MANAGED BY:
SELASA
31 MARET
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | RADAR MUDA | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

HUKUM & PERISTIWA

Kamis, 20 Februari 2020 09:58
Tanah Belum Dibayar, Warga Tutup Jalan di Lokasi Proyek Bendungan Tapin
DITUTUP: Beberapa pengendara yang lewat jalan baru harus melewati samping, agar bisa lewat jalan yang ditutup. | Foto: Gunawan For Radar Banjarmasin.

PROKAL.CO, RANTAU - Meski pembangunan Bendungan Tapin yang masuk proyek strategis nasional (PSN) sudah mencapai 95 persen. Ternyata, masih menyisakan sedikit masalah. Ada 11 masyarakat yang mengklaim tanahnya masih belum diukur.

Atas dasar ini mereka sepakat untuk menutup jalan. Penutupan sendiri berlangsung sejak tanggal Minggu 15 Februari tadi sampai sekarang. Jalur itu berada tepat di RT 4 Desa Pipitak Jaya Kecamatan Piani. Ranting-ranting pohon dibentangkan, agar tidak bisa dilewati.

Polsek Piani pun langsung merespons, Selasa (18/2) mengadakan pertemuan. Dihadiri masyarakat yang mengklaim, Kepala Desa Pipitak Jaya dan Kepala Desa Harakit, Ketua Dewan Adat Dayak (DAD) Tapin, Karliansyah dan perwakilan dari Balai Wilayah Sungai.

Namun, dalam pertemuan ini, puluhan masyarakat kecewa. Karena, masih ada pihak terkait yang belum bisa hadir. Alhasil tidak ada kesepakatan yang dibuat atau buntu.

"Seharusnya pihak terkait seperti Badan Pertanahan bisa hadir," ucap Isul, salah seorang warga, yang merasa tanahnya masih belum diukur.

Dijelaskan Isul, pihaknya hanya minta kejelasan apakah tanah mereka sudah terukur atau belum. Apalagi di sana sudah dibuat jalan.

"Kita sudah berusaha untuk ke BPN, untuk melihta peta. Tapi tidak diberikan," ucapnya.

Upaya lain pun akan ditempuh pihaknya. Dengan cara menyewa pengacara, supaya bisa membantu segenap permasalahan yang ada

"Rencana setelah pertemuan ini. Kami berunding dahulu dengan pengacara. Apakah lanjut ke jalur hukum atau tidak," paparnya.

Terkait dengan penutupan jalan. Memang sudah menjadi kesepakatan mereka untuk menutup. Hingga segenap aspirasi yang disampaikan selesai.

"Namun, masyarakat yang berada diatas masih bisa lewat jalan yang lama," tuturnya.

Tina, salah satu warga lainnya menambahkan, ia heran sebelah kiri dan kanan tanah milik warga lain sudah dibayar. Tapi, kenapa tanahnya masih belum dibayar.

"Jadi saya mempertanyakan ini. Bagaimana kejelasannya," ucapnya seraya berkata tanahnya yang belum dibayar sekitar tiga hektare.

Sementara Ketua Dewan Adat Dayak (DAD) Tapin, Karliansyah, menyambut baik dan menghargai upaya yang dilakukan oleh warganya. Kalau memang benar, ia siap mengawal sampai tuntas.

"Lagipula kita ingin masyarakat sukses, dalam artian yang menjadi hak-hak dalam pengerjaan proyek ini bisa terpenuhi" jelasnya.

Karli sapaannya mengakui, permasalahan seperti ini tidak bisa dianggap remeh. Perlu kehadiran pihak-pihak terkait, supaya apa yang menjadi keluhan masyarakat bisa diselesaikan dengan baik.

"Semoga dalam pertemuan selanjutnya bisa hadir semuanya," katanya.

Mengenai penutupan jalan. Sebenarnya Karliansyah menyayangkan hal itu terjadi. Alasannya jalan itu merupakan akses yang mudah dilewati warga Desa lainnya untuk ke pusat kota Rantau.

"Tetapi, keputusannya tergantung kepada mereka, saya tidak bisa memerintahkan untuk membuka," ucapnya.

Kepada Desa Pipitak Jaya, Sugianor mengungkapkan dari 11 orang yang mengklaim. Hanya satu orang yang sudah koordinasi dengannya, yakni atas nama Tina.

"Namun, masalah ini akan kita coba koordinasikan dengan Badan Wilayah Sungai (BWS) di Banjarmasin. Untuk bisa ditindaklanjuti," bebernya. (dly/ema)


BACA JUGA

Jumat, 31 Januari 2020 11:41

Ditetapkan Jadi Tersangka Kasus Asusila, Mantan Ketua KPU Banjarmasin Digelandang Aparat

BANJARBARU - Gusti Makmur memenuhi panggilan penyidik Polres Banjarbaru, kemarin…

Jumat, 31 Januari 2020 11:27

Sengketa Warga Antar Baru vs PT Barito Putera Plantation: Warga Serahkan Bukti Kepemilikan

MARABAHAN - Lama tidak terdengar, mediasi sengketa lahan sawit antara…

Jumat, 31 Januari 2020 11:11

Timbun Solar, Samsul dan Syamsuddin Digrebek

BANJARMASIN - Kepolisian Polsek Banjarmasin Utara menggerebek dua rumah di…

Jumat, 31 Januari 2020 11:03

Mabuk Bawa Sajam, Buronan Apes

BANJARMASIN – Jadi buronan selama dua pekan, Taufik Rahman alias…

Jumat, 31 Januari 2020 10:36

Sabirin Terjebak Polisi Menyamar

AMUNTAI - Nasib sial dialami Sabirin (28), warga Desa Harus…

Jumat, 31 Januari 2020 10:34

Korban Berteriak, Anto pun Panik, Dengan Mudah Ia Dikepung Warga

MARABAHAN - Sial masih jauh dari Armina. Warga Desa Sinar…

Jumat, 31 Januari 2020 10:31

Disergap, Pengedar Sabu Tak Berkutik

MARABAHAN - Pengedar narkoba sedikit demi sedikit digulung Sat Res…

Kamis, 30 Januari 2020 11:48

Susahnya Memberantas Indekos Mesum di Kota Idaman: Paket Murah, Sukar Terjamah, Remaja Lajang Tak Bisa Dipidana

Indekos. Bagi mahasiswa, ruang kecil berjuta cerita. Dari mengerjakan tugas,…

Kamis, 30 Januari 2020 10:56

Pengendara Panik ada Razia di Kayutangi, 62 Pemotor Ditilang

BANJARMASIN - Pengendara yang melintasi Jalan Hasan Basry mendadak panik…

Kamis, 30 Januari 2020 10:49

Dua di Jalan, Satu di Toilet; Budak Sabu Barabai Tak Berkutik Diringkus

BARABAI - Ada-ada saja ulah FP (20). Pemuda asal Desa…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers