MANAGED BY:
SELASA
31 MARET
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | RADAR MUDA | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

BISNIS

Selasa, 25 Februari 2020 16:09
Tolak Revitalisasi Sudimampir, Pedagang Minta Ditunda Sampai 2025; Pemko Takkan Menyerah
PASAR SUDIMAMPIR: Pembeli menuruni tangga Pasar Sudimampir Baru di Jalan Pangeran Samudera. Bersama Pasar Ujung Murung, pusat perbelanjaan di Banjarmasin Tengah itu akan direvitalisasi. Tapi Pemko Banjarmasin masih diadang penolakan pedagang. Foto diambil kemarin. | FOTO: FAHRIADI NUR/RADAR BANJARMASIN

PROKAL.CO, Pembangunan ulang suatu kawasan harusnya menjadi kabar baik untuk siapa saja. Tapi tidak bagi pedagang di Pasar Sudimampir Baru. Mereka justru menolak revitalisasi yang direncanakan Pemko Banjarmasin. Mengapa?

---

BANJARMASIN - Revitalisasi Pasar Sudimampir Baru bukan wacana baru. Sudah terdengar sejak rencana perombakan total Pasar Ujung Murung. Kawasan ini ingin dijadikan sebagai pusat perdagangan di tengah kota.

Sekarang baru tahap sosialisasi. Tapi penolakan keras sudah ditunjukkan pedagang di Jalan Pangeran Samudera tersebut. Mereka merasa belum siap untuk revitalisasi.

Kemarin (24/2), perwakilan pedagang datang beramai-ramai ke Gedung DPRD Banjarmasin di Jalan Lambung Mangkurat. Mereka berkeluh kesah, sekaligus menyatakan sikap menolak.

Di gedung dewan, mereka disambut Wakil Ketua DPRD Ananda dan dua anggota legislatif lainnya, Rahman Nanang Riduan dan Aliansyah.

Alasannya, di pasar itu mereka masih memegang hak untuk berjualan sampai 2025. Tertera dalam Sertifikat Hak Guna Bangunan (SHGB) yang mereka kantongi.

"Kami masih punya hak lima tahun untuk menggunakan kios-kios di sana," kata Ketua Aliansi Pedagang Pasar Sudimampir Baru, Ahmad Fauzie.

Lagipula, bangunan pasar itu dianggap baru. Mulai difungsikan ekitar tahun 90-an. Jadi dinilai masih sangat kokoh, bahkan mampu bertahan hingga dua dekade lagi.

"Dan memang tidak ada kerusakan. Kalau masalah kebersihan, kami pikir sudah dijaga melalui bantuan swadaya masyarakat," tuturnya.

Dalam bahasa yang lebih halus, mereka mendukung, tidak menolak rencana pemko. Hanya saja mereka meminta pemko untuk bersabar. Paling tidak menunggu SHGB yang mereka miliki kedaluwarsa.

"Sebenarnya ada banyak pasar yang lebih membutuhkan revitalisasi. Kalau Pasar Sudimampir Baru ini menurut kami tidak mendesak untuk dilakukan itu," kata Fauzie.

Kalau ngotot dilaksanakan tahun ini juga, para pedagang itu tak bisa menolak. Asalkan bukan tempat mereka yang lebih dulu. Misalkan dimulai dari Pasar Ujung Murung. Karena memang di sanalah target utama pemko.

"Kan bisa dilakukan bertahap. Dari Ujung Murung dulu. Kalau di sana sudah selesai, dan hasilnya bagus, kami tidak akan keberatan untuk mengikuti," kata Sardo Sitompul, salah satu pedagang.

Jika Ujung Murung dan Sudimampir Baru direvitalisasi bersamaan, mereka tak punya tempat lagi berjualan. Sekalipun pemko menjanjikan relokasi selama proses pembangunan.

"Kami merasa revitalisasi ini sangat dipaksakan. Apakagi Sudimampir Baru ini pasar produktif yang kondisinya masih bagus," ucap Candra Gunawan, pedagang lainnya.

Yang ia maksud, mengapa pemko tak fokus pada pasar-pasar tak produktif, alias mati suri. Contohnya saja seperti Pasar Lama. "Ini yang harus diperhatikan serius," katanya.

Setidaknya, ada 400 pemegang SHGB di Pasar Sudimampir Baru. Rata-rata baru berakhir 2025 nanti.

Intinya, para pedagang itu kukuh menolak revitalisasi pasar, karena terkesan dipaksakan. Komitmen itu dipertegas kuasa hukum Aliansi Pegadang Pasar Sudimampir Baru, Mukhlis Ramlan.

"Pedagang Sudimampir ini dihantui bayang-bayang penggusuran. Apalagi di saat perekonomian sedang buruk. Ini yang dipertimbangkan benar-benar," ucapnya.

Menurut Mukhlis revitalisasi dengan iming-iming pasar modern ini bukan hal baru. Sudah ada beberapa contoh, yang akhirnya gagal.

"Di seberang Sudimampir ada Ramayana. Yang dulu juga tanah pemko yang ingin dibuat pasar modern. Tapi faktanya tak berfungsi maksimal," sebutnya.

Ia juga menyebut pasar lainnya. Seperti Antasari, Malabar dan Metro City. Hasilnya juga sama. Tak sesuai dengan harapan pedagang.

"Apakah ini tidak menambah kekhawatiran para pedagang. Kenapa bukan pasar-pasar itu saja yang dibenahi," timpalnya.

Meski begitu, menurut Mukhlis, para pedagang itu tetap membuka ruang diskusi. Mereka tak menutup diri jika pemko ingin bertemu lagi.

Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Ananda memahami kegelisahan yang dirasa pedagang. Untuk itu, pihaknya berjanji akan menindaklanjuti keluh kesah yang disampaikan pedagang Sudimampir Baru. Mereka siap memfasilitasi pertemuan dengan pemko.

"Tentu ada prosedur. Hasil pertemuan ini akan kami laporkan dulu ke pimpinan dewan untuk mengambil langkah selanjutnya," ucap politikus Partai Golkar itu.

Kesimpulannya, DPRD menampung aspirasi yang mereka terima. Yang kemudian akan ditindak lanjuti secara serius. "Intinya DPRD tidak akan diam saja. Tentu kami akan mendengar sudut pandang kedua pihak," pungkasnya. 

 

Pemko Takkan Mengalah

KABID Pengelolaan Pasar Dinas Perindustrian dan Perdagangan Banjarmasin, Ichrom Muftezar menyebut, para pedagang masih enggan mendengar penjelasan pemko. Terkait rencana revitalisasi tersebut.

"Sudah diundang dalam beberapa kali pertemuan. Tapi yang kawan-kawan pedagang suarakan adalah sikap penolakan," katanya, kemarin (24/2).

Padahal, menurutnya pemko punya niat baik. Mempercantik dan membuat kawasan pasar tersebut jauh lebih layak. Bahkan rencananya akan dibangun hingga delapan lantai.

"Ini justru menguntungkan bagi pedagang. Apalagi yang masih punyak hak di sana akan diperlakukan istimewa," ungkapnya.

Yang dimaksud istimewa di sini, hak pedagang akan dikembalikan kepada pemiliknya. Sesuai dengan SHGB. "Jika pun ada kelebihan ukuran, hanya itu yang dibayar," jelasnya.

Lagipula, pemko tak merevitalisasi begitu saja. Nasib pedagang selama proses pembangunan juga mereka pikirkan. Dengan merelokasi ke lokasi lain.

"Ada tiga opsi yang dipertimbangkan pemko. Pertama belakang Mitra Plaza, lalu di lahan milik Pelindo di Jalan RK Ilir, dan masih di sekitar kawasan Sudimampir," sebutnya.

Maunya, pedagang jangan buru-buru menolak. Tapi dengarkan dulu apa tujuan pemko. "Dengarkan saja dulu," imbuhnya.

Ichrom senang, pedagang-pedagang itu mengadu ke DPRD. Dengan begitu,ada yang bisa menjadi penengah untuk memfasilitasi pertemuan. "Sehingga bisa duduk bersama saling mendengarkan," ucapnya.

Terlepas dari itu, ia memastikan Pasar Ujung Murung dan Sudimampir Baru tetap akan direvitalisasi. Kapan waktunya? Ichrom belum bisa mamastikan.

"Secepatnya akan digarap. Kalau memang ada kesepakatan. Bisa jadi tahun ini juga atau tahun depan," bebernya.

Perlu diketahui, rencana revitalisasi ini takkan menggunakan duit APBD. Tapi menggunakan dana investor. Kabarnya sudah ada yang tertarik berinvestasi sekitar Rp600 miliar.

Terkait hal itu, Ichrom tak bisa memaparkan lebih jauh. "Ini kewenangan pimpinan," pungkasnya.


Analis: Pedagang dan Pemko Harus Satu Pandangan

POLEMIK revitalisasi Pasar Ujung Murung dan Sudimampir Baru menarik perhatian analis kebijakan pemerintah, Arif Rahman Hakim. Ia sepakat dengan pemko.

"Yang dilakukan Pemko Banjarmasin sudah tepat. Tentu, bertujuan untuk meningkatkan nilai ekonomi pedagang. Mengingat persaingan pasar sudah sangat ketat," tutur dosen FISIP Universitas Lambung Mangkurat itu.

Namun ia memahami sikap para pedagang. Apalagi banyak yang sudah lama dan merasa nyaman berdagang di sana.

"Wajar, pedagang merasa keberatan. Karena takut kehilangan pelanggan jika pindah sementara selama proses revitalisasi," tuturnya.

Karena itu, tak mudah melakukan revitalisasi. Pedagang dan pemko harus satu pandangan. Bahwa revitalisasi saling menguntungkan kedua belah pihak.

"Pemko diuntungkan dengan meningkatknya aktivitas pasar yang berpangkal pada peningkatan kesejahteraan masyarakat. Sedangkan pedagang diuntungkan dengan potensi besar pelanggan yang berbelanja," paparnya.

Menurut Arif, ada empat konsep dasar dalam revitalisasi pasar. Pertama, revitalisasi fisik. Ini bertujuan meningkatkan kualitas bangunan pasar.

Termasuk menyediakan fasilitas tambahan seperti tempat tunggu yang nyaman, musala yang layak, hingga ruang menyusui bagi ibu-ibu. Sehingga kesan pasar yang sebelumnya kumuh pun sirna.

Kedua, aspek ekonomi. Revitalisasi harus mampu menambah daya beli pelanggan untuk bertransaksi di pasar. Pasar yang baru direvitalisasi harus mampu menggairahkan ekonomi Banjarmasin.

Ketiga, aspek manajemen. Pemerintah berkewajiban memberikan bekal manajemen bisnis kepada pedagang. Seperti strategi memasarkan barang dagangan.

Terakhir aspek sosial. Artinya, pasar bukan sekadar pusat jual beli. Tapi mampu memunculkan budaya baru di masyarakat dengan segala aktivitasnya.

Pada bagian ini, menurut Arif pemko perlu memperhatikan aspek manajemen dalam revitalisasi. Yang mana harus lebih dulu memberikan doktrin-doktrin kepada pedagang terkait bisnis.

"Sehingga, pedagang akan mengerti bahwa revitalisasi ini demi kebaikan mereka dalam jangka panjang," paparnya.

Dengan begitu, pedagang juga tak ketakutan jika direlokasi. karena mereka sudah paham cara memasarkan barang ataupun menjaga pelanggan.

"Kalau semua sudah dilakukan, saya pikir revitalisasi ini tak akan menjadi masalah," pungkasnya. (nur/fud/ema)


BACA JUGA

Selasa, 15 September 2015 13:40

Gedung Sekolah Negeri di Banjarbaru Ini Hancur, Siswa Sampai Harus Kencing di Hutan

<p>RADAR BANJARMASIN - Ironis, itulah kata yang tepat menggambarkan kondisi SMPN 6 Banjarbaru.…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers