MANAGED BY:
MINGGU
29 MARET
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | RADAR MUDA | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

FEATURE

Sabtu, 22 Februari 2020 11:48
Upaya MTsN 8 HST Menekan Keberadaan Sampah Plastik
SOLUSI KONKRET: Siswa-siswi MTsN 8 HST, membawa wadah makanan dan minumannya sendiri bila ingin berbelanja di kantin. Bagi yang melanggar, jangankan para siswa-siswi, guru dan pedagang pun bisa dikenai sanksi. | FOTO: WAHYU RAMADHAN/RADAR BANJARMASIN

PROKAL.CO, Resah dengan banyaknya sampah plastik menjadi pemicu. Sikap tegas pun digalakkan. Yang tidak membawa wadah makan dan minum, dilarang keras berbelanja di kantin.

WAHYU RAMADHAN, Barabai

Yulida Fitriani, berdiri mematung di depan kantin Madrasah Tsanawiyah Negeri 8 Hulu Sungai Tengah (MTsN 8 HST). Dia tampak menyunggingkan senyum, namun matanya tetap waspada. Melirik ke arah kerumunan siswa-siswi yang masuk ke kantin.

Pada Rabu (19/2) yang terik, di waktu istirahat pertama, tepat pukul 10.00 WITA. Yulida, bertindak sebagai petugas jaga. Sendirian mengawasi siswa-siswi yang berbelanja. Hal serupa juga dilakukan oleh seorang guru lainnya. Tapi posisinya, berada tepat di depan gerbang masuk kawasan madrasah.

“Besok tugas guru-guru yang lain. Bergiliran setiap hari,” ucapnya. Dia juga mengatakan, dari jumlah total 37 orang guru berikut pegawai yang ada di madrasah, semuanya dapat jatah mengawasi.

Dewasa ini. Penggunaan kantong plastik tidak hanya masif di lingkungan masyarakat atau khususnya tempat perbelanjaan. Namun, di wilayah sekolah atau madrasah, penggunaan kantong plastik juga masih ramai digunakan. Tak jarang, seusai digunakan, sampah plastik makanan atau minuman pun berserakan.

Hal itu pula yang membuat resah pihak madrasah. Terlebih, sudah bukan rahasia umum, bahwa sampah plastik membutuhkan waktu yang lama agar terurai. Bahkan, lebih dari seratus tahun. Maka, program diet plastik pun dicanangkan.

Program ini sudah berjalan sejak setahun terakhir. Bermula, sejak MTsN 8 HST dijabat oleh Kepala Madrasah (Kamad) sebelumnya, Akhmad Fauzi. Dan diteruskan oleh Kamad yang baru, Azizatul Ulya.

Dijalankan dengan cara sederhana: saat waktu istirahat, pihak madrasah tidak mengizinkan siswa-siswinya yang ingin berbelanja di luar, atau memasuki kantin madrasah apabila tidak membawa wadah makan dan minum sendiri.

“Bapak Kamad terdahulu, resah dengan keberadaan sampah-sampah plastik yang berserakan dan seakan tidak terbendung di madrasah,” ungkap Azizatul Ulya.

Dia menjelaskan, sebelum program tersebut dicanangkan, dalam kurun waktu sekali dalam sebulan, sedikitnya ada 20 karung besar berisi sampah diangkut ke TPA, atau Tempat Pemprosesan Akhir. Sampah yang diangkut pun didominasi oleh sampah plastik.

“Namun setelah adanya program ini, sekarang kami hanya mengangkut sampah per tiga bulan sekali. Keberadaan sampah, khususnya sampah plastik bisa kami tekan,” jelasnya.

Pihak madrasah, sebelumnya juga pernah mencoba alternatif lain. Seperti misalnya: membuat kerajinan tangan dari bahan-bahan bekas, membuat kompos hingga yang lainnya. Namun hal itu, ternyata dirasakan kurang efektif.

Maka sejauh ini, program yang dijalankan merupakan solusi konkret yang cukup efektif. Meskipun, pihak madrasah tidak menampik bahwa masih ada beberapa siswa yang belum terbiasa dengan hal ini.

Azizatul Ulya, beserta guru-guru lainnya pun memaklumi hal itu. Karena program yang dicanangkan masih terholong baru. Sedangkan para siswa-dan siswi, selama ini belum terbiasa. Bahkan, pada awal-awal penerapannya pun sempat mendapat protes dari para siswa dan siswi.

“Para siswa merasa malu. Namun, kami berkomitmen untuk menerapkan program ini secara komprehensif, dan tentunya secara bertahap. Setiap ada orang tua siswa-siswi yang datang, juga kami sosialisasikan. Berharap agar para orang tua mendukung untuk menyukseskan program ini,” bebernya.

Kemudian, selain sebagai salah satu bentuk upaya menekan sampah plastik di lingkungan madrasah, menurutnya juga secara tidak langsung sebagai upaya pembentukan karakter siswa-siswi MTsN 8 HST. Yakni, karakter untuk peduli dan mencintai lingkungan sedini mungkin.

“Dengan harapan, selain di madrasah, para siswa-siswi juga bisa menularkan ke lingkungannya. Baik di keluarga atau pergaulannya,” harapnya.

Lantas, apakah program ini hanya diperuntukkan untuk para siswa-siswi saja? Ternyata, pihak madrasah juga memberlakukan program kepada para pedagang, juga dewan guru maupun pegawai di madrasah. Tidak tanggung-tanggung, bila kedapatan melanggar, maka siap-siap dikenakan sanksi.

Sanksi yang dikenakan kepada para siswa-siswi, bervariatif. Mulai dari tidak diperbolehkan masuk kantin, mencabut rumput liar di halaman, membersihkan tempat wudu, menulis ayat Alquran di kertas, hingga menghafal ayat-ayat Alquran.

“Saya pernah mendapatkan sanksi. Disuruh menghafal satu surat Alquran,” ucap siswa kelas II B, M Mursalin, kemudian tersenyum.

Ada pun untuk guru, sanksi yang diberikan, yakni hanya berupa teguran. Menurut Azizatul Ulya, teguran sudah cukup. Mengingat pihak madrasah sudah menyediakan wadah makan dan minum sendiri untuk para guru dan pegawai.

“Sementara pedagang, selain terus kami imbau agar tidak membuang sampah plastik sembarangan, juga kami berikan aturan bagi yang ingin berdagang di kawasan Madrasah,” jelasnya.

Aturan yang dimaksud yakni, pedagang tidak lagi diperbolehkan menyediakan kantong plastik. Sementara bagi yang melanggar, akan diberikan teguran hingga sanksi tegas berupa tidak diperbolehkan berjualan di lingkungan madrasah.

Hal itu dimaklumi oleh para pedagang. Baik yang berada di kantin sekolah, atau pun pedagang lainnya seperti penjual pentol dan penjual minuman yang kerap menjajakan dagangannya dengan menggunakan kantong plastik.

“Dagangan saya laku di sini. Jadi, saya ikuti aturan madrasah,” ungkap Gazali Rahman, seorang pedagang gorengan dan pentol.

Tidak hanya itu. Menurut Gazali, peraturan itu juga menguntungkan dirinya. Pasalnya, kini dia tidak perlu repot membeli kantong plastik untuk membungkus gorengan atau pentol, karena siswa-siswi sudah membawa wadah makan dan minum sendiri.

“Kan lumayan, bisa menghemat pengeluaran saya juga,” ucapnya, kemudian terkekeh.

Senada dengan hal tersebut, salah seorang guru lainnya, Rini Aulini menyambut baik program ini. Dia menilai, sudah sepatutnya penekanan karakter cinta lingkungan dapat di mulai dari sektor pendidikan, khususnya lingkungan tempat di mana para siswa-siswi belajar.

“Siswa-siswi adalah penerus generasi bangsa. Isu lingkungan sudah jadi konsentrasi secara global. Dengan diterapkan program ini, saya meyakini dapat memangkas persentase produksi sampah plastik yang selama ini terus meningkat,” tuntasnya. (war)


BACA JUGA

Jumat, 27 Maret 2020 11:51

Fenomena Takhayul Pesisir Kalsel di Tengah Corona

Optimisme beberapa pejabat pemerintah, yang percaya warga akan disiplin tanpa…

Kamis, 26 Maret 2020 13:02

Pakai Jas Hujan, Berharap Kiriman APD Bukan Hanya bagi Perawat Saja

Alat pelindung diri (APD) menjadi pakaian paling "tren" sekarang ini.…

Rabu, 25 Maret 2020 11:49

Cerita-cerita Calon Pengantin yang Gagal Gelar Resepsi; Katering Sudah Pesan Akhirnya Dibagikan ke Anak Yatim

Niat Arif Hendy Wijaya (25) warga Desa Barambai untuk bersanding…

Senin, 23 Maret 2020 12:51

Bincang Santai dengan "Indro Corona"; Sudah Ada Sebelum Masehi, Sembuh dengan Vitamin E

Muhammad Indro Cahyono akhir-akhir ini sibuk mondar-mandir kantor-kantor pemerintah untuk…

Minggu, 22 Maret 2020 05:48

Melihat Penerapan Social Distancing di Bandara Syamsudin Noor

Upaya pencegahan dan meminimalisir penyebaran virus corona atau Covid-19 dilakukan…

Kamis, 19 Maret 2020 11:54

Kondisi Jembatan Ulin Desa Gadung Hilir; Atasnya Masih Bagus, Bawahnya Lapuk Termakan Usia

Jembatan di Rukun Tetangga (RT) 1 di Desa Gadung Hilir…

Rabu, 18 Maret 2020 13:12

Tangkal Corona, SMKN 1 Banjarbaru Membuat Hand Sanitizer Sendiri

Di tengah pandemi virus corona atau Covid-19, orang-orang rela membeli…

Minggu, 15 Maret 2020 07:32

Diduga karena Dampak Peledakan Area Pertambangan, Rumah Warga Desa Pantai Cabe Retak-retak

Warga Desa Pantai Cabe Kecamatan Salam Babaris resah. Hampir semua…

Rabu, 11 Maret 2020 14:27

Susahnya Menjaga Kayu Hutan di Pulau Laut: Kayu Disita, Petugas Hutan Dikalungi Parang

Dewi Wulansari hampir kehilangan nyawanya saat mengamankan kayu diduga hasil…

Rabu, 11 Maret 2020 14:11

Kantor Baru Disdukcapil Tapin: Bisa Menabung, Ada Layanan Pos, Sampai Keluarga Berencana

Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) menempati kantor baru di…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers