Namun para polisi tidak lama di luar, pintu terbuka. Bentakan pun terdengar. Semua orang di dalam kos disuruh duduk.

Geledah cepat dilakukan. Ditemukan alat hisap sabu berikut bekas bungkus sabut di atas lemari.

Tidak lama, tes urine pun digelar. Semua digilir melepas air seni di dalam wadah plastik kecil. Satu-satu diperiksa.

Hasilnya, MS, ZL dan RK positif mengandung metamfetamin. Artinya diduga kuat pernah mengkonsumsi sabu. Tiga orang pun itu langsung digelandang ke Polres Kotabaru.

Dari orang-orang terdekat dan saksi mata yang meminta namanya dirahasiakan. Malam itu sebenarnya MS dan ZL tidak memakai sabu. "Gak tahu kalau sorenya ya. Tapi malam itu tidak ada," ujar salah satu saksi mata.

Lantas kenapa ada alat hisap sabu di sana? Dari beberapa keterangan yang dihimpun Radar Banjarmasin, alat itu diduga milik RK.

Bagaimana dengan MS dan ZL? Rekan-rekannya selisih pendapat. Ada yang mengatakan dua orang itu pernah pakai. Ada pula yang menjamin, utamanya MS bersih dari hal begituan.

MS sendiri dikenal cerdas. Tutur katanya teratur. Punya pengaruh kuat. Itu kenapa ia pun dipilih menjadi Ketua Apdesi.

Kasus ini lama, namun baru Senin (17/2) kemarin Kasat Narkoba Polres Kotabaru AKP Margono memberikan keterangan. Pada hari-hari sebelumnya, berkali-kali Radar Banjarmasin ke ruangannya, gagal bertemu Margono. Pesan singkat tidak dibalas, telepon tidak diangkat.

"Sibuk saya waktu itu," aku Margono.

Lantas ia pun menjelaskan kronologi versinya. Awalnya kata mantan Kapolsek Kelumpang Tengah itu, mereka mendapat laporan dari masyarakat. Ada pesta sabu di kos kepala desa.

Berbekal laporan, mereka pun menggerebek ke kos. Namun katanya, tidak ada yang hisap sabu saat mereka datang. Penasaran, penggeladahan pun dilakukan. Akhirnya mereka menemukan alat hisap sabu.

Tes urine dilakukan. Tiga orang positif mengandung metamfetamin. "Ya kalau pengakuan mereka gak makai itu hak mereka. Namun dua alat bukti sudah ada pada kami," bebernya.

Ke tiga orang yang positif itu katanya sudah ditahan sejak hari pertama. Sekarang sedang melengkapi berkas untuk dilimpahkan ke kejaksaaan.

Pengacara Tri Warman yang kebetulan hadir di Polres kemarin, mengomentari kasus itu. "Keterangan bisa saja berbeda. Itu wajar. Di pengadilan nanti dibuktikan apakah bersalah atau tidak," ujarnya.

Sekadar diketahui, metamfetamin dari berbagai informasi ahli, disebutkan baru akan hilang sepenuhnya dari tubuh selama satu minggu. Ganja dua minggu baru hilang. Sementara heroin, perlu waktu tiga minggu agar zatnya tidak terdeteksi saat tes urine.

Sudah bukan rahasia umum jika kepala desa di Kotabaru memang dikenal suka hiburan malam. Radar Banjarmasin beberapa kali menemukan kepala desa karaoke di Kartika. Tidak jarang karaoke itu ditemani dengan miras dan perempuan muda.

Dari mana mereka mendapat uang? Beberapa kepala desa memang juga pengusaha. Punya kebun banyak atau usaha lainnya.(zal/ran/ema)


BACA JUGA

Jumat, 31 Januari 2020 11:41

Ditetapkan Jadi Tersangka Kasus Asusila, Mantan Ketua KPU Banjarmasin Digelandang Aparat

BANJARBARU - Gusti Makmur memenuhi panggilan penyidik Polres Banjarbaru, kemarin…

Jumat, 31 Januari 2020 11:27

Sengketa Warga Antar Baru vs PT Barito Putera Plantation: Warga Serahkan Bukti Kepemilikan

MARABAHAN - Lama tidak terdengar, mediasi sengketa lahan sawit antara…

Jumat, 31 Januari 2020 11:11

Timbun Solar, Samsul dan Syamsuddin Digrebek

BANJARMASIN - Kepolisian Polsek Banjarmasin Utara menggerebek dua rumah di…

Jumat, 31 Januari 2020 11:03

Mabuk Bawa Sajam, Buronan Apes

BANJARMASIN – Jadi buronan selama dua pekan, Taufik Rahman alias…

Jumat, 31 Januari 2020 10:36

Sabirin Terjebak Polisi Menyamar

AMUNTAI - Nasib sial dialami Sabirin (28), warga Desa Harus…

Jumat, 31 Januari 2020 10:34

Korban Berteriak, Anto pun Panik, Dengan Mudah Ia Dikepung Warga

MARABAHAN - Sial masih jauh dari Armina. Warga Desa Sinar…

Jumat, 31 Januari 2020 10:31

Disergap, Pengedar Sabu Tak Berkutik

MARABAHAN - Pengedar narkoba sedikit demi sedikit digulung Sat Res…

Kamis, 30 Januari 2020 11:48

Susahnya Memberantas Indekos Mesum di Kota Idaman: Paket Murah, Sukar Terjamah, Remaja Lajang Tak Bisa Dipidana

Indekos. Bagi mahasiswa, ruang kecil berjuta cerita. Dari mengerjakan tugas,…

Kamis, 30 Januari 2020 10:56

Pengendara Panik ada Razia di Kayutangi, 62 Pemotor Ditilang

BANJARMASIN - Pengendara yang melintasi Jalan Hasan Basry mendadak panik…

Kamis, 30 Januari 2020 10:49

Dua di Jalan, Satu di Toilet; Budak Sabu Barabai Tak Berkutik Diringkus

BARABAI - Ada-ada saja ulah FP (20). Pemuda asal Desa…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers