MANAGED BY:
KAMIS
09 APRIL
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | RADAR MUDA | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

BANUA

Selasa, 25 Februari 2020 10:16
Drainase Jln Garuda Menyengat
TAK BERSIH: Saluran air drainase di Jalan Garuda Kelurahan Komet Banjarbaru dikeluhkan warga lantaran menimbulkan aroma yang menyengat. | Foto: Muhammad Rifani/Radar Banjarmasin

PROKAL.CO, BANJARBARU - Beberapa waktu terakhir. Sebagian warga di kawasan Jalan Garuda Kelurahan Komet Banjarbaru tepatnya di areal RT 003 RW 005 mengeluh. Lantaran, sebagian saluran drainase di kawasan sana dinilai berbau tidak sedap dan menyengat.

Dari pantauan Radar Banjarmasin, air di saluran drainase tampak kotor dan berbuih. Aroma yang dihasilkan juga sangat menyengat.

Edi, mahasiswa Poktekes Banjarmasin Jurusan Keperawatan Gigi yang lokasinya berdampingan dengan drainase ini merasakan hal serupa. Meski tidak setiap hari berada di sana, namun ketika ia berada di kawasan sana diakuinya aromanya sangat menyengat. "Menurut saya seharusnya pembuangannya bisa diperhatikan. Ini berasa sekali baunya," kata mahasiswa asal Kotabaru ini.

Warga sekitar, Yandi juga mengeluhkan hal senada. "Sekarang saya sudah tidak nyaman lagi duduk di teras rumah. Karena aromanya sampai tercium ke dalam. Baunya menyengat sekali," ujarnya.

Ia pun menduga jika saluran drainase itu terkontaminasi limbah usaha kuliner di sekitar kawasan tersebut.

Terpisah, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Banjarbaru melalui Kabid Penegakan Hukum dan Pengendalian Lingkungan, Shanty Eka, mengaku sudah mendengar keluhan tersebut. "Sudah ada laporan tahun lalu soal limbah ini. Beberapa hari lalu staf kita juga melakukan pengecekan," katanya.

Soal dugaan limbah rumah makan yang menjadi sumber, ia pun menyebut sebelumnya sudah pernah meminta pemilik rumah makan membuat IPAL (Instalasi Pengelolaan Air Limbah). “Sudah dibikin dan sudah bagus kemarin itu. Memang kondisinya kemarin pas kemarau, nah mungkin yang terbaru ini karena air di IPAL itu meluber akibat intensitas hujan tinggi," ucapnya.

IPAL menurut Shanty merupakan kewajiban usaha yang memproduksi limbah. Dengan tujuan agar hasil usaha (limbah) itu tidak mencemari lingkungan sekitarnya. Seberapa besar kapasitas IPAL, tergantung volume kapasitas produksi limbah yang dihasilkan.

"Kalau rumah makan kan selain sisa makanan juga dari limbah dapurnya. Nah ini yang wajib difilterisasi dengan IPAL," ujarnya.

Rumah makan menurutnya juga dilarang langsung menyalurkan limbah ke drainase. "Paling tidak IPAL ini ada penangkap lemaknya. Sehingga baku mutu air yang mengalir ke saluran drainase tidak berbahaya dan mencemari," tambahnya.

Lantas bagaimana dengan pengawasan? Tiap usaha katanya wajib mengantongi SPPL atau Surat Pernyataan Pengelolaan Lingkungan dari DLH, sebagai komitmen pelaku usaha untuk menjaga lingkungan sekitarnya. "Jika usaha itu sudah ada SPPL dan fakta di lapangannya masih tidak sesuai, kita bisa tuntut. Tetapi dalam penindakannya, kita lebih kepada pembinaan," pungkasnya. (rvn/bin/ema)


BACA JUGA

Rabu, 08 April 2020 13:02
Pemkab Balangan

17 Tahun Balangan, Pembangunan Infrastruktur Terus Berkesinambungan

INFRASTRUKTUR fisik dapat didefinisikan sebagai kebutuhan dasar yang diperlukan untuk…

Rabu, 08 April 2020 11:59

Lab Corona Banjarbaru Sudah Resmi Beroperasi

BANJARBARU – Pemprov Kalsel saat ini bisa lebih cepat mengetahui…

Rabu, 08 April 2020 11:41

MUI: Boleh Jumatan di Luar Zona Merah

BANJARMASIN – Setelah mengimbau agar salat Jumat digantikan dengan salat…

Rabu, 08 April 2020 11:34

1 Pasien Batola Positif Corona, Gugus Tugas Minta Jangan Ada penolakan Pemakaman

MARABAHAN - Tercatat sebagai Kabupaten yang paling sedikit menyumbang ODP…

Rabu, 08 April 2020 11:10

Banjarmasin Luncurkan Situs Tracking Corona; Detail dan Real Time

BANJARMASIN - Pemko membuat website khusus untuk informasi COVID-19. Baru…

Rabu, 08 April 2020 11:03

Perumahan Raya Bima Disterilkan

BANJARMASIN - Setiap hari, jumlah pasien virus corona di Banjarmasin…

Rabu, 08 April 2020 11:02

Tak Ada Ujian Nasional, Diganti US Online

BANJARMASIN - Tahun ini Ujian Nasional (UN) ditiadakan. Tapi pengambilan…

Rabu, 08 April 2020 11:01

DPRD: Informasi Covid-19 Harus Sampai Pelosok

BANJARMASIN - Ketua DPRD Banjarmasin Harry Wijaya meminta Pemko Banjarmasin…

Rabu, 08 April 2020 09:00
Pemko Banjarbaru

PKK Beri Imbauan Tentang Pencegahan Penularan Covid-19

BANJARBARU - Ketua Tim Penggerak PKK Kota Banjarbaru Hj Ririen…

Rabu, 08 April 2020 08:58
PARLEMENTARIA

Dewan bersama Pemko Fasilitasi Warga Belanja Online

BANJARBARU - Di tengah situasi Pandemi Covid-19 ini. Tak sedikit…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers