MANAGED BY:
SABTU
30 MEI
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | RADAR MUDA | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

BANUA

Sabtu, 07 Maret 2020 07:17
Orang Tua Bisa Dijerat UU, Pekerjakan di Bawah Umur hingga Larut Malam
Ilustrasi

PROKAL.CO, BANJARBARU -  Fenomena maraknya anak di bawah umur berjualan hingga larut malam di Kota Banjarbaru seperti yang diwartakan Radar Banjarmasin, menyeret sejumlah reaksi. Beberapa orang turut memberi perhatiannya atas fenomena ini. Termasuk sorotan juga datang dari beberapa pengamat di Banua.

Misalnya, pengamat Sosial dari FISIP Universitas Lambung Mangkurat (ULM), Prof Dr H Budi Suryadi, S.Sos, MSi menilai jika fenomena ini sudah masuk kategori eksploitasi anak. Dimana anak tegasnya kehilangan masa kanak-kanaknya karena harus menanggung beban ekonomi.

Wajib katanya, bahwa pemerintah harus tanggap dengan kondisi ini. Sebab, efek dari fenomena ini ujarnya sangat berdampak buruk terhadap masa depan dan kembang anak-anak. "Instansi yang terkait mesti tanggap. Apalagi kalau masih sekolah, ini tentu akan mengganggu. Misalnya jarang hadir atau malas masuk, bahkan bisa putus sekolahnya," ingatnya.

Dari kacamatanya, fenomena ini terjadi biasanya karena berkaitan dengan faktor kondisi ekonomi keluarga. Yang mana memaksa anak ikut membantu menopang hidup keluarganya. "Yang tidak rutin (berjualan) pun akan membuat anak kehilangan waktu luangnya. Orang tua ini tidak memahami hak anaknya sendiri," jabarnya.

Efek lain yang juga harus jadi perhatian kata Budi adalah dampak psikologi anak. Khususnya di lingkungan sekolah. Sebab, kata Budi, anak akan cenderung tidak percaya diri bahkan bisa jadi korban perundungan (bullying).

"Semacam di-bully, apalagi jika anak perempuan. Kalau laki-laki cenderung tidak. Nah, hal ini yang harus dicegah, karena bagaimanapun anak-anak itu harus mendapatkan haknya," pesannya.

Sementara, dari perspektif hukum. Mempekerjakan anak di bawah umur jelas dilarang. Bahkan di ruang hukum, ada dua Undang-Undang yang mengatur praktik eksploitasi anak ini. Yakni, UU Ketenagakerjaan dan UU Perlindungan Anak.

Pengamat Hukum Tata Negara asal Banua, Ahmad Fikri Hadin, SH,. LL.M menegaskan anak-anak sudah dilindungi dalam dua UU tersebut. Otomatis katanya, fenomena anak berjualan hingga larut malam di Banjarbaru sudah jelas melanggar UU tersebut.

"Dalam UU sudah jelas bahwa tidak boleh mempekerjakan anak. Entah itu oleh orang dewasa bahkan tak terkecuali orang tuanya sendiri. Karena di UU, anak harus dalam perlindungan," ucapnya.

Ancaman bagi oknum yang mempekerjakan anak pun kata Fikri tak main-main. Jika menggunakan UU Ketenagakerjaan, maka paling sikat 1 tahun dan paling lama 4 tahun kurungan pidana.

"Kalau dengan optik UU perlindungan anak, itu lebih berat. Maksimal 10 tahun atau denda Rp200 juta. Jadi sudah tegas bahwa anak-anak tidak boleh dipekerjakan, apalagi jika masih kecil di bawah 10 tahun," jelasnya.

Tetapi, ia sendiri menyarankan agar pemerintah daerah menanggapi fenomena ini secara persuasif dan humanis. Yakni katanya mengimplementasikan Peraturan Daerah (Perda) yang ada.

"Perda Ketertiban Umum sebetulnya bisa Satpol PP ikut menindak. Kalau nanti masif dan meresahkan, mungkin bisa dengan pendekatan UU perlindungan anak," ujarnya.

Tetapi kembali lagi katanya, bahwa pendekatan dengan level Perda ketimbang UU lebih ia sarankan. Yang mana ini membuat Pemko sendiri terlihat lebih serius menegakkan aturan yang telah dibuat.

"Karena sebetulnya aturan di level daerah itu sudah lengkap. Tinggal bagaimana keseriusan aparatur yang ada untuk menegakkannya. Nah ini mungkin jawaban yang konkret atas masalah ini," tuntasnya. (rvn/al/ram)


BACA JUGA

Jumat, 29 Mei 2020 18:19
PT Arutmin Indonesia

Arutmin Bagikan Paket Sembako dan Paket PHBS

BATULICIN – Sinergi antara perusahaan dengan Pemerintah Kabupaten Tanah Bumbu…

Jumat, 29 Mei 2020 16:08
Berita Hulu Sungai Utara

Bupati Wahid: Rapid Test ASN dan Nakes Jadi Jaminan Kepada Warga HSU

AMUNTAI - Berbagai upaya dilakukan Pemerintah Kabupaten Hulu Sungai Utara…

Jumat, 29 Mei 2020 15:47
Berita Hulu Sungai Utara

Aktifkan Masjid ! Inilah Respon Bupati HSU Menuju Era New Normal

AMUNTAI - Setelah sebelumnya sempat diimbau untuk menghentikan aktifitas kegiatan…

Jumat, 29 Mei 2020 13:47

Gara-gara Disdik, Guru Menanggung Susah; Disuruh Kembalikan Tunjangan

BANJARBARU - Di kala hidup serba sulit karena ekonomi lumpuh,…

Jumat, 29 Mei 2020 13:35

Belajar Dari Rumah Diperpanjang, Tinggal Cari Cara Agar Siswa Tidak Bosan

Belum redanya wabah virus corona atau Covid-19 di Banua, membuat…

Jumat, 29 Mei 2020 13:02

REKOR..! 116 Kasus Dalam Sehari di Kalsel

BANJARMASIN - Virus corona benar-benar mengamuk seusai lebaran. Setelah penambahan…

Jumat, 29 Mei 2020 11:08

Anggaran Pilkada Serentak Tak Boleh Diganggu Gugat, KPU Lega

BANJARMASIN - Pelaksanaan Pilkada serentak 2020 sudah disepakati 9 Desember…

Jumat, 29 Mei 2020 10:57

Dilelang, Tiga Posisi Kepala Dinas

BANJARMASIN – Tiga jabatan kepala dinas yang kosong di Pemprov…

Jumat, 29 Mei 2020 10:50

36 Pasar Dijaga Aparat

BANJARMASIN - Selama tiga hari, sejak kemarin (28/5) sampai besok…

Jumat, 29 Mei 2020 10:48

40 Titik Penjagaan New Normal

BANJARMASIN - Menyongsong penerapan Protokol New Normal, TNI dan Polri…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers