MANAGED BY:
SABTU
04 APRIL
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | RADAR MUDA | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

BANUA

Kamis, 20 Februari 2020 10:42
PDIP Sudah Umumkan Bakal Calon Kepala Daerah yang Diusung, Tapi Tak Ada Nama Calon Gubernur Kalsel

Golkar Optimistis PDIP Tetap Usung Sahbirin Noor

UMUMKAN CALON: Suasana pengumuman calon kepala daerah di Kantor PDI Perjuangan, Jalan Diponegoro, Jakarta Pusat kemarin (19/2). Tiga pasang calon kepala daerah di Kalsel telah ditentukan. | FOTO: PDIP FOR RADAR BANJARMASIN

PROKAL.CO, BANJARMASIN – DPP PDI Perjuangan mengumumkan bakal calon kepala daerah usungan mereka yang berlaga di Pilkada tahun ini. Ada sebanyak 50 pasangan yang diumumkan secara resmi kemarin. Dari daftar nama itu, tak ada nama bakal calon Gubernur dan Wakil Gubernur Kalsel.

Dari 50 pasangan tersebut, hanya ada tiga pasangan dari Kalsel. Dia adalah pasangan Syafruddin H. Maming-Andi Rudi Latif yang berlaga di Pemilihan Bupati (Pilbup) Tanah Bumbu. Selain itu ada nama Aditya Mufti Ariffin-Ahmad Rifani Iwansyah yang berlaga di Pemilihan Wali Kota Banjarbaru dan Zairullah Azhar-Zulkipli yang berlaga di Pilbup Kotabaru.

Ketua Harian DPD Golkar Kalsel, Supian HK mengaku tak terkejut PDIP belum mengumumkan bakal calon Gubernur Kalsel. Menurutnya, hal tersebut adalah hal biasa dalam politik. Dia yakin PDIP tetap akan berkoalisi dengan Partai Golkar mengusung Sahbirin Noor pada Pilgub tahun ini.

PDIP sendiri pernah satu koalisi bersama Golkar pada Pilgub 2015 lalu. Dua partai ini bersama PPP, Hanura, PKS dan PAN mengusung Sahbirin Noor-Rudy Resnawan.

DPP Golkar sendiri sebutnya, hingga saat ini belum menetapkan pasangan bakal calon. Meski demikian, nama-nama pasangan bakal calon yang melamar ke DPD Golkar Kalsel lalu sudah dikirim ke DPP pada 7 Februari lalu. “Saat ini masih dilakukan survei dari DPP. Kami perkirakan pada bulan Maret mendatang sudah ada namanya,” katanya.

Sekretaris DPD PDIP Kalsel, M Syaripuddin mengungkapkan, pengumuman kemarin adalah periode pertama. Sisanya, akan diumumkan kembali pada 19 dan 23 Maret mendatang.

Di sisi lain, pengamat politik ULM, Gazali Rahman berpendapat, belum diumumkannya bakal calon di daerah lain, termasuk bakal calon gubernur, menandakan masih ada yang belum selesai antar partai politik. Menurutnya, posisi bakal calon gubernur dan pasangannya menjadi ujung tombak menentukan bakal calon pada pilbup maupun pilwali. “Politik itu kan negosiasi. Artinya negosiasi belum tuntas. Kalau tuntas pasti diumumkan,” ujar Gazali.

Bagi petahana, memilih wakil tentu harus melalui kajian sangat matang. Meski tak lagi berlaga lima tahun mendatang namun, keberhasilan selama menjabat akan menjadi tolak ukur sang pemimpin. Belum lagi, jika Sahbirin ingin berlaga di kancah nasional. Tentu dia memerlukan wakil yang bisa membantunya maksimal.

“Peluang Sahbirin untuk masuk panggung politik nasional sangat terbuka. Namun, tolok ukurnya adalah keberhasilannya saat memimpin Kalsel. Makanya perlu orang tepat yang mendampinginya,” ujar Gazali.

Dosen FISIP ULM ini memprediksi, meski belum menetapkan pasangan bakal calon gubernur, PDIP tetap akan berkoalisi dengan Partai Golkar mengusung Sahbirin. “Saat ini dua parpol ini sangat mesra. Tak hanya di nasional, juga di Kalsel,” tandasnya.

Sementara itu, - Suhu politik di Bumi Saijaan menghangat menyusul keluarnya rekom PDI Perjuangan terkait pasangan Cabup dan Cawabup mereka di Kotabaru. Diusungnya Zairullah Azhar dan Zulkipli AR secara tidak langsung menambah amunisi PDI Perjuangan di Kotabaru.

"Ya sementara PDI Perjuangan dengan PKB dan Gerindra. Cuma PKB dan Gerindra masih rekom tingkat daerah," ujar Zulkpili kepada Radar Banjarmasin, Rabu (19/2) kemarin. Zulkipli optimis, bisa meraih hasil maksimal di Pilkada Kotabaru. Gambarannya, PDI Perjuangan tujuh kursi, PKB empat kursi, dan Gerindra 2 kursi.

"Kami pun masih membuka peluang Parpol lain untuk bergabung. Karena ada beberapa pengurus Parpol lain mengatakan, mereka tunggu dulu rekom PDI Perjuangan baru mereka tentukan sikap," akunya.

Ketua DPC Gerindra Kotabaru Nur Aini Syahran membenarkan, mereka di daerah merekomendasikan pasangan Zairullah dan Zulkipli. "Tinggal tunggu rekom dari pusat. Usulan sudah masuk," ujar pria yang akrab disapa Amang Noy itu.

Sementara itu, petahana Sayed Jafar masih optimis Golkar akan mengusung dirinya di Kotabaru. Mengenai PDI Perjuangan yang membentuk poros sendiri, ia menanggapi biasa. "Kita pun masih dengan koalisi yang sama," ujarnya. Sayed Jafar sendiri sudah mendaftar ke banyak Parpol, di antaranya PPP dan PAN.

Sementara itu di lapangan merebak isu, Sayed Jafar akan berpasangan dengan Bupati Tanah Bumbu Sudian Noor. Orang dekat Sayed Jafar, Guru Udin belum lama tadi mengatakan, akan maksimal jika nanti Sayed Jafar berpasangan dengan Sudian Noor.

Baliho Sudian Noor sendiri sudah banyak tersebar di Kotabaru. Orang dekatnya di Kotabaru, Subhan mengaku, banyak masyarakat di Kotabaru yang menginginkan Sudian mengabdi di tanah kelahirannya.

Terkait itu Sayed Jafar mengatakan, dalam politik semua bisa terjadi. "Tidak menutup kemungkinan, itu bisa terjadi. Kita tunggu saja keputusan partai," ujarnya.

Melihat peta yang mulai terbentuk, beberapa kalangan memprediksi Pilkada Kotabaru akan berjalan seru. Diperkirakan, pasangan Cabup dari jalur Parpol hanya ada dua kubu. Poros PDI Perjuangan dan poros Golkar.

Dua Parpol ini memang memainkan peran maksimal. PDI Perjuangan merupakan pemenang Pemilu 2019 di Kotabaru. Sementara Golkar adalah Parpol-nya petahana Sayed Jafar.

Bagaimana dengan jalur perseorangan?

Ada dua pasangan perseorangan yang rencana maju ke Pilkada 2020. Pun begitu, yang terlihat serius adalah pasangan Burhanudin - Bahrudin, sementara pasangan Yandi Kamitono - Agusaputra Wiranto terkesan adem ayem.

Kepada Radar Banjarmasin, Selasa (17/2) kemarin, Ketua KPU Kotabaru Zainal Abidin mengatakan, ke dua pasangan sudah jauh hari mendaftar Silon. Namun hingga kemarin, baru pasangan Burhanudin - Bahrudin yang mencicil dukungan KTP. "Pak Burhanudin tadi ini ada sekitar 14 ribuan dukungan yang masuk. Kalau Pak Yandi masih nol," ujarnya.

Pasangan itu perlu minimal 22.314 dukungan valid. Mulai dari KTP hingga surat pernyataan pendukungnya. Dan harus tersebar minimal di sebelas kecamatan. Kotabaru total ada 21 kecamatan.

Batas masuk berkas pada tanggal 23 Februari. Semua data kata Zainal akan mereka periksa ke lapangan. Jika ada satu dukungan bermasalah atau tidak valid, maka calon harus menyediakan dua pengganti.

Kepada Radar Banjarmasin, Burhanudin mengaku sudah ada 21 ribu dukungan. Sisanya akan disetor paling lambat tanggal 20 Februari. "Minimal kita siapkan 25 ribu dukungan," ujarnya.

Sementara itu, pasangan Aditya Mufti Ariffin dan AR Iwansyah akhirnya bisa lega. Kemarin (19/2), pasangan penantan petahana ini mendapatkan SK rekomendasi usungan PDI Perjuangan.
Aditya mengaku sangat bersyukur atas terbitnya pengumunan tersebut. PDIp sendiri memiliki 3 kursi di dewan. Ditambah dengan 4 kursi PPP, dua parpol ini sudah cukup untuk mengusung calon.

Aditya mengungkapkan kabar ini menjadi penyemangat bagi pasangannya. "Ini menjadi penyemangat bagi kami. Insya Allah kami dan PDIP akan saling berkolaborasi. Terutama dalam bersama-sama mewujudkan Kota Banjarbaru yang maju, agamis dan sejahtera," pungkasnya.

Meski sudah ada tiga Parpol yang blak-blakan menunjukkan sikap. Namun, parpol lainnya masih diam. Gerinda (6 kursi), Golkar (5 kursi), PKB (3 kursi), PAN (2 kursi), PKS (2 kursi) dan yang terakhir adalah Demokrat (1 kursi) masih menunggu instruksi dari pusat atau DPP mereka.

Radar Banjarmasin mencoba menghubungi pasangan petahana atas kabar ini. Namun, Nadjmi Adhani masih melaksanakan ibadah umrah di tanah suci Mekkah. Sementara, Darmawan Jaya Setiawan yang merupakan pasangannya tak merespons konfirmasi yang dilakukan wartawan. Hingga Rabu (19/2) petang, Jaya masih tak menanggapi pertanyaan wartawan.

Sebagai informasi, pasangan Penantang juga termasuk yang melamar ke DPC Perjuangan. Selain Nadjmi-Jaya, kandidat bakal calon Walikota, Edy Syaifuddin juga melamar di PDI Perjuangan. (mof/zal/rvn/ran/ema) 


BACA JUGA

Sabtu, 04 April 2020 07:55

Wapres Minta Fatwa Haram Mudik ke MUI

JAKARTA – Di tengah kurva wabah Covid-19 yang terus menanjak,…

Sabtu, 04 April 2020 07:52

Mayoritas Terpapar di Luar, PDP Ulin 26 Meninggal Dunia

BANJARMASIN – Imbauan pemerintah agar tetap berada di rumah di…

Sabtu, 04 April 2020 07:50

PKK Kalsel Bagi Sembako dari Pintu ke Pintu

SUNGAI TABUK - Ketua TP PKK Provinsi Kalimantan Selatan Hj…

Sabtu, 04 April 2020 07:49

Tak Ada Lagi Terbang Malam, Maskapai Terima Demi Kemaslahatan Bersama

BANJARBARU - Bandara Internasional Syamsudin Noor, Jumat (3/3) kemarin akhirnya…

Sabtu, 04 April 2020 07:47

Bupati ini Serahkan Gaji Selama Wabah

PELAIHARI – Bupati Tanah Laut H Sukamta memberi teladan kepedulian…

Sabtu, 04 April 2020 07:39

Hiasi Gerbang Perlu Rp190 Juta

BANJARBARU - Ketika malam hari, pemandangan di tugu atau gerbang…

Sabtu, 04 April 2020 07:38

Siswa dan Orang Tua Belajar di Rumah Diperpanjang

BANJARBARU - Mengingat penyebaran Pandemi COVID-19 masih terus meningkat. Hingga…

Sabtu, 04 April 2020 07:33

ODP Diberi Bantuan Sembako

BATULICIN - Beberapa hari lalu, Dinas Sosial Tanbu menyalurkan bantuan…

Sabtu, 04 April 2020 07:32

Bupati Serahkan Bantuan Mobil Ambulans

BATULICIN - Bupati Tanah Bumbu H Sudian Noor menyerahkan bantuan…

Sabtu, 04 April 2020 07:31

Polres dan Pemda Semprotkan Disinfektan

BATULICIN - Polres Tanah Bumbu bekerja sama dengan Pemkab Tanbu…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers