MANAGED BY:
SABTU
28 MARET
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | RADAR MUDA | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

HUKUM & PERISTIWA

Jumat, 21 Februari 2020 12:18
Terbakar atau Dibakar..? Sekolah di HST Masih Dihantui Pembakaran
DIBAKAR ATAU TERBAKAR: salah satu bekas titik api yang ditemukan di MAN 1 HST, kemarin. | FOTO: WAHYU RAMADHAN/RADAR BANJARMASIN

PROKAL.CO, BARABAI - Teror pembakaran sekolah belum usai di Hulu Sungai Tengah. Gedung Madrasah Aliyah Negeri 1 Hulu Sungai Tengah (MAN 1 HST) kembali mengalami musibah serupa kemarin (20/2) pagi. Tiga titik di kawasan madrasah, sempat hangus dilalap sang jago merah.

Tiga titik itu, yakni bagian dinding rumah sekaligus warung milik Darwis, yang letak rumahnya berdampingan dengan ruang kelas. Kemudian, bagian dinding kantin sekolah. Dan di salah satu tirai, yang berada di jendela ruang guru.

Kepada Radar Banjarmasin, Darwis menuturkan bahwa kejadian itu diketahuinya terjadi pada pukul 03.00 dini hari. Ketika hendak menyiapkan bahan jualan di warungnya. “Saya mencium bau gosong,” tutur lelaki yang sehari-harinya juga merupakan seorang guru di MAN 1 HST, itu.

Darwis, yang masih mengingat jelas musibah yang menimpa gedung MAN 1 HST, pada Senin (3/2) lalu, lantas keluar rumah untuk memeriksa. Tak disangka, api tampak berkobar di dinding rumahnya. Melihat hal itu, Darwis pun bergegas menemui M Yunus, wakar di madrasah. Yang berada tidak jauh dari rumahnya. “Berdua dengan beliau, kami mencoba memadamkan api,” ungkap Darwis.

Seusai api berhasil dipadamkan. Darwis dan Yunus, sepakat untuk memeriksa bagian lain madrasah. Khawatir ada titik api lainnya. Benar saja, saat keduanya berpencar, ternyata, nyala api yang cukup besar tampak di sebuah kantin sekolah. “Saya pun menghubungi Barisan Pemadam Kebakaran (BPK). Agar api tidak semakin membesar dan menjalar, saya dan Darwis berinisiatif mencoba memadamkan api. Tak berapa lama, BPK datang, dan api berhasil dipadamkan sepenuhnya,” tutur Yunus 

Dari pantauan Radar Banjarmasin, meski tidak sempat melahap habis kantin, bekas api yang cukup besar masih nampak di dindingnya.

Yunus menuturkan. Dirinya benar-benar tidak menyangka bahwa ada api. Padahal, ketika pukul 12.00, pukul 01.30 dan pukul 02.30 dini hari, dia sempat berkeliling memeriksa keadaan madrasah. Yunus maupun Darwis mengaku menemukan hal yang mengganjal. Di titik pertama, sebuah gayung berisi kain tampak terbakar dan teronggok di depan dinding yang terbakar. Di titik kedua, selain membakar dinding, bekas bakaran api juga nampak di bak sampah dan karpet.

“Semua barang itu sudah dibawa polisi. Katanya untuk pemeriksaan. Kemudian, Tempat Kejadian Perkara (TKP) juga sudah dipasangi garis polisi,” tambah Yunus.

Beberapa jam berlalu. Tepat di sore hari kemarin, adanya bekas terbakar kembali ditemukan. Tidak jauh dari kantin yang semula dindingnya sempat terbakar, itu. Tepatnya, di tirai jendela ruang guru MAN 1 HST.

“Ditemukan ketika guru membersihkan ruangan. Temuan ini juga sudah dilaporkan ke polisi,” ungkap seorang guru lainnya, Hidayatullah, sembari memperlihatkan bekas tirai yang terbakar. Ujung tirai, bergumpal, sedikit menggantung keluar jendela.

--- 

Alumni Ringkus Orang Tak Dikenal

Di balik peristiwa yang merundung MAN 1 HST, kemarin (20/2), ternyata ada peristiwa lainnya. Tidak berlangsung lama seusai musibah terjadi, seorang yang tidak dikenal dibawa oleh aparat Kepolisian Resor Hulu Sungai Tengah (Polres HST). Peristiwa tersebut, diungkapkan oleh dua alumni MAN 1 HST, Edy dan Ucok.

Ceritanya, ketika musibah terjadi, kedua alumni mengaku menginap di Gedung Pramuka yang letaknya hanya beberapa meter dari pagar Madrasah. Dan ketika mendengar ribut-ribut ada kebakaran di madrasah, Edy dan Ucok, terbangun dari tidurnya dan langsung menuju madrasah.

“Saat itu, ada Barisan Pemadam Kebakaran (BPK) yang baru tiba di Madrasah. Di situlah saya berpapasan dengan orang yang tidak dikenal itu. Yang saya ingat, ciri-ciri orang itu memakai topi dan jaket berwarna gelap. Dia juga membukakan pagar madrasah ketika saya hendak masuk,” ucap Edy.

Edy, semula tidak menaruh kecurigaan. Namun, dia terkejut, ketika sekembalinya ke Gedung Pramuka seusai musibah kebakaran terjadi, orang yang tidak dikenal itu keluar dari Gedung Pramuka dan menitipkan sebuah laptop kepadanya.“Nih amankan barang kalian,” kata Edy, menirukan ucapan orang yang tidak dikenal.

Edy yang merasa ada hal aneh, pun bergegas memberitahukan peristiwa yang dialaminya kepada rekannya, yakni Ucok. Yang lantas, ditanggapi Ucok dengan mengejar orang yang tidak dikenal itu.“Sebelum saya kejar, saya sempat melihat orang tidak dikenal itu berjalan ke arah Jalan Pangeran Antasari,” ungkap Ucok.

Dibantu ayahnya, Ucok pun menyisir jalanan hingga berhasil menemukan orang yang tidak dikenal itu di depan sebuah warung. Hingga membawanya kembali ke Madrasah.“Pukul 06.00 pagi, kami menemukan orang yang dimaksud,” beber Ucok.

Sontak, kejadian itu pun dilaporkan pihak madrasah ke Polres HST. Dan ketika Polisi datang, Ucok, mengaku sempat mendengar pembicaraan Polisi kepada orang yang dikenal.

“Orang itu, mengaku dari Palangkaraya dan hendak ke Banjarmasin. Kemudian, orang itu juga mengaku pernah dipenjara selama 10 bulan akibat dituduh membakar rumah orang. Setelah mendengar hal itu, aparat kepolisian pun membawanya,” tutur Ucok. 

Sementara itu. Jajaran Polres HST bergerak cepat ketika mendapatkan laporan bahwa musibah kebakaran kembali terjadi di MAN 1 HST. Kasat Reskrim Polres HST, AKP Dany Sulistiono, malui PS Paur Subag Humas, Aipda M Husaini, mengatakan bahwa saat ini pihaknya masih meminta keterangan saksi yang terdiri dari beberapa orang saksi.“Masih pendalaman, masih pemeriksaan,” ucapnya.

Belakangan, dari keterangan Kepala Madrasah Tri Joko Waluyo, diketahui ada empat orang saksi yang dimintai keterangan. Di antaranya yakni Darwis, M Yunus, Mahmud yang merupakan pengurus Masjid Agung Riadusshalihin Barabai dan Tri Joko Waluyo sendiri.“Dari pukul 11.00 hingga pukul 18.00 saya dimintai keterangan. Baru tiga orang yang selesai. Pak Mahmud, masih belum dimintai keterangan,” bebernya.

Lantas, bagaimana dengan nasib orang yang tidak dikenal yang sebelumnya sempat dibawa? Hingga berita ini diturunkan, aparat kepolisian belum juga memberikan tanggapan terkait hal tersebut. (war/ran/ema)


BACA JUGA

Jumat, 31 Januari 2020 11:41

Ditetapkan Jadi Tersangka Kasus Asusila, Mantan Ketua KPU Banjarmasin Digelandang Aparat

BANJARBARU - Gusti Makmur memenuhi panggilan penyidik Polres Banjarbaru, kemarin…

Jumat, 31 Januari 2020 11:27

Sengketa Warga Antar Baru vs PT Barito Putera Plantation: Warga Serahkan Bukti Kepemilikan

MARABAHAN - Lama tidak terdengar, mediasi sengketa lahan sawit antara…

Jumat, 31 Januari 2020 11:11

Timbun Solar, Samsul dan Syamsuddin Digrebek

BANJARMASIN - Kepolisian Polsek Banjarmasin Utara menggerebek dua rumah di…

Jumat, 31 Januari 2020 11:03

Mabuk Bawa Sajam, Buronan Apes

BANJARMASIN – Jadi buronan selama dua pekan, Taufik Rahman alias…

Jumat, 31 Januari 2020 10:36

Sabirin Terjebak Polisi Menyamar

AMUNTAI - Nasib sial dialami Sabirin (28), warga Desa Harus…

Jumat, 31 Januari 2020 10:34

Korban Berteriak, Anto pun Panik, Dengan Mudah Ia Dikepung Warga

MARABAHAN - Sial masih jauh dari Armina. Warga Desa Sinar…

Jumat, 31 Januari 2020 10:31

Disergap, Pengedar Sabu Tak Berkutik

MARABAHAN - Pengedar narkoba sedikit demi sedikit digulung Sat Res…

Kamis, 30 Januari 2020 11:48

Susahnya Memberantas Indekos Mesum di Kota Idaman: Paket Murah, Sukar Terjamah, Remaja Lajang Tak Bisa Dipidana

Indekos. Bagi mahasiswa, ruang kecil berjuta cerita. Dari mengerjakan tugas,…

Kamis, 30 Januari 2020 10:56

Pengendara Panik ada Razia di Kayutangi, 62 Pemotor Ditilang

BANJARMASIN - Pengendara yang melintasi Jalan Hasan Basry mendadak panik…

Kamis, 30 Januari 2020 10:49

Dua di Jalan, Satu di Toilet; Budak Sabu Barabai Tak Berkutik Diringkus

BARABAI - Ada-ada saja ulah FP (20). Pemuda asal Desa…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers