MANAGED BY:
SABTU
28 MARET
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | RADAR MUDA | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

BANUA

Jumat, 21 Februari 2020 11:52
Duel Parpol di Kotabaru
Zairullah Azhar (peci putih), salah satu nama bakal calon Bupati Kotabaru

PROKAL.CO, KOTABARU - Prediksi pemilihan kepala daerah di Bumi Saijaan akan berlangsung sengit. Tanda-tandanya mulai terlihat. Diperkirakan dukungan Parpol akan mengerucut hanya ke dua pasangan.

Dari jalur Parpol hanya ada empat nama yang sekarang berkibar. Sayed Jafar, Sudian Noor, Zairullah Azhar dan Zulkipli AR. Dua nama terakhir sudah mendapat dukungan dari PDI Perjuangan sebanyak 7 kursi. Dan akan disusul dukungan PKB empat kursi dan Gerindra dua kursi.

Sementara Sayed Jafar dan Sudian Noor santer dikabarkan akan maju berpasangan. Dengan perkiraan dukungan Golkar lima kursi, PPP, PAN tiga kursi dan PKS dua kursi.

Sudian Noor merupakan Ketua DPD PAN Tanbu. Pada Pemilu 2019 lalu, PAN Tanbu hanya mendapat 2 kursi di DPRD Tanbu. Artinya, untuk bisa mengusung Bacabup Tanbu, PAN harus melakukan koalisi dengan partai lain. Syarat minimal harus 7 kursi.

Hingga kemarin, baru PDIP yang resmi mengusung jagonya. Sementara Gerindra (6 kursi), Golkar (6 kursi) dan PKB (5 kursi), belum menetapkan calon. Andai PAN dapat berkoalisi dengan salah satu dari tiga partai tersebut, dapat dipastikan Sudian Noor akan memiliki perahu untuk bertarung di Pilkada 2020. Jika tidak, maka dipastikan H Sudian Noor akan menjadi calon petahana yang gagal maju kembali.

Mungkin karena sudah mengetahui peta ini, Sudian Noor sudah mengirim sinyal maju di kabupaten tetangga. Beberapa waktu lalu, dia blusukan ke Kabupaten Kotabaru. Menurut Sudian Noor kegiatan tersebut untuk melihat sejauh mana respon masyarakat terhadapnya.

Kepada Radar Banjarmasin, Sudian Noor mengatakan dia kemungkinan memilih mencalonkan diri di Kotabaru karena tempat kelahirannya. "Keluarga dan para sahabat saya di sana. Memang, di akhir tahun 2019 tadi, mereka meminta saya untuk mengabdi di Kotabaru," ujar Bupati Tanah Bumbu ini.

Untuk itu ia pun sudah menjalin komunikasi ke beberapa petinggi Parpol. "Termasuk Bupati Sayed Jafar selaku Ketua Partai Golkar."

Terkait isu dirinya akan berpasangan dengan Sayed Jafar, Ketua DPC PAN Tanah Bumbu itu menegaskan, dengan siapa pun tidak masalah. "Sayed Jafar saya pikir adalah orang hebat. Dia visioner dan fokus," tandasnya.

Hal senada juga disampaikan Sayed Jafar sehari sebelumnya. Dalam politik katanya, semua bisa terjadi. "Tidak menutup kemungkinan, itu bisa terjadi. Kita tunggu saja keputusan partai," ujarnya.

Dalam keterangan selanjutnya, Sayed Jafar juga terlihat menggambarkan potensi mengerucutnya dukungan Parpol. "Kita pun masih dengan koalisi yang sama," ujarnya menanggapi poros PDI Perjuangan yang terbentuk untuk Zairullah Azhar dan Zulkipli AR.

Pengerucutan itu juga diperkuat dengan sikap Perindo. Walau hanya satu kursi, Parpol ini terkesan tidak ingin jadi penonton. "Malam ini kami rapat di tingkat daerah," ujar anggota DPRD Kotabaru dari Perindo, Rabbiansyah akrab disapa Roby.

Sementara dari jalur perseorangan, sudah ada dua pasangan yang mendapatkan ID Silon di KPU Kotabaru. Pasangan Burhanudin dan Bahrudin, serta pasangan Yandi Kamitono dan Agusaputra Wiranto.

Namun hingga Kamis (20/2) kemarin belum ada satu pun pasangan perseorangan itu yang tuntas menyerahkan data pendukung ke KPU. Padahal batas akhir tanggal 23 Februari nanti.

Burhanudin kepada Radar Banjarmasin mengatakan mereka belum selesai rekap per desa. "Besok habis Jumat (hari ini) kami ke KPU," ujarnya.

Burhan perlu perlu minimal 22.314 dukungan valid. Mulai dari KTP hingga surat pernyataan pendukungnya. Dan harus tersebar minimal di sebelas kecamatan. Kotabaru total ada 21 kecamatan.Sementara pasangan Yandi hingga sekarang belum ada kabarnya.

Beberapa tokoh politik senior mengatakan, di Kotabaru uang memegang peranan vital memenangkan Pemilu. "Sekitar 70 persen pemilih di Kotabaru itu transaksional," ujar politikus yang enggan namanya disebut.

Namun dalam penelusuran Radar Banjarmasin di lapangan, uang memang menjadi tolak ukur pemilih. "Siapa yang kasih uang itu sudah yang kupilih," ujar Rapi warga Teluk Temiang Kecamatan Pulau Laut Tanjung Selayar.

Bahkan hal itu diungkapkan oleh seorang kader Parpol. "Biar Ketua dukung siapa gitu, kalau aku gak dapat apa-apa untuk apa dukung. Biarin aja," ujarnya.

Bahkan, beberapa tokoh masyarakat pun beberapa orang pernah meminta kepada wartawan untuk mengenalkan komunitas mereka kepada para kandidat Cabup. "Saya ada masa 1.000 orang. Tergantung ini mau ke mana suaranya," ucapnya.

Dari pengalaman Pemilu 2019 dan Pilkada 2020 silam, uang memang punya pengaruh signifikan. Utamanya di Pemilu 2019 tadi, perang rupiah bukan rahasia lagi.

Kondisi inilah yang dikhawatirkan Guru Besar Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ), Prof Syaiful Bakhri. "Itulah salah satu faktor kenapa Kotabaru lambat berkembang," ujarnya beberapa waktu lalu kepada Radar Banjarmasin.

Politik transaksional ujarnya melahirkan pemimpin yang orientasinya kepada kekuasaan. "Mestinya ke depan yang jadi pemimpin adalah aktivis-aktivis muda. Atau jurnalis muda. Muda-muda seperti kalian itu. Yang masih semangat dan idealis," tekannya.

Namun yang jadi kendal katanya, demokrasi memang menuntut biaya. Sehingga calon pemimpin muda yang tidak punya modal, sulit untuk memegang posisi jabatan.

Ia pun memberikan solusi, agar para kandidat Cabup nanti tidak terjebak pada politik transaksional yang berdarah-darah. "Calon paling banyak dua. Nanti semua sepakat tidak money politik. Dan sepakat siapa pun yang menang wajib merangkul yang kalah," bebernya.

Cara itu akan membuat para kandidat tidak ke luar modal besar. Sehingga ketika menang, tidak sibuk memikirkan bagaimana caranya balik modal. (zal/kry/ran/ema)


BACA JUGA

Sabtu, 28 Maret 2020 10:07

Kaum Sedih Masjid Sepi, Jemaah Tetap Datang Meski Ada Imbauan MUI

BANJARMASIN – Pintu masuk utama Masjid Raya Sabilal Muhtadin Banjarmasin…

Sabtu, 28 Maret 2020 10:06

Gerbang Al Karomah Dijaga Ketat

MARTAPURA – Maklumat Majelis Ulama Indonesia (MUI) Banjar dan imbauan…

Sabtu, 28 Maret 2020 10:04

Berharap Pandemi Covid-19 Segera Diatasi

BANJARBARU - Spanduk bertuliskan "Berkaitan dengan Wabah Covid-19, Ibadah Salat…

Sabtu, 28 Maret 2020 10:02

Masjid Al Munawwarah Batasi 50 Jemaah

SEMENTARA itu, ketika sejumlah masjid, Jumat (27/3) kemarin memilih untuk…

Sabtu, 28 Maret 2020 10:00

Tunggu Gula Impor, Awasi Jatah Jangan Sampai Bocor

Tipisnya stok gula pasir kini menjadi permasalahan di Banua. Pasalnya,…

Sabtu, 28 Maret 2020 09:55

Banjarbaru Siapkan Rp16,7 Miliar untuk Tangani Corona

BANJARBARU - Menyikapi ancaman penyebaran Covid-19 di wilayah Kota Banjarbaru.…

Sabtu, 28 Maret 2020 09:54

Kabar Pasar Banjarbaru Ditutup itu Hoax

BANJARBARU - Beberapa hari terakhir, warga Banjarbaru dibuat gusar lantaran…

Sabtu, 28 Maret 2020 09:52

Heboh Video Hoaks Corona di Banjarbaru

BANJARBARU - Warganet di Banjarbaru bahkan di Kalsel dibuat heboh.…

Sabtu, 28 Maret 2020 09:51

Di Banjarbaru Masih Ada yang Menyelenggarakan Salat Jumat

BANJARBARU - Beredar surat imbauan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi…

Sabtu, 28 Maret 2020 09:45

Sosialisasikan Status Tanggap Darurat, Sasar Toko dan Mini Market

BATULICIN - Pemerintah Kabupaten Tanah Bumbu terus menyosialisasikan bahaya penyakit…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers