MANAGED BY:
SELASA
26 MEI
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | RADAR MUDA | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

BANUA

Minggu, 08 Maret 2020 09:40
Tingkatkan Pengawasan Rehab DAS
BELAJAR MENGAWASI: Para pengawas Rehab DAS Wilayah Tahura Sultan Adam, Mandiangin saat belajar metode pengawasan dan pelaporan hasil monitoring di lapangan. | FOTO: DISHUT KALSEL

PROKAL.CO, MANDIANGIN - Pengawasan terhadap Rehabilitasi Daerah Aliran Sungai yang dilaksanakan oleh Pemegang Izin Pinjam Pakai Kawasan Hutan (IPPKH) terus ditingkatkan. Supaya kondisi pertumbuhan tanaman benar-benar terawasi.

Baru-baru tadi, seluruh pengawas Rehab DAS wilayah Tahura Sultan Adam, Mandiangin dikumpulkan untuk belajar metode pengawasan dan pelaporan hasil monitoring di lapangan.

Cuaca yang panas di areal Rehab DAS Sarabakawa, tak menghalangi para pengawas tetap serius mengikuti praktik. Sesekali ada yang menanyakan cara memberi titik koordinat pada peta yang muncul di aplikasi Avenza.

Kurang dari satu jam praktik selesai dan hampir semua pengawas Rehab DAS memahami metode pengawasan dan pelaporan hasil monitoring di lapangan.  

Kepala Tahura Sultan Adam, Ainun Jariah yang turut hadir dalam pertemuan pengawas Rehab DAS mengatakan, dalam pengawasan di lapangan hendaknya setiap pengawas menggunakan metode yang sama.

"Salah satu cara untuk meningkatkan keberhasilan  Rehab DAS adalah dengan memaksimalkan kegiatan monitoring  dan evaluasi pada lokasi IPPKH. Maka diperlukan metode pengawasan  yang tepat dan seragam, sehingga bisa menghasilkan data yang akurat dan faktual," katanya.

Sementara itu, Muslim selaku Kepala Seksi Pengelolaan DAS pada Dinas Kehutanan Kalsel menuturkan, metode pengawasan menggunakan aplikasi Avenza dan pengawasan dilakukan pada setiap tanaman (sensus tanaman) pada semua jalur. "Hal ini sesuai dengan arahan Kepala Dinas Kehutanan Kalsel, Hanif Faisol Nurofiq," tuturnya.

Dia menambahkan, kondisi tanaman harus dilaporkan secara berkala. Hidup, mati atau merana. Juga jenis dan ketinggian tanaman.  "Jangan lupa kasih titik koordinat pada tanaman dan didokumentasikan. Nanti setelah teori ini akan kita lanjutkan dengan praktik di lapangan, " pungkasnya. (ris/ij/ram)


BACA JUGA

Jumat, 22 Mei 2020 11:32

Kasus Covid-19 Bisa Naik Usai Lebaran, Kemenag Kalsel Imbau Tidak gelar Takbiran

BANJARMASIN - Pawai takbiran malam Lebaran dipastikan akan sepi. Tradisi…

Jumat, 22 Mei 2020 11:26

Profesi Penggali Kubur Semakin Dicari

BANJARBARU - Penggali kubur adalah profesi yang paling dicari akhir-akhir…

Jumat, 22 Mei 2020 11:16

Terindikasi Covid-19, Penumpang Dikarantina

BANJARBARU - Beberapa hari menjelang Lebaran, kondisi Bandara Syamsudin Noor,…

Jumat, 22 Mei 2020 10:56

PSBB Banjarmasin Masuki Jilid 3, Pakar Epidemiologi: Lanjutkan, tapi Harus Lebih Tegas

BANJARMASIN - Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) jilid II di…

Jumat, 22 Mei 2020 10:44

Kalsel Kewalahan Memusnahkan Arsip

BANJARMASIN - Sudah sebulan, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kalsel memulai…

Jumat, 22 Mei 2020 10:34

Kapolda Sowan ke Guru Danau

AMUNTAI - Sudah hampir menjadi agenda rutin bagi pejabat instansi…

Jumat, 22 Mei 2020 10:21

MUI Banjarbaru Bolehkan Salat Id, Dengan Syarat

BANJARBARU - Meski sudah sangat mendekati hari H lebaran Idulfitri.…

Jumat, 22 Mei 2020 09:52
Pemko Banjarbaru

Wali Kota Terima Bantuan dari Notaris

BANJARBARU - Wali Kota Banjarbaru H Nadjmi Adhani, Senin (18/5)…

Jumat, 22 Mei 2020 09:45
Pemkab Tanah Bumbu

Pemkab Tanbu Imbau Masyarakat Salat Idulfitri di Rumah

BATULICIN - Pemkab Tanbu bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah dan…

Jumat, 22 Mei 2020 09:42
Pemkab Tanah Bumbu

Tetap Peduli Atasi Percepatan Penanganan Stunting

BATULICIN - Meskipun ditengah wabah corona, Pemkab Tanbu tetap peduli…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers