MANAGED BY:
SABTU
04 APRIL
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | RADAR MUDA | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

HUKUM & PERISTIWA

Kamis, 20 Februari 2020 13:19
Di Balik Kehidupan Malam Para Kepala Desa, Ladies: Apa Ada Kades Karaoke..?

PROKAL.CO, Tiga kepala desa yang digerebek sedang nyabu di Kotabaru mengungkap realita di balik kehidupan para pemimpin desa. Benarkah mereka memiliki gaya hidup yang hedonis?

---

Di Kotabaru, sudah bukan rahasia lagi jika beberapa kepala desa dikenal suka hiburan malam. Mereka biasanya dugem dengan rombongan sesama kepala desa juga.

Radar Banjarmasin bahkan pernah menemui beberapa kepala desa di Kartika, tempat karaoke yang berjarak sekitar tiga kilometer dari pusat kota. Di sana selain duduk ditemani miras, juga nongkrong bersama perempuan muda pemandu lagu. Miras-miras didatangkan dari penjual lokal. Juga pemandu lagu.

Sudah bukan rahasia, nama beberapa kepala desa begitu terkenal di kalangan gadis pemandu lagu karaoke. "Ladies-ladies (sebutan pemandu lagu) biasa minta tanya ke saya apakah ada kepala desa yang karaoke. Kalau ada, ladies pun meminta ia dipanggil ke ruangan," ujar seorang warga Kotabaru yang punya banyak relasi pemandu lagu.

Dari mana uang para kepala desa? Salah satu dari mereka mengatakan, ia punya usaha. Mulai dari kebun, usaha kelautan, hingga usaha dengan pihak ke tiga (perusahaan besar). Beberapa kepala desa yang suka hiburan itu memang bukan tokoh yang disegani. Mereka biasa berangkat dari kalangan lumayan berpunya, ikut pemilihan dan menang.

Bahkan di salah satu desa, masyarakatnya tahu persis jika kades mereka suka hiburan malam dan main perempuan. Namun di Kotabaru secara umum, kepala desa bukan jabatan yang dihormati.

"Beda sama di Pulau Jawa. Di kampung saya, Kades itu dihormati. Kalau pemilihan itu ramainya kayak Pilkada di sini," ujar mantan Kades Sebatung Awaludin yang sekarang menjabat sebagai anggota DPRD Kotabaru.

Banyaknya kepala desa menggunakan sabu, menurut Acong (bukan nama sebenarnya) adalah hal yang sudah bukan rahasia lagi. Mantan kepala desa di Batola ini mengatakan ia pernah terjerumus narkoba jenis sabu ini. "Pertama mencoba, lama-lama jadi rutinitas," ujarnya.

Acong mengatakan tugas sebagai kepala desa membuat dirinya bergaul dengan banyak orang, dari ustadz hingga preman. Anak-anak muda yang biasa mengonsumsi ini akhirnya menawarkan barang itu kepadanya.

Selain itu, ada lagi satu faktor yang membuatnya terjerumus. Apa itu? "Ya karena banyak dan mudahnya uang yang didapat selama menjabat sebagai Kepala Desa," gelaknya.

Meski demikian, Acong menepis anggapan bahwa dia mengkorupsi dana desa. Saat dirinya menjabat kepala desa, sekitar tahun 2014, uang dana desa hanya sekitar 100 juta. Acong mendapatkan uang dari berbagai urusan yang di minta warga. "Kada ada yang bikin surat miskin, surat masih bujangan, dan lainnya, yang biasanya memberi uang," ceritanya.

Acong menambahkan, sebagai seorang Kades, ada tiga hal yang selalu menyelimutinya. Yaitu, harta, tahta, dan wanita. Semua itu hampir dimiliki seorang Kades. Uang yang dapat dikatakan dari hasil yang tidak jelas, digunakan untuk hala yang tidak benar. Seperti mabuk dan main wanita. "Prinsip saya dulu, uang tidak jelas untuk senang-senang. Sedangkan untuk keluarga uang gaji semata," ujarnya.

PAPDESI Kalsel Mengaku Prihatin

Ketua Persatuan Aparatur Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (PAPDESI) Kalsel Rakhamtullah mengatakan prihatin dengan kasus kepala desa ditemukan nyabu. Kasus penangkapan kepala desa ini, diakui Rakhmatullah cukup menampar wajah PAPDESI Kalsel, pecahan APDESI yang baru terbentuk di Kalsel sejak tahun 2017 lalu.

“PAPDESI Kalsel akan segera menggelar rapat di Banjarmasin. Kami akan berkoordinasi dengan seluruh pengurus PAPDESI di Kalsel untuk menentukan sikap terkait kasus ini,” jelasnya.

Di Kalsel, sebut Rakhmatullah, jumlah kepala desa sekitar 1827 orang. Dari jumlah itu, katanya kepala desa yang terjerat masalah hukum, hampir tidak ada. Bahkan di Kabupaten Tanah Bumbu, tidak ada kepala desa yang pernah tersangkut kasus narkotika.

“Makanya saya kaget begitu mendengar ada kepala desa di Kabupaten Kotabaru tertangkap karena menggunakan sabu, apalagi jumlahnya sampai 3 orang,” sesalnya. 

Dia sangat menyayangkan, kepala desa sebagai pemimpin desa harusnya memberikan contoh yang baik kepada masyarakat, bukan sebaliknya.

Karena itu, ujar Rakhmatullah, dalam rangka mengantisipasi agar kejadian serupa tidak terjadi lagi, PAPDESI Kalsel akan melakukan kerja sama dengan pihak kepolisian dan badan narkotika kabupaten dan provinsi untuk melakukan pembekalan terhadap seluruh kepala desa di kalsel tentang bahaya narkoba.

“PAPDESI ini bukan hanya kepala desa saja, tapi perangkat desa juga masuk ke dalamnya. Sejak PAPDESI terbentuk memang belum ada melaksanakan kegiatan ini. Makanya dengan adanya kasus ini muncul keinginan kami untuk melaksanakan pembekalan ini,” pungkasnya. (zal/bar/kry/ay/ran)


BACA JUGA

Jumat, 31 Januari 2020 11:41

Ditetapkan Jadi Tersangka Kasus Asusila, Mantan Ketua KPU Banjarmasin Digelandang Aparat

BANJARBARU - Gusti Makmur memenuhi panggilan penyidik Polres Banjarbaru, kemarin…

Jumat, 31 Januari 2020 11:27

Sengketa Warga Antar Baru vs PT Barito Putera Plantation: Warga Serahkan Bukti Kepemilikan

MARABAHAN - Lama tidak terdengar, mediasi sengketa lahan sawit antara…

Jumat, 31 Januari 2020 11:11

Timbun Solar, Samsul dan Syamsuddin Digrebek

BANJARMASIN - Kepolisian Polsek Banjarmasin Utara menggerebek dua rumah di…

Jumat, 31 Januari 2020 11:03

Mabuk Bawa Sajam, Buronan Apes

BANJARMASIN – Jadi buronan selama dua pekan, Taufik Rahman alias…

Jumat, 31 Januari 2020 10:36

Sabirin Terjebak Polisi Menyamar

AMUNTAI - Nasib sial dialami Sabirin (28), warga Desa Harus…

Jumat, 31 Januari 2020 10:34

Korban Berteriak, Anto pun Panik, Dengan Mudah Ia Dikepung Warga

MARABAHAN - Sial masih jauh dari Armina. Warga Desa Sinar…

Jumat, 31 Januari 2020 10:31

Disergap, Pengedar Sabu Tak Berkutik

MARABAHAN - Pengedar narkoba sedikit demi sedikit digulung Sat Res…

Kamis, 30 Januari 2020 11:48

Susahnya Memberantas Indekos Mesum di Kota Idaman: Paket Murah, Sukar Terjamah, Remaja Lajang Tak Bisa Dipidana

Indekos. Bagi mahasiswa, ruang kecil berjuta cerita. Dari mengerjakan tugas,…

Kamis, 30 Januari 2020 10:56

Pengendara Panik ada Razia di Kayutangi, 62 Pemotor Ditilang

BANJARMASIN - Pengendara yang melintasi Jalan Hasan Basry mendadak panik…

Kamis, 30 Januari 2020 10:49

Dua di Jalan, Satu di Toilet; Budak Sabu Barabai Tak Berkutik Diringkus

BARABAI - Ada-ada saja ulah FP (20). Pemuda asal Desa…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers