MANAGED BY:
SENIN
06 APRIL
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | RADAR MUDA | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

HUKUM & PERISTIWA

Rabu, 26 Februari 2020 14:24
Tak Berada di Kawasan Pertanian, Ternak Babi Menyalahi RTRW
TAK SESUAI: Petugas Satpol PP Banjarbaru ketika melakukan peninjauan lokasi kandang ternak babi di Guntung Manggis Banjarbaru. PUPR Banjarbaru menegaskan bahwa titik kandang babi masuk di kawasan permukiman dan menyalahi aturan RTRW. | FOTO: SATPOL PP BANHARBARU FOR RADAR BANJARMASIN

PROKAL.CO, BANJARBARU - dalam penanganan wacana penutupan kandang ternak babi di Guntung Manggis Banjarbaru beberapa waktu lalu. Salah satu Peraturan Daerah (Perda) yang dikaitkan yakni soal Perda Nomor 13 tahun 2014 Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW).

Atas regulasi itu, maka pemko punya dasar bahwa kawasan yang sekarang ditempati kelompok peternak tersebut menyalahi aturan. Sebagaimana disebutkan di Perda RTRW, bahwa titik kandang tersebut masuk dikawasan permukiman.

“Karena itulah, maka sesuai aturan, dikawasan permukiman tidak boleh ada pertenakan. Dalam hal ini pertenakan yang komersil dan skalanya besar”, ujar kepala Dinas  Pekerjaan Umum & Penata Ruang (PUPR) Banjarbaru, Jaya Kresna.

Pertenakan ini kata jaya tidak sesuai dengan pola tata ruang yang diterapkan dikota Banjarbaru. Yang mana pertenakan skala besar atau komersil hanya boleh didirikan di kawasan atau daerah-daerah pertanian.

“Jika bertenak skala kecil saja dan bukan sifatnya komersil, maka diperbolehkan. Karena skalanya besar, jadi tidak sesuai dengan pola tata ruang kita,” tambahnya.

Ditegaskannya, sebetulnya tak ada larangan warga untuk membangun usaha pertenakan di Banjarbaru. Akan tetapi, pemilihan titik lokasi pertenakan harus sesuai dengan peruntukan di Perda RTRW.

“Soal nanti apakah ada pelarangan permanen, itu kebijakan pemimpin. Bukan kita di Dinas PUPR. Yang jelas kita hanya melaksanakan sesuai RTRW yang berlaku,” jawab jaya.

Ditanya apakah lokasi baru yang akan diusulkan oleh pertenak bisa dikatakan memenuhi syarat.jaya tak bisa memvonis secara dini. Sebab, katanya selain sesuai dengan RTRW, pertenak juga harus melengkapi izin lainnya. Termasuk dari masyarakat disekitarnya.

“Untuk kawasan pertanian di Banjarbaru ini totalnya lebih dari 30 persen dari jumlah keseluruhan di Banjarbaru. Jadi cukup banyak, nah tinggal bagaimana izin lainnya. Kalau dari RTRW yang jelas tidak boleh di kawasan permukiman,”  katanya.    

Soal Perda RTRW ini diketahui tak hanya menyasar spesifik jenis ternak hewan babi. Namun,semua jenis ternak apabila beroperasi dikawasan permukiman juga bakal menyalahi aturan.

Sebelum komunitas pertenak babi guntung manggis mengadu ke DPRD Banjarbaru. Buntut dari rencana penututpan kandang ternak mereka di Guntung Manggis. Sejauh ini, Pemko mentolerir permohonan perpanjangan waktu penutup hingga 25 April.

DPRD juga berjannji akakn bersama-sama mencari solusi yang tidak merugiakan satu pihak terkait problematika ini. Pemko juga disebutkan tengah mencari formula dalam hal penanganan ternak babai di Kota Banjarbaru. Yang amnaa hingga saat ini, belum ada payung hukum yang mengatur soal pertenakan babi ini. (rvn/bin/ema)


BACA JUGA

Jumat, 31 Januari 2020 11:41

Ditetapkan Jadi Tersangka Kasus Asusila, Mantan Ketua KPU Banjarmasin Digelandang Aparat

BANJARBARU - Gusti Makmur memenuhi panggilan penyidik Polres Banjarbaru, kemarin…

Jumat, 31 Januari 2020 11:27

Sengketa Warga Antar Baru vs PT Barito Putera Plantation: Warga Serahkan Bukti Kepemilikan

MARABAHAN - Lama tidak terdengar, mediasi sengketa lahan sawit antara…

Jumat, 31 Januari 2020 11:11

Timbun Solar, Samsul dan Syamsuddin Digrebek

BANJARMASIN - Kepolisian Polsek Banjarmasin Utara menggerebek dua rumah di…

Jumat, 31 Januari 2020 11:03

Mabuk Bawa Sajam, Buronan Apes

BANJARMASIN – Jadi buronan selama dua pekan, Taufik Rahman alias…

Jumat, 31 Januari 2020 10:36

Sabirin Terjebak Polisi Menyamar

AMUNTAI - Nasib sial dialami Sabirin (28), warga Desa Harus…

Jumat, 31 Januari 2020 10:34

Korban Berteriak, Anto pun Panik, Dengan Mudah Ia Dikepung Warga

MARABAHAN - Sial masih jauh dari Armina. Warga Desa Sinar…

Jumat, 31 Januari 2020 10:31

Disergap, Pengedar Sabu Tak Berkutik

MARABAHAN - Pengedar narkoba sedikit demi sedikit digulung Sat Res…

Kamis, 30 Januari 2020 11:48

Susahnya Memberantas Indekos Mesum di Kota Idaman: Paket Murah, Sukar Terjamah, Remaja Lajang Tak Bisa Dipidana

Indekos. Bagi mahasiswa, ruang kecil berjuta cerita. Dari mengerjakan tugas,…

Kamis, 30 Januari 2020 10:56

Pengendara Panik ada Razia di Kayutangi, 62 Pemotor Ditilang

BANJARMASIN - Pengendara yang melintasi Jalan Hasan Basry mendadak panik…

Kamis, 30 Januari 2020 10:49

Dua di Jalan, Satu di Toilet; Budak Sabu Barabai Tak Berkutik Diringkus

BARABAI - Ada-ada saja ulah FP (20). Pemuda asal Desa…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers