MANAGED BY:
KAMIS
09 APRIL
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | RADAR MUDA | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

HUKUM & PERISTIWA

Selasa, 25 Februari 2020 10:14
Peternak Babi Diberi Tambahan Waktu
BERI WAKTU: DPRD Kota Banjarbaru bersama pihak terkait dari Pemko Banjarbaru membahas penutupan kandang ternak babi di Guntung Manggis. Rapat digelar di DPRD Banjarbaru pada Senin (24/2). | Foto: Humas DPRD Banjarbaru for Radar Banjarmasin

PROKAL.CO, BANJARBARU - Setelah menerima aduan atau keluhan dari komunitas peternak babi Guntung Manggis beberapa waktu lalu. DPRD Kota Banjarbaru menggelar rapat dengan pihak Pemerintah Kota Banjarbaru pada hari Senin (24/2).

Rapat dengar pendapat (RDP) ini digelar di Gedung DPRD Banjarbaru. Selain Komisi III DPRD Banjarbaru yang memang membidangi problematika ini. Turut hadir jajaran pimpinan legislatif. Rapat dipimpin oleh Wakil Ketua DPRD Banjarbaru, Nafsiani Samandi.

Dalam RDP ini, pihak Pemko diwakili Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan (DKP3), Dinas PUPR, Satpol PP Banjarbaru dan Kecamatan.

Diungkapan oleh Nafsiani, bahwa secara umumnya rapat belum menghasilkan keputusan apapun. Sehingga RDP tidak bisa berlangsung lama dan akan diagendakan di lain hari.

"Untuk sementara rapat tidak ada keputusan. Tetapi ada mau dicarikan solusi. Kemudian disepakati juga bahwa aspirasi peternak untuk meminta waktu penutupan diundur disepakati oleh Pemko, diberi waktu sampai 25 April untuk relokasi," kata legislator PPP ini.

Lebih lanjut ujar Nafsiani, apabila memang ada agenda mau melarang peternakan ini. Maka Pemko harus punya solusi kepada para peternak. Sehingga kebijakan tidak merugikan beberapa pihak.

"Misalnya, ini para peternak mau menyediakan lahan baru untuk lokasi peternakan. Nah, Pemko harus berkomitmen bahwa lahan yang baru ini tidak menjadi polemik di kemudian hari. Kalau kita inginnya penanganannya secara menyeluruh, karena peternak ini tidak hanya satu kelompok ini saja, tapi banyak yang lain juga," pungkasnya.

Sementara itu, Kabid Peternakan DKP3 Kota Banjarbaru, Yohana mengonfirmasi soal tempo penutupan ini. "Memang rapat tadi belum ada solusi. Tetapi sesuai permintaan peternak agar diundur hingga tanggal 25 April kita sepakat untuk hal itu," jawabnya.

Terkait polemik ini, pihaknya mengakui bahwa ada PR (Pekerjaan Rumah) yang bisa mengatur soal ini. Maka dari itu, sembari menunggu tenggat waktu. Pihaknya katanya bersama pihak terkait akan mencoba memformulasikan terkait regulasinya.

"Peternak meminta bahwa jika nanti di lokasi baru mereka tidak akan bersinggungan lagi. Nah hal ini kami tidak bisa menjamin, karena kita ketahui perkembangan Kota Banjarbaru sangat pesat. Makanya, kita akan mencari solusi terkait aturan yang jelas dengan hal tersebut," jelasnya.

Rupanya, secara legalitas. Yohana memastikan jika status para peternak ini adalah ilegal. Hal ini katanya lantaran belum ada dasar yang mengaturnya. Yang ada saat ini katanya Perda yang berkaitan adalah Perda RTRW dan ketertiban umum.

"Nanti kita rapatkan dengan pimpinan. Apakah aturannya berupa Perwali atau bagaimana. Yang mana intinya mengatur peternakan di Banjarbaru, tidak hanya spesifik ke ternak babi, tapi semua peternakan. Karena tidak boleh ada aturan yang sifatnya diskriminatif," jabarnya.

Regulasi ini pun tambahnya juga tak bisa ujug-ujug dibuat. Yang mana ia menggarisbawahi bahwa regulasi yang ditarget adalah yang berkonteks win-win solution. "Peternak bisa berusaha dengan tenang, dan masyarakat tidak merasa terganggu."

Disinggung mengapa baru ditindaklanjuti baru-baru ini. Mengingat keberadaan peternak ini sudah lama beroperasi. Yohana menjawab bahwa sebetulnya sudah mengetahui sedari dulu. Hanya saja katanya komplain itu baru sekarang. "Kami tidak berani membina, karena tidak ada izinnya sama sekali," ucapnya.

Meski begitu, ia mengklaim bahwa pihaknya akan mengusahakan jalan tengah dari persoalan ini. Karena pada prinsipnya, pemerintah katanya tidak bisa membatasi warga Banjarbaru untuk berusaha memenuhi kebutuhan hidupnya.

"Benar, kita tentu juga tidak ingin ada diskriminasi. Meski kita akui ternak babi ini faktor sosialnya tinggi. Sehingga, solusinya nanti juga harus benar-benar ideal. Salah satunya mungkin terkait pengaturan tentang manajemen peternakannya, misalnya limbahnya atau standar pengelolaannya," tuntasnya. (rvn/bin/ema)


BACA JUGA

Jumat, 31 Januari 2020 11:41

Ditetapkan Jadi Tersangka Kasus Asusila, Mantan Ketua KPU Banjarmasin Digelandang Aparat

BANJARBARU - Gusti Makmur memenuhi panggilan penyidik Polres Banjarbaru, kemarin…

Jumat, 31 Januari 2020 11:27

Sengketa Warga Antar Baru vs PT Barito Putera Plantation: Warga Serahkan Bukti Kepemilikan

MARABAHAN - Lama tidak terdengar, mediasi sengketa lahan sawit antara…

Jumat, 31 Januari 2020 11:11

Timbun Solar, Samsul dan Syamsuddin Digrebek

BANJARMASIN - Kepolisian Polsek Banjarmasin Utara menggerebek dua rumah di…

Jumat, 31 Januari 2020 11:03

Mabuk Bawa Sajam, Buronan Apes

BANJARMASIN – Jadi buronan selama dua pekan, Taufik Rahman alias…

Jumat, 31 Januari 2020 10:36

Sabirin Terjebak Polisi Menyamar

AMUNTAI - Nasib sial dialami Sabirin (28), warga Desa Harus…

Jumat, 31 Januari 2020 10:34

Korban Berteriak, Anto pun Panik, Dengan Mudah Ia Dikepung Warga

MARABAHAN - Sial masih jauh dari Armina. Warga Desa Sinar…

Jumat, 31 Januari 2020 10:31

Disergap, Pengedar Sabu Tak Berkutik

MARABAHAN - Pengedar narkoba sedikit demi sedikit digulung Sat Res…

Kamis, 30 Januari 2020 11:48

Susahnya Memberantas Indekos Mesum di Kota Idaman: Paket Murah, Sukar Terjamah, Remaja Lajang Tak Bisa Dipidana

Indekos. Bagi mahasiswa, ruang kecil berjuta cerita. Dari mengerjakan tugas,…

Kamis, 30 Januari 2020 10:56

Pengendara Panik ada Razia di Kayutangi, 62 Pemotor Ditilang

BANJARMASIN - Pengendara yang melintasi Jalan Hasan Basry mendadak panik…

Kamis, 30 Januari 2020 10:49

Dua di Jalan, Satu di Toilet; Budak Sabu Barabai Tak Berkutik Diringkus

BARABAI - Ada-ada saja ulah FP (20). Pemuda asal Desa…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers